
saat bersamaan, Jae un datang menghampiri Jimin yang berada disatu ruangan bersama Jungkook, seketika ia kaget karna melihat Moonsana tepat berada didepan wajah Jungkook
"Jekey" teriak Jae un
"ahh" ucap Jungkook kaget
"kenapa kamu?" tanya Songyung yang juga baru masuk
"tidak, aku hanya takjub saja melihat penampilan rambut Jekey" kata Jae un
"ahh astaga kupikir kau kenapa" jawab Jungkook
dan dari sana lah, Moonsana yakin, jika Jae un bisa melihat astral, Moonsana pun berjalan melewati Jae un yang ia yakin, Jae un benar benar bisa melihatnya tapi mencoba menyembunyikannya
lalu Moonsana pergi kearah Kimsara, melihat Kimsara duduk Moonsana datang dan menjelaskan tentang kebenaran jika Jae un sixthsense juga, hanya bisa melihat astral tapi tidak bisa berkomunikasi saja
malamnya tiba.. saat Kimsara masih menunggu bangtan masih latihan, karna memang sudah tersisa hari itu untuk latihan dan besok untuk mereka mengadakan konsernya
"jagi, kamu gak dicari sama paman dan bibi?" tanya Hoseok
"tidak, aku sudah berpamitan kan" jawab Kimsara
"kalau kemalaman bagaimana? aku belum bisa antar sekarang, masih belum selesai ini, kamu masih mau kan menunggu?" tanya Hoseok
"iya, aku tunggu kamu kok, sana dah, lanjutin"
saat waktu senggang, Hoseok selesai mengisi waktu istirahatnya dengan Kimsara dan lanjutkan latihan, Kimsara menunggu dengan setia disana, lalu ia melihat jika ada kesempatan ia menyapa Jae un
Kimsara pun berjalan lalu berdiri disamping kiri Jae un dan menyapanya, Jae un menyapa balik dengan ramah kearah Kimsara karna tau jika Kimsara adalah teman dekat dari idol yang ia urus jadi terbilang orang penting juga
tapi ia kaget karna hantu yang ia lihat di cermin wardrobe tadi muncul tepat di belakang sebelah kanan Kimsara
"apa kamu bisa melihatnya?" tanya Kimsara
"emm, siapa?" tanya Jae un
"gadis di belakang samping kanan ku? bernama Moonsana, dia hantu yang bersama ku sejak kecil" kata Kimsara lagi menjelaskan
"ahh, apa yang kamu katakan, aku tidak tau" kata Jae un
"jangan berbohong, aku tau dari Moonsana, kamu sixthsense, bisa melihat hantu" tanyanya
"ahh aku...." ucap Jae un terdiam
"kenalkan, aku Kimsara" kata Kimsara
"ahh salam kenal, aku Jae un.. aku juga staff baru disini" sapa Jae un
"ahh. iya aku sudah tau, karna memang baru melihatmu"
"jadi kamu?" tanya Jae un
__ADS_1
"yap, aku memang bisa melihat bahkan berkomunikasi"
"sejak kapan kamu bisa?"
"sejak lahir, sejak aku ada dibumi pastinya"
"ahh, apa ada keturunan?" tanya Jae un
"tidak ada" jawab Kimsara santai
"ah masak tidak ada?" tanya Jae un lagi
"iya, jadi aku anggapnya saja ini hadiah dari Tuhan"
"ahh bener juga, kalau aku keturunan dari nenek ku, dan kakek buyutku, tapi orangtua ku tidak, bibi ku dari ayah ku iya" jelas Jae un
"emm keturunan berarti ya dapatnya kamu?"
