Hobi Beloved

Hobi Beloved
8


__ADS_3

saat menoleh ke arah Yui ternyata sudah dirasuki oleh Lau dan tanpa basa basi Moonsana masuk tubuh Kimsara


disanalah mulai berkenalan, antara Moonsana dan Lau dengan Rami-ran


"kamu mau kenalan? aku Moonsana" kata Kimsara dengan suara Moonsana


"astaga" ucap Ran kaget


"aku Lau xie, kakak laki lakinya Yui" kata Yui dengan suara Lau


"astaga" ucap Ran kaget lagi


"kamu tenang saja, mereka biasa aku rasuki kok" kata Moonsana


"ahh, iya"


"ayo salam kenal" kata Moonsana


"iya iya, salam kenal" kata Ran


sejak itulah mulai berkenalan dengan Moonsana dan Lau membuat nya lebih lega karna sudah tau apa dan bagaimana wujud keduanya


mereka disana mengobrol semuanya mulai dari hidup sampai matinya Moonsana dan Lau masing masing


setelah selesai, Moonsana dan Lau keluar dari tubuh Kimsara dan Yui, lalu mereka pun mengobrol normal lagi


"sudah?" tanya Kimsara


"sudah, sudah, ayo masuk kelas, bentar lagi bel bunyi" kata Ran


"emm"


saat berjalan menuju kelas, kagetnya Ran ketika melihat ada memar merah seperti warna darah dibagian leher kanan kiri Kimsara


"Kim, lehermu" kata Ran


"kenapa?" tanya Kimsara


"oh, itu memang sering terjadi sama Kim, kalau dia sudah kerasukan, jadi kalau ada hantu yang masuk dan dia mengalami luka dibagian apa, dibagian itu juga Kimsara akan memar merah" kata Yui


"ahh, apa iya? sakit?" tanya Ran


"ya tidak, tapi kalau kamu pegang bagian yang merah ini ya sakit lah" jawab Kimsara


"ahh bisa gitu ya? kalau kaki patah gitu? kakinya memar gitu?" tanya Ran


"iya lah" jawab Kimsara


"ah pantas saja, mati nya Moonsana kan patah leher" kata Ran


"begitu memang seterusnya" jawab Yui


"terus kalau yang masuk kakaknya Yui?" tanya Ran


"dia bakalan tidak sadar selama seminggu ya kan Kim?" tanya Yui


"ya tergantung, pokok sakitnya sudah hilang aku bangun kok" kata Kimsara

__ADS_1


"para berarti kalau Lau ya" kata Ran


mereka pun masuk kelas dan mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya lagi, lalu siangnya pulang, esoknya kembali kesekolah, tapi saat mereka seperti biasa, duduk disalah satu meja kursi yang ada dikantin untuk makan, karna meja kursi yang sering dipakai duduk saat istirahat makan dikantin oleh mereka bertiga selalu kosong tidak ada yang mau mendudukinya


karna kata murid lain, mereka takut bekas duduk yang setiap hari diduduki bekas Kimsara, Yui dan Ran


yap, separah itu murid menghindari ketiganya tapi mereka tidak masalah bahkan cuek


saat duduk makan dan memesan makanan lalu duduk bertiga


"selepas disini, kalian kemana?" tanya Ran


"aku belum tau, upa biasanya carikan aju sekolah, kalau aku mau yasudah, tapi kalau gak mau ya terserah aku, nanti gampang lah, yang penting kualiti pelajarannya" kata Kimsara


"aku seperti nya gak disini, appa ku sibuk keluar kota, sepertinya aku mau keluar kota" kata Yui


"kamu Ran?" tanya Kimsara


"sama lah, gak tau, fokus ujian nya buat kelulusan aja dulu" kata Ran


tiba tiba Kimsara berdiri dan pindah duduk disamping Yui, karna tadi ia duduk disamping Ran


