HIJRAHKU BERSAMAMU

HIJRAHKU BERSAMAMU
Part 03


__ADS_3

"Aku ada di mana?" gadis itu mulai terbangun dari tidurnya, dan merasakan hal aneh dalam tubuhnya.


"Auww,, kepalaku sakit, sebenarnya apa yang terjadi padaku?"


"Kamu tadi pingsan, dan aku bawa kesini, sekarang kamu ada di ruang UKS, sebaiknya kamu istirahat dulu."


Terdengar suara pria yang menyambut ucapan Maya dengan lembut dan merasa khawatir.


"Terima kasih, telah menolongku! dan mana Ochy dan Ara, ku mohon panggil mereka!"


"Okey, tapi kamu jangan banyak gerak dulu!"


Maya mendengarkan ucapan dari pria itu, entah apa yang membuatnya nyaman berada di sampingnya.


"Hem,,, kalian di panggil."


"Terima kasih kak."


"Iya sama-sama."


Pria itu langsung meninggalkan Maya dan pergi dari kerumunan orang banyak, mereka heran melihat tingkah cowok itu.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar May, tadi kami khawatir sama kamu."


Ara dan Ochy mulai memandang sahabatnya dengan sendu, dan merasa ada yang aneh dengan sikap kak Rozi yang mulai perhatian dengan sahabatnya.


"May! kamu tau ngak yang dari tadi nungguin kamu di UKS itu siapa?"

__ADS_1


"Kan kalian yang tungguin aku dari tadi."


"Iya kami, tapi tadi kak Rozi khawatir banget sama kamu, padahal pas kamu pingsan dianya malah cuek."


Gadis itu terheran-heran dengan ucapan sahabatnya.


"Mungkin di mau nolongin aku, tapi keburu yang lain, makanya ngak


sempat."


"Ngak May, tatapannya itu lain ke kamu, kayak ada perasaan cinta gitu."


"Udah! kamu ini Ara, Maya lagi sakit malah di ceritain kayak gituan.


Ochy memarahi sahabatnya karena mengganggu pikiran Maya yang sedang sakit untuk saat ini.


"Maaf May!" gadis itu meminta maaf ke Maya dan merasa bersalah.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Agh,,,, kenapa gue merasa lemah kalau ada di dekatnya."


Terdengar suara laki-laki, yang kini merasa aneh dengan hatinya, ada perasaan khawatir dan bimbang menyelimuti batinnya.


"Sebenarnya lo siapa sih? kenapa gue bisa selemah ini berada di dekat lo May, lo siapa sebenarnya, dan tanda matahari itu?"


Rozi merasa semakin bingung dengan perasaannya saat ini, pria itu mencoba mengingat tentang tanda itu, tapi tak ada jawaban yang tepat untuk menjawabnya.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Hem,,, jadi lo suka sama cewek muslimah itu?"


Widya, mendekati Rozi dan merasa kesal dengan semua itu.


"Diam! lo, semua itu ngak ada urusannya sama lo!"


"Gue sahabat lo dari dulu Zi, dan bahkan gue udah anggota lo pacar gue, tapi lo selalu nolak gue."


"Karena gue ngak akan pernah cinta sama lo Widya."


Rozi menatap tajam ke arah Widya, yang sembari memandangnya dengan kesedihan.


"Pokoknya gue akan menyingkirkan siapapun yang coba berani rebut lo dari gue."


Widya, mulai mengeluarkan kata-katanya, dan mengancam Rozi untuk tidak dekat dengan siapapun


"Lo bukan siapa-siapa gue! bokap gue ajha ngak bisa ngatur gue, dan lo jangan sok-sok'an mengikat gue Widya, atau gue akan musnahin lo dari muka bumi ini."


Widya yang mendengarkan hal itu merasa ketakutan dan memilih untuk pergi meninggalkan Rozi.


"Pergi! jauh-jauh dari gue!"


"Sial! bisa-bisanya lo permaluin gue Zi."


Widya mulai melangkah pergi dan mendekat ke ruang UKS melihat keadaan Maya, cewek muslimah yang beraninya merebut hati Rozi darinya.

__ADS_1


"Awas ajha! hidup lo gue akan buat menderita."


Widya merasa kesal dengan Maya, dan berniat untuk menyingkirkannya, namun Widya akan memberikan peringatan keras terdahulu untuk gadis itu sebelum menghancurkannya.


__ADS_2