
" Pak, tolong ibu Pak!" pinta Bu Wati.
" Ibu kenapa ada di rumah? Bukankah Ibu sudah meninggal?" tanya Pak Harun.
" Ibu tersiksa di sini Pak. Ibu mau pulang ", ucap Bu Wati dengan nada memohon. Air mata Bu Wati pun jatuh dengan deras membasahi pipi wanita berumur 45 tahun itu.
" Ibu..Ibu!!" panggil Pak Harun saat melihat mantan istrinya di seret menjauhi Pak Harun oleh seseorang memakai jubah hitam.
" Pak..bangun Pak!!" panggil Yani sambil menggoyang goyangkan tubuh ayahnya.
Pak Harun membuka matanya. Beliau mendapati tubuhnya ada di dipan kamarnya.
" Bapak mimpi ya?" tanya Yani.
Pak Harun hanya mengangguk.
" Bapak bermimpi ketemu Ibu?" tebak Yani.
" Iya Yan. Di dalam mimpi itu Ibumu di siksa oleh orang memakai jubah hitam. Ibumu minta tolong sama bapak untuk membawanya pulang ", ucap Pak Harun. Mata laki laki paruh baya itu mulai berkaca kaca.
" Pak itu hukuman Ibu. Bapak tau sendiri kan selama Ibu masih hidup Ibu melakukan ritual pesugihan biar laris dagangannya ", ucap Yani.
Pak Harun menatap langit langit kamarnya. Pikirannya menerawang jauh ke masa lalu saat Bu Wati masih hidup dan masih menjadi istrinya beberapa tahun yang lalu.
* Flashback on *
" Ibu ngapain?" tanya Pak Harun saat mendapati istrinya melakukan ritual di kamar kosong yang sengaja Bu Wati gunakan untuk menyembah setan.
" Ba..Bapak ngapain masuk ke kamar ini? Bukankah Ibu sudah melarang Bapak buat masuk ke sini?" tanya Bu Wati terkejut.
" Bapak penasaran sama kamar ini kenapa selalu terkunci. Dan sekarang Bapak tau jawabannya. Bu, kenapa kamu berbuat seperti ini? Ini musyrik Bu", kata Pak Harun.
Pak Harun pun mulai mengacak ngacak meja yang berisi bunga mawar melati dan berbagai sesajen.
" Pak..Berhenti Pak!!" teriak Bu Wati.
Tapi Pak Harun tetap mengacak acak meja itu.
" Bapak!! Jika Bapak masih mengacak acak meja ini lebih baik kita cerai saja ", ucap Bu Wati.
Pak Harun langsung menghentikan kegiatannya mengacak acak meja sesaji milik Bu Wati. Di tatap istrinya itu dengan pandangan tajam.
" Baiklah kalo itu mau mu. Mulai hari ini kita cerai, dan kamu bukan istriku lagi ", ucap Pak Harun lalu keluar dari kamar itu di iringi tatapan Bu Wati.
Pak Harun mengemasi barang barangnya lalu pergi dari rumah itu tanpa pamit kepada Bu Wati dan ketiga anaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menunaikan sholat subuh, Yani bergegas membangunkan kedua adiknya Dahlia dan Yanto.
__ADS_1
" Mbak, Bapak kemana sih kok beberapa dua bulan tak pulang?" tanya Yanto.
" Bapak pulang ke rumahnya Yan. Bapak dan Ibu sudah bercerai ",ucap Yani.
" Loh kok kita gak tau Mbak?" tanya Dahlia di iringi anggukan Yanto.
" Sudahlah cepat sarapan abis itu kita ke pasar bantuin ibu buka warung baksonya setelah itu kalian ke sekolah ", ucap Yani.
Kedua adiknya pun mengangguk lalu bergegas menghabiskan sarapannya. Setelah selesai sarapan, Yanto. dan Dahlia pun langsung membawa piring kotor ke wastafel dapur. Saat melewati kamar kosong tempat Bu Wati melakukan ritual yang kebetulan pintunya terbuka sedikit karena Bu Wati lupa mengunci pintunya, Dahlia berhenti lalu mengintip kamar itu. Betapa terkejutnya Dahlia saat mengintip kamar itu dia melihat sesosok pocong sedang menatapnya.
" Aaagggghhhh....." teriak Dahlia.
Yani yang sedang membersihkan meja makan bergegas menghampiri Dahlia. Begitupun Yanto, bocah berumur 12 tahun itupun juga menghampiri Dahlia.
" Mbak Dahlia kenapa?" tanya Yanto.
