
berkembang pesatnya Kimsara dalam urusan materi, Kimsara kadang juga berpikir ia memiliki kekuatan kepintaran dari mana, ia jelas bersaksi, tentang Moonsana yang tidak pernah membantunya
saat duduk dimeja belajarnya dikamar, Kimsara memikirkan banyak hal tentang kepintarannya itu membuatnya menjadi risih, karna ia tidak mau pintar, karna baginya, pintar adalah beban
"Kimsara" kata Moonsana
"ya" jawab Kimsara
"aku tau apa yang kamu sedang pikirkan" jawab Moonsana
"emm, aku juga bingung kenapa bisa seperti ini, masak masih alasan Ji kyo ah?" tanya Kismara
"sejujurnya aku yang mentransfer semua kepintaranku kepadamu, sepertinya kamu sudah tau bukan soal aku yang sangat ingin bersekolah tinggi?" tanya Moonsana
seketika itu, Kimsara menatap wajah Moonsana dan ia sempat mengingat ketika ia duduk dibangku sekolah dasar memang Moonsana pernah menceritakan semuanya tapi waktu itu ia belum paham maksud semuanya tapi kali ini ia begitu paham
"jadi.." kata Kimsara
"iya, aku memang tidak membantumu selama mengerjakan tugas selama ini, tentang Ji kyo ah mungkin memang ada sedikit yang tempel kepada kamu membuatmu terbiasa menjadi rajin bejalar dan pintar, tapi aku sedikit membantumu" kata Moonsana
"Moonsana, itu tidak sedikit, dari apa yang kamu berikan, sekarang hasilnya aku seperti sekarang" kata Kimsara
saat Bin disuruh sang istri untuk memanggil Kimsara karna waktunya makan malam, tapi ia melihat Kimsara mengobrol seperti dengan seseorang yang tidak dilihat oleh Bin
mungkin karna terlalu lama, Yin menyusul sang suami
"kenapa malah gak dipanggil?" tanya Yin
"ssst" ucap Bin memberikan kode agar Yin diam
disana lah Bin dan Yin mulai menguntit Kimsara, karna ia juga penasaran apa saja yang dikatakan Kimsara, dan mereka mendengar ternyata Kimsara sedang mengobrol dengan Moonsana
mereka berdua mendengarkan sejak awal percapakan Kimsara dengan Moonsana didalam kamar itu, tapi sesaat ketika Kimsara sedang mengobrol dengan Moonsana, pertama kali dalam sejarah Bin dan Yin menampakki sosok Moonsana seperti apa
"astaga, uma, kamu melihatnya?" tanya Bin
"apa kamu juga melihat sosok itu?" tanya Yin
"iya" jawab Bin
yap, Moonsana seketika terlihat oleh kedua mata Bin dan Yin, orang tua Kimsara yang selama ini juga bisa menerimanya sebagai teman "gaib" sang anak
dan Moonsana terlihat kepada mereka ketika Moonsana menyatakan rasa terimakasihnya kepada Kimsara, rasa terharu nya karna Kimsara masih bersamanya meskipun banyak sekali yang mencoba mengambil Kimsara dari nya
"terimakasih Kimsara sudah menjadi teman ku selama ini, meskipun banyak hantu lain yang jauh lebih baik dari aku tapi kamu masih bersamaku" kata Moonsana
"iya, aku paham akan hal itu, kamu baik, kamu menjaga ku selama ini, aku berterimakasih selalu melindungiku dari banyak hal" kata Kimsara
__ADS_1
dan seketika sosok Moonsana tidak lagi tampak dikedua mata orang tua Kimsara ketika Bin membuka pintu untuk mengajak sang anak makan
"Kim.. makan malam" kata Bin
"iya upa" kata Kimsara
mereka pun menuju meja makan dan makan malam bersama lalu mencoba menanyakan rasa penasaran kedua orang tua mereka
"upa mau tanya boleh?" tanya Bin
"iya, kenapa upa?" tanya Kimsara
"tentang Moonsana" kata Bin
"oh, kenapa pa?" balik tanya Kimsara
"apa dia selalu menjagamu?" tanya Bin
"selalu pa, dia selalu mengekoriku" kata Kismara
"apa dia selalu ikut pergi kemana kamu pergi?"
