
mengatakan agar membantu menjaga anaknya dan tidak menyakitinya saja, itu yang diminta dari yin saat ini karna bagaimana bisa melarang nya juga kan berbeda dunia, dia mampu melihat yin tapi tidak dengan yin
sejak itulah baik bin dan yin tau jika anak perempuan mereka bisa melihat dan bahkan berbicara dengan hantu
sempat heran dan tidak ada kepikiran sejauh itu juga karna memang tidak ada sama sekali keturunan mereka yang bisa melihat itu
hari berlalu, saat seringnya bermain sendiri, membuat kimsara tidak merasa sendirian, ia selalu ada teman gaibnya itu, sering juga yang datang dan menampakkan diri didepan kimsara tapi masih belum bisa membedakan mana manusia dan bukan
5 tahun sudah usia kimsara, saat ayahnya akan menyiapkan liburan wajib setiap akhir tahun dan awal tahun, mereka menyiapkan pergi bersama tapi kimsara meminta agar temannya ikut
"upa.. kalau teman ikut?" tanya kimsara
"ya boleh, nanti upa belikan tiket juga" kata bin
"iya upa, jadi beli tiketnya 4, buat jaga jagain kin juga kan siapa tau gangguan disana kan gak tau" kata yin
lucunya mereka, mereka lupa jika sosok yang dimaksud "teman" oleh anak mereka tidak membutuhkan uang atau tiket untuk ikut pergi karna dia bisa kemana saja hanya dengan menghilang
dan itu disadarkan oleh sang anak dengan nada suara yang berbeda dari suara sang anak karna "teman" yang dimaksud oleh kimsara itu menyentuh tangan kimsara untuk mengatakan sebuah hal
"aku tidak perlu tiket itu, aku bisa pergi tanpa ikut kalian naik pesawat" kata kimsara
seketika mendengar itu keduanya kaget juga saling tatap satu dengan lainnya, karna inilah awal mereka mendengar suara gadis yang disebut "teman" oleh anak mereka tapi disamping itu juga membuat keduanya malu karna akan membelikan makhluk halus tiket terbang
"ahh, tunggu, aku mau tanya, siapa nama kamu" kata yin
tiba tiba kimsara menulis sebuah tulisan dikertas dengan tulisan nama gadis itu yaitu Moon Sana
tambah kagetnya mereka karna melihat tulisan sang anak, bagaimana bisa anak berusia 5tahun yang bahkan belum menginjak masa sekolah nya bisa menulis serapi itu
"ahh, lalu mati mu karna apa?" tanya bin
"karna kecelakaan" kata moon sana
"kecelakaan? bagaimana ceritanya?" tanya bin
semua diceritakan oleh moon sana dan barulah bin dan yin tau mati nya moon sana bukan karna dibunuh atau bunuh diri karna murni kecelakaan, hanya saja ia tidak mau meninggalkan bumi ini
"apa yang parah?" tanya yin
__ADS_1
"leher kanan dan kiri patah dan kehabisan darah buat aku mati ditempat" kata moon sana
"astaga" jawab yin kaget
"lalu bagaimana bisa kamu sampai disini?" tanya bin
"karna aku ditarik oleh sosok kelahiran kimsara, dia adalah aku semasa hidup" kata moon sana
"ahh, lalu orang tuamu?" tanya yin
"aku tidak tau mereka dimana tapi yang pasti mereka tidak pernah mencariku" jawab moon sana
"usia mu berapa?" tanya yin
"aku mati diusia 15 tahun"
"ahh masih kecil sekali, lalu sampai kapan kamu akan tinggal di bumi?" tanya yin
"sampai aku menemukan ayah dan ibuku dan mendengarkan mereka kenapa tidak mencariku" kata moon sana
setelah gadis itu tidak lagi merasuki kimsara barulah, kimsara mulai berbicara dengan suara aslinya sambil menjelaskan jika ia sudah mengobrol dengan "teman" nya itu