"kenapa pindah?" tanya Ran


"Moonsana mau duduk dekatmu" kata Kimsara


"ahh, Kim, bilang sama dia, jangan masuk ke aku ya, aku akan sakit" kata Ran


"bilang saja sendiri" jawab Yui


"ya gimana, aku gak lihat" jawab Ran


"ahh"


tak lama salah satu murid dari kelas berbeda dari mereka bertiga datang menyapa Kimsara


"Kim, ahh kamu dicari sama bu kepala sekolah" kata murid itu


"aku? ada apa?" tanya Kimsara


"tidak tau juga, bilang nya cuma ada perlu sama kamu" kata murid itu lagi


"sama aku dan Yui juga gak?" tanya Ran


"tidak, hanya Kim" kata murid itu


"oh, yaudah aku kesana sekarang, makasih ya" kata Kimsara


Kimsara berjalan menuju ruangan kepala sekolah sementara Yui dan Ran masih duduk dan makan di meja kursi kantin itu


"kok kaya ngeri sih kalau gak ada Kim" kata Ran


"ngeri gimana?" tanya Yui


"dari kita bertiga hanya dia yang bisa bicara sama hantu, kita mana bisa, aku lihat saja enggak" kata Ran


"tapi aku bisa merasakan" kata Yui

__ADS_1


"iya cuma merasakan" kata Ran


"daripada kamu gak bisa sama sekali kan" kata Yui


"ya tapi kamu juga gak bisa lihat juga kan" kata Ran lagi


"iya sih, eh kira kira, ada siapa disini bareng kita ya?" bisi Yui


"iya ya, pasti bukan Moonsana"


"memang kenapa?"


"ya kan Moonsana bakalan ikut kemana mana si Kim"


"oh iya juga"


"tapi kakakmu pasti disini" bisik Ran


"ah, bisa jadi, soalnya dia gak pasti, kadang juga kelayapan"


seketika gelas disana terjatuh sendiri hingga pecah padahal gelas itu berada di tengah meja


"astaga" ucap Ran kaget


"ahh kakak ku nunjukkin dia disini" kata Yui


"ada apa ini?" tanya penjaga kantin


"ahh bu, biar saya ganti uangnya buat ganti gelas itu" kata Ran


"sudah lah, gak usah, bersihkan saja pecahan itu" jata ibu kantin


sementara Kimsara yang masuk ruangan kepala sekolah pun menyapa kepala sekolah disana


"siang bu" sapa Kimsara


"ahh, Kim, masuklah" kata kepala sekolah


"panggil saya bu?" tanya Kimsara


"iya, ada yang mau saya bilang kekamu"


"soal apa bu?"


kepala sekolah menjelaskan jika ia menawarkan sekolah SMA untuk Kimsara, tidak meminta uang bayaran seperti murid lainnya dan mengatakan jika pemilik sekolah sangat kaya raya dan tidak pelit, bisa saja Kimsara diberi uang masukan, kan siapa tau


"kenapa merekomendasikan sekolah itu? bukannya tidak terlalu terkenal karna pemiliknya adalah tentara korea" tanya Kimsara


"soalnya disekolah itu banyak sekali hantu, dan saya pikir kamu pantas sekolah disana, aku juga sudah kasih tau kepada teman ku pemilik sekolah itu tentang kamu"


"oh, iya sudah nanti saya akan bicarakan dengan orangtua saya bu"


"tapi saya mohon mau ya, saya takut orangtuamu tidak menyetujui" kata kepala sekolah


"kalau orangtua ku terserah kataku kok bu, tapi aku tidak enak kalau tidak bicara dengan mereka dulu kan"


"oh iya juga, yasudah, kamu simpan nomor saya, kalau keputusan nya sudah dapat, hubungi saya dinomor ini saja, nanti kita atur waktu lagi untuk datang ke sekolah itu"

__ADS_1


"iya bu"


setelah pembahasan itu, Kimsara keluar dan menyapa kedua temannya yang ada di kantin dan mereka menanyakan ada urusan apa ibu kepala sekolah memanggil hanya Kimsara, tapi Kimsara hanya mengatakan hanya urusan nilai ujian terakhirnya


__ADS_2