
mendengar itu, Hoseok senang bukan main, karna ia tau yang dimaksud Kimsara adalah hati miliknya, tapi Lian he yang bingung
"kenalkan dulu, ini Hoseok" kata Kimsara
"ahh Lian he, saya teman di kepolisian" kata Lian he
"Hoseok, salam kenal" jawab Hoseok
"jadi, Hoseok ini pacarku, Lian, jadi tidak mungkin aku disentuh lelaki lain didepan mata pacarku" kata Kimsara
"ahh iya aku paham, maaf maaf" kata Lian he
dan disana Lian hee pertama mengenal Hoseok sebagai pacar Kimsara, tapi Lian hee berpikir, apa yang Kimsara lihat dari Hoseok, karna dalam standart ketampanan, memang kauh lebih tampan Lian he apalagi profesi nya adalah polisi, tapi meskipun begitu Lian he tetap menghargai apapun pilihan dari Kimsara yang sudah ia anggap seperti adiknya
setelah kasus selesai, Kimsara pulang kerumah diantarkan Hoseok dan sampai dirumah, Kimsara melihat pesan masuk dari bank tentang bayaran yang masuk karna tugasnya selesai
"jagiya, kalau mau ikutin kasus kasus kepolisian begitu dimana?" tanya Hoseok
"untuk apa?" tanya Kimsara
"untuk aku tau kasus kamu selesai kan"
"ada situs resmi kepolisian, biar kukirim"
"ahh ini masuk, di link ini?"
"iya tapi disana tidak akan ada berita tentang kasus itu diselesaikan olehku, tapi beritanya hanya kasus yang keluar saja" kata Kimsara
"loh memang kenapa?" tanya Hoseok
"ya kan aku sudah bilang, waktu di danau itu, jika aku tidak akan dibawa bawa karna aku intel kepengurusan roh dan mayat mayat yang akan kutemukan kan" kata Kimsara
"ahh, gitu? kenapa tidak diumumkan saja itu adalah tugasmu dan karna kamu terbongkar semua kasus"
"bahaya lah jagiya, yang ada keluarga dan kerabat pelaku yang masih hidup tidak akan tinggal diam tau aku yang menginvestigasinya dan membongkarnya"
"ahh iya juga ya"
hari berlalu, dimana saat tidak ada pekerjaan, Kimsara baru bisa ikut dengan Hoseok untuk janji mereka mengajak jalan dan mentraktir semua member bangtan atas perayaan hari jadian mereka
sesampainya di dorm bangtan
"jagiya.." sapa Kimsara
"hai, jagiya, sudah siap siap semua tuh, pakai dua mobil saja ya, kita bareng 2 kru buat setirnya, gakpapa kan?" tanya Hoseok
"ahh boleh"
tak lama satu persatu member bangtan datang dan menyapa Kimsara
"kita pergi kemana nuna?" tanya Jimin
"jalan saja, ke fast mall yang paling dekat"
"ahh padahal aku ingin pergi ke doggie" kata Seokjin
__ADS_1
"yaudah nanti kesana juga"
"ahh bener kah Sara?" tanya Seokjin
"emm, iya lah, udah berangkat sekarang kah?"