"uma sudah tau?" tanya kimsara
"sudah, tadi memberitahuku, kapan kamu tau? kan baru saja moon sana memberitahuku"
"saat berbicara dengan kalian aku juga mengetahuinya, jadi aku tau" kata kimsara
"ahh"
Bin menyadari ada memar merah seperti darah tapi tidak luka, masih didalam kulit, terdapat pada leher kanan kiri Kimsara
"uma, leher Kim lihatlah" kata bin
"astaga, merah" kata yin kaget
tak lama ada yang seperti membisikkan kepada telinga mereka mengatakan jika itu memang akan terus terjadi kepada kimsara setiap ia sudah dirasuki "astral"
"ahh, kasihan kim, pa" kata yin sedih
__ADS_1
"bagaimana lagi ma, sudah takdirnya anak ini, papa juga tidak tau kenapa anak ini tiba tiba mengalami ini" kata bin
"iya pa" jawab yin sedih dan bin memeluknya
sejak itu memang banyak yang membuat bin dan yin banyak pelajaran dari sang anak tentang astral
hari berlalu, dimana seringnya berkomunikasi dengan sosok moon sana membuat kimsara terbiasa dengan kehadiran makhluk makhluk astral yang lain
mulai dari berwajah cantik dan tampan hingga berwajah rusak dan menakutkan, terkadang ia juga melihat ketika moon sana menjadi makhluk menyeramkan jika kimsara memiliki niat buruk tentang apapun yang akan dilakukan
"upaaaa" teriak kimsara ketika melihat wajah moon sana penuh darah
"nak, kenapa sayang, kim?" tanya bin
"moon sana menakutkan, dia berwajah penuh darah" kata kimsara
"apa yang kalian lakukan?" tanya bin
"aku tidak tau" kata kimsara
"tolong ya, moon sana, jangan buat anakku takut, aku tidak bisa melihatmu tapi aku tau kamu mendengarku" kata bin
moon sana membisikkan kepada bin perlahan tentang kimsara yang akan mengerjai teman bermainnya
"dia akan mengerjai teman bermainnya diluar, aku tidak suka dia menyakiti orang lain dan berbuat jahat, jadi aku akan selalu tampakkan wajah penuh darah ketika ia memiliki niat buruk" bisik moon sana
akhirnya bin menenangkan anaknya dan memberikan nasehat agar tidak jail kepada siapapun orang agar moon sana tidak lagi menunjukkan wajah berdarahnya
dan kimsara pun menyanggupi permintaan sang ayah dan mengatakan pada moon sana jika ia tidak akan nakal atau jahat
hari berlalu, berjalan terus itu pasti, karna waktu terus berjalan, tapi tetap, seperti yang sudah terjadi kepada kimsara ketika sudah dirasuki oleh astral, kimsara akan mengalami memar pada bagian bagian tertentu dimana letak cedera yang dialami oleh sang astral, itu kebiasaan nya setiap kerasukan hantu siapapun
hari berlalu, kini sudah masuk 6 tahun usia kimsara, dimana sejak usia itu ia sudah mulai sering terbiasa meskipun hantu yang datang berwajah seram bagaimana pun
kimsara juga berusaha memahami apa yang sudah menjadi kelebihannya, mulai mengerti bagaimana cara mengobrol dengan astral dan juga mulai bisa membedakan manusia dengan astral
skip setahun berlalu, karna bing akhirnya berhenti bekerja, ia mencari kemana mana bahkan diseluruh kota di Korea selatan untuk pekerjaan baru
hingga ia mendapatkan pekerjaan barunya bersamaan dengan sang anak yang harus masuk sekolah pertama nya dibangku sekolah dasar
__ADS_1
akhirnya mau tidak mau membuat yin sebagai sang istri ikut bin dan juga anak mereka kimsara yang memutuskan bersekolah dikota baru saja meninggalkan kota gurye