" Kamu kenapa Dahlia?" tanya Yani.
Dahlia langsung memeluk tubuh Yani.
" Aku takut Mbak ", jawab Dahlia.
" Takut apa?" tanya Yani sambil melepaskan pelukan Dahlia.
Dahlia menunjuk kamar kosong itu. Yanto yang penasaran pun bergegas membuka pintu kamar.
" Jadi Ibu..Ibu melakukan ritual pesugihan?" tanya Yani tak percaya.
" Ada pocong Mbak di dalam ", ucap Dahlia.
Yani dan Yanto pun masuk tapi tak ada pocong seperti yang di bilang Dahlia. Cuma ada sesajen dan kemenyan di meja lalu Yani dan Yanto pun keluar kamar.
" Tak ada pocong Dahlia. Cuma ada sesajen saja ", kata Yani.
Dahlia tetap menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Sekarang kemasi baju dan barang barang kalian kita ke rumah Bapak saja ",titah Yani.
Yanto mengangguk kemudian menggandeng tangan Dahlia menuju kamar dan melaksanakan perintah kakaknya. Yani sendiri pun masuk ke kamarnya untuk mengemasi baju dan barangnya. Tak berapa lama mereka pun keluar dari rumah Bu Wati lalu berjalan ke jalan raya untuk menyetop angkutan umum menuju rumah Pak Harun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pak Harun menatap anaknya satu per satu.
" Kalian kenapa kesini?" tanya Pak Harun. Bukan tidak senang anak anaknya datang ke rumahnya tapi dia tidak mau ribut sama mantan istrinya.
" Kami mau tinggal dengan Bapak ", ujar Yanto lalu Yani pun menceritakan kepada Ayahnya tentang apa yang di lihat Dahlia tadi di rumah ibunya.
" Ya sudah kalian tinggal saja sama Bapak ", ucap Pak Harun.
__ADS_1
Kemudian Pak Harun pun mengantar anak anaknya ke kamar.
" Pak.." panggil Yani.
" Ada apa Yan?" tanya Pak Harun.
" Kenapa Bapak bercerai dengan Ibu? Apa karena ibu melakukan pesugihan?" tanya Yani.
Pak Harun duduk di samping anak gadisnya.
" Iya Yan. Ibumu lebih memilih jalan musyrik itu daripada Ayahmu ini ", ucap Pak Harun.
" Bapak sudah benar bercerai dengan Ibu. Aku juga kalo boleh memilih, mending aku tidak jadi anaknya Ibu dari pada punya Ibu yang melakukan pesugihan ", ucap Yani.
" Huss kamu tidak boleh ngomong seperti itu. Seburuk-buruknya kelakuan Ibumu dia tetap Ibumu ", ucap Pak Harun.
Beliau tidak mau anak nya jadi anak durhaka terhadap ibunya.
" Ya sudah kamu istirahat dulu. Bapak mau ke kamar Dahlia dan Yanto dulu ", ucap Pak Harun.
Yani pun mengangguk lalu Pak Harun keluar dari kamar yang di tempati Yani. Saat baru saja menutup pintu kamar Yani tampak Yanto berlari menghampirinya dengan mata berkaca kaca.
" Pak..Bapak !!" panggil Yanto.
Pak Harun pun bergegas menghampiri Yanto.
" Ada apa Yanto?" tanya Pak Harun.
" Mbak Dahlia Pak.."
" Dahlia kenapa?" tanya Pak Harun.
Yanto langsung menarik tangan Bapaknya. Saat sampai di kamar Dahlia, Pak Harun pun bergegas mendekati Dahlia yang ada di atas dipan. Ayah tiga anak itu kemudian memegang kening Dahlia.
" Dahlia kenapa Pak?" tanya Yani yang tiba tiba muncul di ambang pintu kamar yang di tempati Dahlia.
Yanto bergegas memeluk kakaknya sambil menangis. Yani menatap Ayahnya tampak Pak Harun menatapnya dengan tatapan sedih.
" Dahlia kenapa Pak?" tanya Yani.
Yani melepaskan pelukan Yanto lalu menghampiri tempat tidur Dahlia.
" Dahlia..Dahlia..kamu kenapa Dek?" tanya Yani sambil menggoyang goyangkan tubuh adik perempuannya. Tapi Dahlia tak merespon Yani.
" Yan..Dahlia Yan.."
" Dahlia kenapa Pak? Ayo kita bawa ke rumah sakit ", ucap Yani.
( BERSAMBUNG..)
__ADS_1