"begitu lah, jadi dari lahir tapi karna keturunan, ya kupikir sama lah, ini juga hadiah dari Tuhanku"
mereka mengobrol disana dan saling berkenalan, mereka cukup cocok karna memang mereka bisa dikatakan satu aliran urusan astral dan para teman teman gaib lainnya
tak cukup banyak yang di obrolkan, tapi mereka sudah saling bertukar nomor hape untuk tambah teman saja dan tak lebih, tiba tiba Hoseok datang
"ahh Sara, disini kamu? aku mencarimu dimana mana" kata Hoseok
"oh, iya aku disini, ini sama Jayun" kata Kimsara
"baru kok J-hope, kita berkenalan baru ini" jawab Jae un
"Sara.." ucap Hoseok meliriknya
"kata Moonsana, dia bisa melihat astral, untuk itu aku menanyakannya"
"ooh, oh ya? bener?" tanya Hoseok kearah Jae un
"iya J-hope, aku bisa" jawab Jae un
"indigo berarti?" tanya Hoseok
"bukan, kalau di sixthsense saja, karna hanya bisa melihat" jawab Kimsara
"ahh, lalu?" tanya Hoseok
"tapi kamu bisa mengerti kalau ada yang bicara gitu padamu?" tanya Kimsara
"sejauh ini sih hanya bisa melihat mereka saja, tidak pernah berkomunikasi" jawab Jae un
"gak coba mengasah?" tanya Hoseok
"ya mengasah juga kalau memang tidak bisa, dia tidak akan mengerti, karna begitu kan gak semua orang bisa" jelas Kimsara
__ADS_1
"ahh" jawab Hoseok
"J-hope, apa kau tau soal.." kata Jae un terpotong
"iya, aku tau, Sara pacarku, mana mungkin aku tidak tau soal dia" kata Hoseok
"hemm dasar" kata Kimsara tersenyum malu
"ahh" jawab Jae un
"sudah, ayo kesana, jangan disini, berdiri saja, aku capek" kata Hoseok
"iya ayo" jawab Kimsara
Hoseok dan Kimsara pergi dan Jae un kembali beraktifitas, sambil duduk bersama, Kimsara sangat ingin menceritakan soal hubungan Jisun dan Nayon, tapi ia tidak bisa mengatakannya takut membuat pikiran Hoseok terbelah
setelah selesai, larut malamnya, Kimsara pulang diantarkan Hoseok, Songyung dan Nayon, karna Hoseok pergi memang harus bersama dengan dua staff nya
sesampainya di rumah Kimsara, sudah ada Bin menunggu diluar, karna tidak enak, Hoseok pun mendekati Bin dan meminta maaf karna mengantarkan Kimsara pulang cukup malam
"Kim.. kenapa baru pulang?" tanya Bin
"iya pa, tapi Kim sudah kirim pesan kan" kata Kimsara
"iya. tapi upa kuatir, mau upa jemput, kamu gak mau"
"paman, maafkan saya sudah mengantarkan pulang tengah malam" kata Hoseok
"iya gakpapa Hoseok, saya hanya kuatir, tapi kalau kamu benar menjaga anak saya ya saya gak jadi kuatir kok, makasih ya sudah antar pulang Kim" kata Bin
"iya paman, maaf paman, saya langsung pamit juga paman" kata Hoseok
"oh, gak masuk dulu ini?" sapa Bin
"sudah paman, besok masih ada acara pagi sekali"
"ahh baiklah. terimakasih ya"
"iya paman, sama sama"
Kimsara pun masuk, mandi lalu tidur, esok paginya, sepagi mungkin bangun, Kimsara berniat akan datang acara bangtan, karna ia janji akan menemani Hoseok di konsernya itu tapi saat bangun, ia bersiap mandi lagi dan mulai berdandan tipis, Bin datang kekamarnya
"Kim.. mau pergi?" tanya Bin
"ke acara nya Hoseok pa, upa bangun pagi sekali, ada apa pa?" tanya Kimsara
"oh, kamu ada acara ya, upa mau minta antar kamu pergi kerumah lama, upa pengen lihat disana" kata Bin
"ahh, memang upa gak kerja?"
"kerja tapi sepi akhir akhir ini, jarang ada yang membangun rumah kan"
__ADS_1
belum dijelaskan sejak awal, ayah Kimsara atau Bin, bekerja diproyek untuk pembangunan gedung, rumah, dan tempat tempat lainnya, karna sering juga sepi semakin hari orang jarang ada yang memakai jasa kuli jadi ia jarang ada pekerjaan, tentu jarang juga ada pemasukan