HIJRAHKU BERSAMAMU

HIJRAHKU BERSAMAMU
Part 07


__ADS_3

Terlihat seorang laki-laki memandang batu nisan seorang gadis yang telah lama beristirahat di alam abadinya.


"Putri! aku rindu dengan kehadiranmu, setelah sekian lama aku mengunci hati ini untuk semua wanita , namun kini ada seorang wanita yang mampu meluluhkannya dengan sekejap, dan wanita itu memiliki tanda lahir yang sama dengan mu put," ucap Rozi memegang batu nisan kekasihnya.


"Aku tak tau itu bertanda apa put? dan wanita itu jauh berbeda dengan dirimu, berpakaian muslimah, tutur katanya lembut dan juga cantik seperti dirimu."


Putri Adalah kekasih Rozi yang telah meninggal 1 tahun yang lalu, karena benturan hebat di kepalanya, waktu itu Rozi dan Putri pergi jalan-jalan sambil berpegangan tangan romantis dengan penampilan anak zaman Now, lebih pasnya seperti gaya preman.


*Flash back


"Zi! aku bahagia sekali bisa selalu dekat denganmu setiap saat," ucap Putri memandang kekasihnya.


"Iya Put, aku juga sangat bahagia bisa punya pacar seperti kamu," lirih Rozi lalu mencubit hidung Putri.


"Aku ingin mencintaimu sampai mati Zi, ku mohon jangan pernah lupakan aku, seandainya waktu memisahkan kita."


Deg,,, hati Rozi begitu terkejut dengan ucapan Putri.


"Kamu kok ngomong kayak gitu Put? kayak orang yang mau pergi jauh ajha," sambung Rozi terkejut dengan permintaan Putri.

__ADS_1


"Aku ngak akan kemana-mana kok, aku hanya akan tetap di dalam hatimu Zi," lirih Putri tersenyum memegang tangan Rozi.


"Udah! jangan ngomong kayak gitu!" ayok kita pulang! sepertinya mau hujan."


Rozi dan Putri memutuskan untuk pulang menggunakannya motor yang mereka pakai, dengan berpelukan dan bemesraan namun tiba-tiba ada sekelompok genx motor, musuh bebuyutan Rozi mengikuti mereka.


"Aku takut Zi, kenapa mereka mengikuti kita?"


"Kamu jangan panik ya! pegang yang erat agar kamu ngak jatuh!" perintah Rozi sambil menenangkan Putri.


Rozi pun melaju dengan kencang, namun genx motor itu terlalu banyak dan Rozi tidak bisa menghindari mereka dan waktu itu ada sebuah truk yang melintas di hadapannya dan Rozi tidak melihatnya karena dia lebih fokus menghindari genx motor itu.


Terlihat kini Rozi melihat putri yang bercucuran darah yang berada jauh dari dirinya, Rozi mencoba memegang tangan putri namun dirinya tidak kuat dan ikut pingsan.


*Flash on


"Agh,,,, ini semua salahku put, aku yang pantas mati bukan kamu, aku laki-laki tidak berguna," ucap Rozi menepis kasar rambutnya.


"Kamu tidak salah Zi, ini semua sudah jalan takdirku, ikhlaskan aku Zi!" ucap gadis itu menenangkan Rozi.

__ADS_1


"Putri! kamu kah itu sayang?"


Rozi mulai mendengar suara wanita yang dari dulu iya rindukan, dan melihat ke belakangnya.


"Aku merindukanmu Put, kumohon jangan tinggalkan aku lagi!" lirih Rozi mencoba menangkap bayangan Putri.


"Ikhlaskan aku! agar aku tidur nenyaq di alam sana!" perintah gadis itu lembut memakai mukena dan wajahnya pucat.


"Putri!!!"


Rozi terbangun dari tidurnya dan sekarang iya masih di kuburan putri sedangkan hari semakin sore, tak terasa dari pagi dia menemani Putri sampai tidak masuk sekolah.


"Astaga, hanya mimpi, mungkin itu pesan dari Putri agar aku tidak meratapi kepergiannya," ucap Rozi mulai tersadar dari alam mimpinya.


Rozi lalu mencium batu nisan Putri dan menaruh sepucuk bunga mawar kesukaan Putri di atas kuburannya.


"Aku pergi dulu Put, jaga dirimu


baik-baik, aku janji akan berubah," ucap Rozi lalu meninggalkan kuburan Putri dan selalu menenggok ke belakang untuk melihat Putri yang sekarang terkubur di sana.

__ADS_1


'Aku harap kamu bisa berubah Zi! sebelum maut menjemput, karena hari pembalasan itu memang ada,' batin gadis itu lalu menghilang, mengubur masa lalunya yang kelam.


__ADS_2