Hobi Beloved

Hobi Beloved
2


__ADS_3

masuk ke cerita..


seorang gadis lahir dari keluarga yang terbilang sederhana tapi bisa dikategorikan menengah kebawah, dari pasangan Kim Ha Yin (ibu) dengan Kim Sung Bin (ayah)


sang ibu yaitu Kim Ha Yin atau biasa dengan sebutan bibi Yin sebenarnya kelahiran kota Namwon


Namwon adalah sebuah kota di Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan. Namwon berjarak sekitar 50 menit dari ibukota provinsi Jeonju, yang berjarak hampir tiga jam dari Seoul. Bunga resmi khas Namwon adalah Royal Azalea sedangkan burung khas Namwon adalah burung layang-layang.


sementara sang ayah yang bernama Kim sung Bin atau biasa dipanggil dengan nama paman Kim Bin berada dari kota Suncheon


Suncheon adalah sebuah kota di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan. Ini adalah kota industri dan pertanian yang indah dengan populasi sekitar 250 ribu jiwa di dekat Teluk Suncheon. Terletak di sudut tenggara Jeollanam-do, kota ini berjarak lebih dari satu jam di sebelah tenggara Gwangju


jadi terletak cukup jauh asal kelahiran yin dan bin tapi mereka saling bertemu ketika sama sama bekerja di kota Gurye


Gurye adalah sebuah kabupaten di provinsi Jeollanam-do, Korea Selatan. Gurye adalah kota pertanian kecil yang indah yang terletak di antara Jirisan dan Sungai Seomjin.


Gurye adalah satu-satunya zona pariwisata dan rekreasi khusus yang ditunjuk di seluruh Jeollanam-do


dan bekerja dikota terpencil yang sama inilah awal pertemuan mereka hingga memutuskan menikah


tapi setelah menikah mereka memutuskan tinggal di kota itu, kota gurye, sampai sebelum akhirnya mereka pindah kota ketika sang anak mulai beranjak remaja dan kebetulan karna tuntutan pekerjaan dari sang ayah membuat mereka harus ikut pindah yaitu di kota Mokpo


Mokpo adalah sebuah kota di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, yang terletak di ujung barat daya Semenanjung Korea, dekat dengan gunung Yudal.


Mokpo memiliki layanan kereta cepat berkecepatan tinggi ke Seoul, dan merupakan terminal bagi sejumlah rute feri yang melayani pulau-pulau di Laut Kuning yang berdekatan dan Taman Maritim Nasional Dadohae.


disinilah kehidupan sekolah sang anak dimulai..


oh ya belum dikenalkan siapa nama anak dari paman Bin dan bibi Yin ya, gadis itu lahir dengan mana Kim Sara, atau banyak yang memanggil nya dengan sebutan Kim karna ambil singkatnya saja tapi aku aku pakai nama full setiap tulisan ku ya, yaitu Kim Sara


okeh cerita dimulai saat mereka masih tinggal di gurye, dimana saat kimsara baru bisa makan sendiri, jalan sendiri dan mulai mengerti benda benda disekitarnya bahkan mulai bisa berbicara


ketika itu sang ayah datang yaitu Bin, menyapa sang istri yaitu Yin yang duduk dengan anak mereka


"makan sudah kusiapkan upa" kata yin


"iya, sebentar lagi aku makan, aku mau kasih kabar" kata bin


"apa?"


"soal libur tahun baru ini, aku dapat hadiah dari bosku untuk berlibur, boleh ajak kamu dan kim"


"oh ya?"

__ADS_1


"ke Jeonju, disana banyak tempat wisata menarik, kita bisa jalan dan liburku mulai lusa"


"waah siap siap, berapa hari pa?"


"5 hari, sebenernya seminggu tapi yasudah lah 5hari saja, sisanya kita untuk istirahat"


"okeh"


mereka merencanakan pergi berlibur ke kota Jeonju


nah.. Jeonju adalah kota di Korea Selatan bagian barat. Daerah ini dikenal karena Jeonju Hanok Heritage Village, sebuah area rumah-rumah tradisional, toko-toko kerajinan dan kedai makanan.


