HIJRAHKU BERSAMAMU

HIJRAHKU BERSAMAMU
Part 15


__ADS_3

"Terima kasih telah memberi ku kebahagiaan dan itu terletak pada dirimu." ( 💞 Rozi 💞 ).



Rozi Lalu melangkah dan duduk berhadapan dengan Maya, yang waktu itu terdiam membisu melihat para akhwat bersorak melihat Rozi.


Namun tidak bagi Maya, iya sangat pantang untuk terlalu berlebihan mengagumi ciptaan Allah, karena Allah lah yang paling sempurna dan berhak untuk di puji.


"Wa'alaikumsalam," lirih Maya lembut menjawab salam Rozi.


"Sumpah! kak Rozi keren banget," sambung Ara.


"Iya kak, hampir semua para akhwat di sekolah ini mengagumi kakak.


Rozi yang mendengar hal itu, hanya tersenyum memandang Maya.


"May!" panggil Rozi.


"Iya kak," jawab Maya lembut.


Masyaallah bos, gue klepek-klepek denger suaranya," lirih Iruan dan Rian yang berada di belakang Rozi.


Rozi langsung menyenggol anak buahnya dan menatap tajam ke arah mereka.


"Aku dengar Maya ada pengajian ya, nanti malam? kakak boleh ikut ngak?"


"Dari mana kak Rozi tau? Maya kan belum cerita."


"Apa sih yang ngak aku tau tentang Maya," ucap Rozi tersenyum.


"Gaiz! tumben seumur hidup gue lihat bos Rozi gombalin cewek," puji Iruan menghadap ke semua para akhwat dan ikhwan yang ada di sana menyaksikan mereka.


Para Akhwat yang ada di sana kebanyakan tidak menyukai Maya karena mampu meluluhkan Rozi yang dulunya dingin, pendiam, cuek dan juga kejam, mampu iya luluhkan dalam sekejap.


"Sok kecantikan banget tuh Maya, di gombalin sama kak Rozi."

__ADS_1


"Cewek muslimah kok genit banget."


"Percuma nutupin aurat kalau ujungnya merayu para ikhwan yang terpopuler di sekolah ini."


"Hus,,, kalian ngak boleh ngomong kayak gitu!" bela Ana teman sekelas Maya.


"Alah,,, lo belain dia karena mau caper kan lo ah?"


"Lo sama Maya sama ajha! percuma berjilbab syar'i kalau masih akhlaknya rusak, mending kayak kita berjilbab apa adanya menunjukkan sifat kita."


"Astagfirullah! kalian ngak boleh ngomong kayak gitu! hijab ini tidak harus kita mempunyai akhlak yang baik, apabila kita menunggu akhlak kita baik terdahulu, terus kapan kita akan menutup aurat."


" Alah,,, lo jangan ceramahin kita deh! yok gaiz! kita pergi ajha di sini gue


bisa-bisa mati kegerahan dengerin orang ceramah."


Para fans Rozi pun pergi meninggalkan kelas Maya setelah puas mengejek adik kelasnya yang berjilbab syar'i.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Ngapain Maya ngundang Tama juga sih


"Makasih ya Maya, udah mau ngundang aku?"


"Iya kak, sama-sama."


"Maya yang cantik dan solehah! kita boleh ikut kan?" ucap Iruan dan Rian cengegesan.


"Apa'an sih lo," lirik Rozi tersenyum sinis ke arah mereka berdua.


"Yah bos, kita juga kan mau ikut pengajian, lumayan nanti kita ketemu sama cewek yang muslimah seperti Maya juga."


Maya yang mendengar hal itu hanya tersenyum melihat tingkah konyol dari anak buah Rozi.


"Kalian semua Maya undang!"

__ADS_1


"Yes yes kita di undang," tawa mereka bahagia.


"Hus,,,, kalian jangan bikin gue malu di hadapan bidadari gue, atau kalian akan tau akibatnya nanti," bisik Rozi mengancam mereka.


Mereka berdua langsung diam dan tak berani berkutik lagi.


"Bos! serem banget sih."


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Rozi kemana ya? dari tadi gue cari'in ngak ketemu juga," keluh Widya berjalan mondar-mandir di depan kelas.


Bruk..... Bruk..... Suara Widya menabrak Tama yang akan masuk ke dalam kelas.


"Lo punya mata kan?" cetus Widya menyalahkan Tama.


Tama yang mendengar ocehan dari Widya hanya fokus dengan buku yang di pegangnya.


"Woy! gue ngomong sama lo."


"Oh,,, lo ngomong sama gue ya? kirain sama anak tuyul tadi," ejek Tama mendengar ocehan Widya.


"Bisa ngak lo hargai gue sedikit ajha!" ucap Widya geram.


"Kalau lo mau di hargai sama orang, lo juga harus belajar menghargai orang lain juga!" jelas Tama cuek.


"Ya terserah guelah, hidup-hidup gue."


"Siapa juga yang mau ngatur hidup lo, gue masih banyak pekerjaan, dan


siap-siap ajha lo di cuekin sama semua orang," ketus Tama lalu pergi meninggalkan Widya yang kesal.


"Nyebelin banget sih tuh orang, dari dulu sampai sekarang ngak pernah berubah sikapnya ke gue."


Widya lalu kembali mencari keberadaan Rozi yang dari tadi menghilang bersama anak buahnya.

__ADS_1



__ADS_2