HIJRAHKU BERSAMAMU

HIJRAHKU BERSAMAMU
part 05


__ADS_3

"Tanda ini adalah tanda kelahiran aku, dan kebetulan bentuknya seperti matahari," jelas Maya sembari melihat tanda yang ada di tangannya.


"Tanda itu mirip dengan seseorang yang aku kenal dulu, ya,,, itu Putri, kamu kenal sama putri May?" tanya Rozi mulai mengingat semuanya.


"Aku ngak kenal sama putri, siapa putri kak?" tanya Maya heran.


"Putri adalah pacar kesayangan aku."


"Oh,,, pacar kakak ya," ya udah aku pulang ya? semuanya sudah terjawabkan?"


Maya langsung menghindari Rozi dan memanggil teman-temannya yang duduk agak jauh darinya.


"Ochy! Ara! ayok kita pulang!"


"Siap May, udah selesai?"


"Sudah."


Sedangkan Rozi hanya bisa diam mendengar penjelasan dari Maya.


"Aduh,,, kenapa gue ngomong kayak gitu tadi, pasti sekarang Maya salah sangka deh sama aku," grutu Rozi mengusap kasar rambutnya.


"Ah,,, mungkin Maya perlu ketenangan, kan dia lagi sakit, besok pagi gue jelasin semuanya."


Lalu Rozi pulang namun dia masih memikirkan tanda itu, mengapa Maya mempunyai tanda yang sama dengan almarhum pacarnya, dan apa hubungannya dengan Maya, Rozi masih harus mengupasnya sampai habis.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


* Kamar Maya *


Terlihat sekarang seorang gadis memperhatikan tanda lahir di tangannya dan memandang ke arah jendela kamarnya.


"Emangnya ada apa dengan tanda ini? kenapa kak Rozi ingin tau tentang aku, dan siapa putri? kenapa mempunyai tanda yang sama denganku? mungkin hanya kebetulan," ucap gadis itu melingkari tanda yang ada ditangannya.


Tok,,, tok,,, suara pintu di ketuk oleh seseorang.


"Sayang buka pintunya!"


"Iya ibu, bentar!"


Maya membuka pintu dengan perlahan dan terlihat ibunya yang membawa makanan dan obat, setelah itu duduk berdekatan dengan anaknya.


"Iya bun, tiba-tiba kepala Maya sakit, dan Maya ngak bisa nyeimbangin tubuh Maya, dan Maya akhirnya pingsan."


"Astagfirullah! sekarang kamu udah mendingan nak?" tanya wanita itu panik dan memegang kening anaknya.


"Alhamdulillah bun, Maya udah baikan, tadi di sekolah Maya di kasih obat."


"Oh,,, ya udah, ini bunda bawain obat dan makan siang, sekarang Maya minum obatnya biar anak ibu sehat!"


"Iya ibu, makasih udah sayang sama Maya," ucap Maya sembari memeluk ibunya.

__ADS_1


"Iya sayang, kan Maya anak kesayangan bunda dan abah."


Setelah minum obat, Maya merasa baikkan dan bertanya ke ibunya tentang tanda Matahari itu.


"Buk! boleh ngak Maya nanyak sesuatu?"


"Boleh sayang! Maya, mau tanya apa?"


"Di dunia ini, ada ngak yang mempunyai tanda kelahiran yang sama gitu buk?"


"Kalau tentang yang itu ibuk kurang tau, tapi setau ibu yang mempunyai tanda kelahiran itu jarang dan bahkan kalau tandanya sama persis dan letaknya sama itu masih sangat jarang."


"Terus kalau tanda itu sama buk, sama kita dan bentuk dan letaknya terus gimana?"


"Sayang! itu hanya rahasia Allah, atau mungkin kebetulan sama, kok tiba-tiba Maya tanyain itu ke ibu?"


"Iya buk, soalnya tanda yang di tangan Maya, katanya sama dengan punya seseorang, kata teman Maya."


"Udah! jangan di pikirkan, itu semua mungkin hanya kebetulan," ucap ibunya dan menyuruh anaknya istirahat.


"Kamu sekarang istirahat, biar badanmu sehat! agar bisa masuk sekolah besok!"


"Iya ibuk."


Lalu gadis tua itu pergi meninggalkan Maya di kamarnya.

__ADS_1


'Aku harus kasih tau abah tentang semua ini!' batin ibu Maya sembari tersenyum melihat Maya yang mulai memejamkan mata dan menutup pintu.


__ADS_2