"iya pa"
"disini? ada dia, disebelah mana?" tanya Bin
"kalau upa mau bilang sesuatu apa dia bisa dengar?" tanya Bin
"bisa lah, memang bicara apa upa?" tanya Kimsara bingung
disana lah ungkapan pertama kali Bin dan Yin tentang rasa terimakasih nya sudah menemani Kimsara dan menjaga bya selama ini
"kami mungkin tidak pernah melihat wujud aslimu, tapi kami yakin kamu hantu yang baik" kata Bin
"terimakasih atas kepercayaan kalian juga kepada ku untuk diperbolehkan tinggal disini bersama kalian" ucap Moonsana yang tiba tiba suara nya terdengar diruang makan itu
"emm untuk saat ini, bisa meninggalkan aku bicara bertiga saja kami dengan Kimsara?" tanya Yin
seketika itu Moonsana menunjukkan jika ia telah keluar dari rumah itu, Kimsara juga mengatakan jika Moonsana sudah berpamitan pergi akan datang besok pagi
"Kim.." sapa Bin
"iya upa, upa sama uma baik baik saja kan?" tanya Kimsara
"iya, kami baik baik saja, sangat baik nak, tapi upa cuma mau tanya soal Moonsana" kata Bin
"apa?"
__ADS_1
"jujur saja baru saja sebelum kami memanggilmu, kami melihat sosok Moonsana disampingmu" kata Bin
"ahh oh ya?" tanya Kimsara
"emm, dia cantik, tidak salah kalau dia baik, saat masa hidupnya bahkan saat ia sudah menjadi hantu" kata Yin
"lalu apa yang menjadi ganjal dipikiran kalian sampai meminta Moonsana pergi?" tanya Kimsara
"tentang kenapa Moonsana tidak pernah merasuki aku atau upa mu" kata Yin
"ahh, soal itu?" tanya Kimsara
"iya"
"aku sudah memintanya tidak merasuki kalian, dan hantu lain juga tidak akan bisa merasuki kalian karna aku sudah menutup bagian tubuh dari kalian yang bisa dirasuki hantu, jadi semua hantu apapun, kekuatannya sehebat apapun, aku mampu membuat mereka tertolak oleh tubuh kalian" kata Kimsara
"ahh, jadi karna itu, pantas saja, kami berpikir, kamu bisa berkomunikasi tapi tidak ada dari mereka bisa merasuki kami" kata Bin
"iya upa, uma, orang yang kusayang tidak akan kubiarkan tersakiti oleh dampak aura mereka, karna terkadang ada yang tidak kuat setelah mereka merasuki manusia itu" jawab Kimsara
"lalu Yui? kenapa dia bisa sesering itu kerasukan ya? aku jadi merasa ngeri" tanya Yin
"karna tubuh Yin sejuk, jadi mereka dengan mudah masuk, dan aku sengaja tidak menutup bagian tubuh itu, karna aku memang merasa berkomunikasi dengan cara itulah Yui mampu menyeimbangkan dua orang tuanya"
"ahh iya juga"
mengingat tentang Yui, Kimsara berpamitan malam itu akan pergi kerumah Yui, dan Bin mengantarkannya
"oh iya upa, malam ini aku pergi kerumah Yui ya" kata Kimsara
"oh yaudah upa antar" kata Bin
"jangan upa, aku bisa panggil lagi Moonsana"
"ehh udah, uma juga mau ikut lah, kita sudah lama tidak main kesana sejak kamu tidak satu sekolah lagi dengan Yui" jawab Yin
"oh iya juga ya" jawab Kimsara
setelah sampai, baru Kimsara menjelaskan tentang niatnya mendatangi rumah itu untuk menceritakan tentang kepulangan Lau
"Kim.. kamu kenapa tidak bilang?" tanya Yui
"astaga pantas anak itu tidak lagi terlihat" kata ibu Yui
"bibi, paman, Yui.. maaf, aku terpaksa karna Lau memaksaku"
"kami tidak marah Kim.. justru berterimakasih, kamu sudah membuat kakakku jauh dalam kehidupan lebih tenang lagi disana" kata Yui
__ADS_1