
mereka pergi berlari bertiga pagi itu, sesampainya dirumah lagi, mereka beristirahat dan melanjutkan beryoga, melatih keseimbangan pikiran dan tubuh
setelah serangkaian aktifitas olah raga pagi, Kimsara pergi mandi, pun sama dengan Bin dan Yin, setelah mandi, Kimsara duduk diteras, tak lama Yin memanggilnya untuk makan
tak lama ia melihat Hoseok datang bersama dengan songyung dan Nayon, ia pun menyapa mereka yang datang
"hai, ada apa ya kok pagi sekali kesini?" tanya Kimsara
"kamu dari mana? aku telfon tidak diangkat, aku kuatir kamu masih marah, jadi aku minta antar songyung kesini" kata Hoseok
"oh, aku juga ikut mau mengurus soal urusan itu, Jisun, kamu sudah menemui ayah ibunya?" tanya Nayon
"iya belum sih, kenapa?"
"aku anterin siang ini ya? kebetulan bangtan tidak ada kegiatan jadi aku pinjam mobilnya dan bawa supirnya juga si songyung" kata Nayon
"oh, siang ini? bisa kok, boleh deh"
tiba tiba Yin datang melihat ada Hoseok dengan 2 staffnya, sekalian juga mengajak mereka untuk makan pagi disana
"ehh ada orang ternyata, sudah tadi ya? ayp masuk nak Hoseok" kata Yin
"iya bi makasih" kata Hoseok
"loh masuk, kita mau makan pagi, barengan deh, Hoseok ajak juga dua temannya" kata Yin
"tapi bi"
"ahh sudah jangan tapi tapi lagi, ayo Hoseok masuk, ajak tuh dua temanmu"
"udah lah ayo, sekalian nanti biar langsung pergi dari rumahku kan enak sudah makan" kata Kimsara
mereka akhirnya makan bersama dengan keluarga Kimsara disana
setelah makan, mengobrol dulu beberapa menit lalu Kimsara bersiap siap dulu baru berpamitan kepada ibunya akan pergi
mereka pun pergi berempat, Kimsara dengan Hoseok dibelakang sementara Nayon dengan songyung didepan, sesampainya dirumah Jisun
"ini rumah siapa sih?" tanya songyung
"oh.. songyung belum tau apa apa?" tanya Kimsara
__ADS_1
"ahh, ini rumah temanku, ayah ibunya mau diajak bekerja oleh Kimsara" sambar Nayon
"ahh"
mereka pun masuk dan disambut oleh dua orang dari dalam rumah itu masing masing bernama Jang li (ayah) dan Soo hee (ibu) dimana keduanya adalah ayah ibu dari Jisun
"selamat siang ibu" sapa Nayon
"kamu nak, ada apa lagi ya nak?" tanya Suhi
baru Nayon menjelaskan tentang apa yang dialami nya dan Kimsara tentang Jisun, disana lah seketika Suhi dan Jangli menangis
"apa benar nak, anak saya jadi hantu yang penasaran bergentayangan?" tanya Suhi
"bu, roh Jisun tidak tenang, saya tanya dia tidak menjawab malah berbohong jika ia ingin Nayon tau jika ia menjadi hantu tapi setelah berbicara dengan Nayon dari tubuh saya, dia menjelaskan tentang pekerjaan kalian yang susah karna dia mati" kata Kimsara
"nak, maafkan Jisun ya merepotkanmu sampai sejauh ini" kata Jangli
"pak, buk, saya tidak keberatan, kebetulan saya ada pekerjaan memang buat kalian, karna saya memang lagi butuh orang, dan Nayon membutuhkan bantuan saya juga untuk tidak lagi diikuti oleh Jisun" jelas Kimsara
mereka senang bukan main kedatangan Kimsara benar membuat mereka menjadi lebih senang mendapat kabar itu, karna mendapatkan tawaran pekerjaan dan mereka menerima tawaran itu
"jadi ini rumah milik ibu atau sewa atau gimana?" tanya Kimsara
"yasudah, untuk cicilan yang kurang, biar saya bayarkan, tapi tinggal saja ya didalam rumah saya, ada kok kamar tersedia untuk kalian"