"iya udah ayo" ajak Hoseok
pergi makan dulu, untuk mengisi perut sebelum berkeliling, lalu pergi ke time zone, wahana permainan di salah satu lantai di mall itu
"hyung.. nuna.. setelah ini, di mall nya ke time zone dulu ya" kata Taehyung
"ahh iya, aku pingin main disana" kata Jungkook
"iya nanti kesana habis ini" jawab Hoseok
dan setelah selesai malam, menuju ke time zone, semua bermain dengan puas dan menikmati semuanya, setelah bosan mereka pergi ke bioskop di mall itu, menonton film yang lagi ramai pada saat itu, tadinya, Suga dan Seokjin menolak karna mereka tidak suka dengan drama apapun
"ahh kenapa menonton, jangan menoton, banyak yang lainnya kan" kata Yoongi
"iya sudah ayp hyung kemana" kata Hoseok
"ahh ayolah Suga hyung, kami ingin sekali menonton" kata Jimin
"iya hyung ih, aku ingin melihat film yang lagi ramai itu, pemainnya bagus bagus, keren semua" jawab Taehyung
"ahh aku juga tidak suka drama, jangan menonton, yang lain saja Sara" kata Seokjin
"hyung, nonton ya" kata Jungkook ke arah Hoseok
mulai dari drama china, thai, amerika, dan beberapa negara lain termasuk korea sendiri pastinya
"waaah disini ternyata lengkap juga ya" kata Hoseok
"kamu mau nonton yang drama dari mana?" tanya Kimsara kepada Hoseok
"ini saja bagus ini" kata Taehyung
"ini.. jagi mau?" tanya Hoseok kearah Kimsara
"iya sudah ayo" ajak Kimsara
"yaudah deh, ayo ini" kata Hoseok
"naaahh gitu dong, ayo ayo, tapi ada pop corn, beli hyung" kata Taehyung
setelah memilih pada drama korea yang sedang diperbincangkan, Kimsara pergi untuk membeli popcorn, 4 bungkusan jumbo jadi 2 member satu bungkusnya
Seokjin bersama Namjoon
Taehyung dengan Jimin
Yoongi dengan Jungkook
Hoseok dengan Kimsara
__ADS_1
dan selesai menonton, mereka keluar..
"makan yuk, lapar" kata Seokjin
"hyuuung, perutmu terbuat dari apa?" tanya Namjoon
"Rm, gak usah kau tanya, kau tau perutku dari apa? dari karet, puas hah?" jawab Seokjin
dan mereka kembali pergi makan, karna paksaan Seokjin juga dan mereka makan lagi disalah satu lapak di mall itu, setelah nya mereka duduk dulu beberapa menit
"kemana lagi?" tanya Kimsara kepada Hoseok
"ahh nuna, karaoke" kata Jimin
"oh ya sudah, boleh, ayo" kata Kimsara
mereka akhirnya memilih karaoke di salah satu bar dan menyanyi disana hingga dua jam, setelah nya mereka keluar dan acara terakhir sebeum pulang yaitu belanja
Kimsara membolehkan semua yang ikut disana untuk belanja dan tanpa ragu mereka memilih semuanya, saat menunggu semua member sibuk memilih beberapa pakaian yang mereka inginkan, Hoseok melihat Kimsara duduk sendirian dan ia menemaninya
"sebelah mana ini aku duduk jagi?" tanya Hoseok
"terserah saja, kosong kok" jawab Kimsara
"ahh, kemana Moonsana?"
"lagi berdiri didepan pintu toko ini diluar"
"kenapa tidak masuk?"
"itu ada hantu hitam besar" kata Kimsara
"ahh jagi, serius?" ucap Hoseok takut
"tidak berbahaya, itu hanya penjaga toko ini saja agar laris" kata Kimsara
"ahh, sebelah mana?"
"bagian tas"
dan ketika melihat di bagian tas, member bangtan malah disana, dan Hoseok kuatir, tapi Kimsara meyakinkannya
setelah berbelanja, mereka pulang, sesampainya dorm, Kimsara diantarkan pulang oleh Hoseok dan salah satu staff utama Hoseok yaitu Song yung
setelah sampai dirumah Kimsara, Hoseok ikut turun dan mengantarkannya sampai depan pintu rumah
"jagi, tadi uang mu aku ganti habis berapa buat bayar kami jalan?" tanya Hoseok
"oh, tadi? sudah lah, aku membayarkannya, kamu tidak perlu menggantinya" kata Kimsara
"ahh jangan lah jagi, biar aku ganti ya, kamu nanti habis uang mu" kata Hoseok
"tidak kok, ada kok, sudah kalau maksa ganti, setengah saja, kita kan merayakan hari jadi, jadi kita patungan"
"nah iya, itu lebih baik"
__ADS_1
Kimsara tidak masalah sebenarnya jika harus membayarkan semuanya seperti tadi, karna semua yang ia keluarkan tadi seharga ia sekali mengusut sebuah kematian