Di area pedesaaannya, ada Kuil Gyeonggijeon yang dibangun pada abad ke-15 dan memiliki potret raja-rajanya. Ada juga Museum Anggur Tradisional Korea Jeonju yang menunjukkan pembuatan anggur beras lokal pada para pengunjung desa.


Omokdae dan Imokdae adalah paviliun bukit yang sudah berusia berabad-abad dengan pemandangan indah.


disini lah awal mereka memutuskan berlibur bertiga setelah lahirnya Kim, mereka jalan, jajan, makan, dan datangi beberapa detinasi disana, semua berjalan lancar hingga hari kelima mereka pulang dan beristirahat dirumah lagi


"upa, nanti kalau dapat kesempatan berlibur lagi ambil libur kekota itu saja ya" kata yin


"karna bagus kan memang" kata bin


"iya karna bagus juga tapi karna tidak terlalu mahal kan, destinasi yang yaa murah dan sederhana lah tapi cukup bagus" kata yin


"iyaa"


disaat usia kimsara sudah masuk tahun ketiga, disini dimulainya tentang kelebihan sang anak yang baru disadari oleh orangtuanya


dimana ketika sedang duduk berdua dengan sang ibu karna ayahnya bekerja, kimsara memanggil ibunya


"umaaa" panggil kimsara


"ya nak" jawab yin


"uma, ada kakak duduk disini dari tadi temani aku, dia siapa?"tanya kimsara


"kakak? kakak siapa? dimana?"


"kakak perempuan, aku tidak tau namanya tapi dari tadi duduk dimeja ini"


"tidak ada siapa siapa kok kim, kamu jangan aneh aneh, makan" kata yin


yin saat itu tidak memikirkan tentang gadis yang dimaksud anaknya adalah seorang hantu tapi disangkanya adalah maling atau penjahat lainnya yang berusaha mengganggu anaknya, tapi ia mencari disekeliling rumah tidak ada siapapun

__ADS_1


sorenya saat bin datang, kebetulan kimsara sedang tidur


"upa" sapa yin


"ya, kamu kenapa?" tanya bin


"ada yang mau kubicarakan soal tadi"


yin mulai menceritakan tentang apa yang dilihat oleh kimsara tadi siangnya, dan malah masih berpikiran jika itu adalah penjahat jadi merasa kuatir, bin meminta setiap ia pergi bekerja, membuka gorden jendela saja, tidak membuka jendela atau pun pintu sama sekali sampai bin pulang


hari berlalu, ketika bin tidak bekerja, karna bosnya ada beberapa urusan, tentu membuatnya lebih santai bisa dirumah main dengan sang anak


saat duduk berdua dengan sang anak sementara istrinya menyiapkan makan siang untuk mereka, begitu aneh dilihat oleh bin ketika melihat sang anak mengatakan jika ia memiliki teman baru


"upa" sapa kimsara


"ya nak" jawab bin


"aku punya teman baru dan kakak baru, dia cantik, baik juga, selalu menemani aku" kata kimsara


"siapa?"


"ini, disampingku"


melihat disamping anaknya tidak ada apa apa, tapi saat yin mendekati bin dan anaknya, ia melihat sebuah mainan disamping anaknya bergerak sendiri


"upa, itu mainan kim gerak, siapa gerakin?" bisik yin


"astaga" ucap bin kaget melihat mainan itu bergerak


disinilah baru mereka sadar apa dan siapa yang dimaksud oleh sang anak adalah gadis yang menemaninya


"apa kamu sudah lama berteman?" tanya bin


"dia dulu punya rumah ini, jadi sebelum kita kan dia ada" kata kimsara


"ohya?" tanya bin


"iya katanya upa"


"ahh"


"uma mau bicara sama teman kamu boleh kan?" tanya yin

__ADS_1


"boleh uma, dia dengar kok, bicara saja"


"bantu jagain kim ya" kata yin


__ADS_2