mereka pun pergi kerumah pemilik rumah, meskipun dengan wajah jutek menerima Kimsara dan kedua orang tua Jisun itu
setelah menyelesaikan semua pembayaran, saat akan pulang, Jisun malah membuat onar dengan merasuki tubuh pemilik kontrakan rumah itu
"Jisun, jangan masuk" ucap Kimsara
"Kimsara, dia terlalu bersikap jahat kepada ayah dan ibuku jadi dia harus mendapatkan balasan yang tepat untuk ini" kata Jisun yang merajai tubuh pemilik kontrakan itu
"Jisun" sapa Suhi dengan begitu terharu mendengar suara anaknya
"ma, ini Jisun, ma maafin Jisun ya sudah meninggalkan kalian, Jisun sudah tidak tahan dengan rasa sakit setelah kecelakaan itu" kata Jisun
"nak, maafin appa juga, karna kami kamu jadi tidak bisa tenang dialam mu, karna memikirkan kami" kata Jangli
terjadi lepas rindu disana antara Jisun dengan ayah ibunya, dan dari tubuh pemilik kontrakan itu lah membuat Jisun bisa merasakan kembali memeluk tubuh ayah dan ibunya lagi
__ADS_1
sementara Nayon, Songyung dan Hoseok yang berada disana antara takut karna pemilik kontrakan itu kerasukan Jisun, tapi terharu karna Jisun bisa bicara dan kontak fisik dengan ayah dan ibunya saling memeluk
setelah semua dibahas bersama, Jisun seketika menghadap kearah Nayon, itu membuat Nayon seketika menyembunyikan muka nya dibelakang Songyung karna takut
"Nayon, jangan pernah takut sama aku, aku memang mengikuti mu kemana pun tapi aku tidak mengganggu apalagi mencelakaimu" kata Jisun
"Jisun.. maaf kan aku sudah membuatmu seperti ini" kata Nayon
"yaa, aku terima maaf itu, dan Kimsara.." ucap Jisun
"ya" jawab Kimsara
"terimakasih sudah membantuku dan membantu ayah ibuku, terimakasih juga karna Moonsana begitu baik menerimaku sebagai kakaknya, sekarang aku siap pergi" kata Jisun
"baiklah, biar kubantu dia dulu ya" kata Kimsara kepada Hoseok yang memegangi lengannya sejak tadi
Kimsara pun membantu kembalinya Jisun ke tempat lebih tenang, dan ia berhasil membantu, kini Jisun telah kembali
"sudah buk, pak, Jisun sudah lebih tenang lagi ya, sekarang dia kembali" kata Kimsara
Jangli dan Suhi pun saling berpelukan dan menangis sementara Nayon memeluk Kimsara dengan mengatakan terimakasih atas bantuan yang sebesar itu
mereka kembali ke kontrakan itu untuk membawa baju yang akan Suhi dan suaminya bawa untuk pindah kerumah Kimsara
setelah sampai dirumah lama Kimsara di gurye, Kimsara mengenalkan Jangli dan Suhi kepada Yonsan dan Mingra, lalu menjelaskan tentang pekerjaan mereka nantinya
"dikerjakan dirumah ini jagi?" bisik Hoseok
"iya, aku butuh untuk yng disini" kata Kimsara
"bukannya apa paman Yonsan dan bibi Mingra?"
"sudah, nanti kujelaskan sekalian deh ya"
Kimsara mengatakan jika Yonsan dan Mingra akan bekerja dirumah barunya, untuk bersama mengurus kembali Bin dan Yin sementara Jangli dan Suhi yang menggantikan pekerjaan Yonsan dan Mingra di rumah gurye itu
setelah sepakat, Yonsan mengemasi semua barangnya dikamar nya sementara Jangli menggantikan kamar itu menjadi kamarnya dengan Suhi
"jadi paham pak apa tugasnya kan?" tanya Kimsara
"sudah non, kami paham betul" jawab Jangli
__ADS_1
"pak, jangan panggil saya non, saya tidak suka, panggil saya Kim saja" kata Kimsara