
Cerita ini di kisahkan oleh seseorang yang lolos dari tumbal penglaris bos nya. Sebut saja beliau Bu Mira.
Di kampung Bu Mira ada sebuah warung makan baru. Nama rumah makan itu rumah makan SEJAHTERA.
" Mas boleh gak aku melamar kerja di rumah makan yang baru saja buka itu?" tanya Bu Mira kepada Pak Hasan.
" Memangnya buka lowongan Mir?"
" Iya Mas. Ada lowongan jadi juru masak di sana ".
" Ya sudah kamu coba saja Mir siapa tau di terima jadi juru masak di sana ", ucap Pak Hasan.
Sekarang warung kelontong milik Pak Hasan sudah sepi tidak seperti dulu lagi. Warung kelontongnya mau di tutup sayang tapi kalo gak tutup pendapatannya tidak bisa buat menutupi kehidupan sehari hari keluarga Pak Hasan lagi. Untuk bekerja pun Pak Hasan tak mungkin karena kaki sebelah kanan sudah di amputasi gara gara kecelakaan 5 tahun lagi. Makanya dengan adanya rumah makan baru itu Bu Mira akan mencoba mencari peruntungan dengan melamar bekerja di sana.
" Ya sudah Pak, Ibu pamit dulu mau ke sana Assalamualaikum".
" Waalaikumsalam".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Bagaimana Bu? Diterima bekerja tidak?" tanya Pak Hasan saat melihat istrinya sudah masuk ke warung.
" Alhamdulilah Pak Ibu di terima. Besok Ibu sudah bisa mulai bekerja ", sahut Bu Mira bahagia.
" Alhamdulilah Bu. Pesan Bapak, Ibu bekerja yang baik dan jujur ".
" Iya Pak ".
Keesokan harinya..
Bu Mira sudah sampai di dapur rumah makan. Pak Yanto dan Bu Salamah pemilik rumah makan memberikan instruksi kepada Bu Mira apa saja yang harus di kerjakan. Bu Mira pun mengangguk angguk tanda paham.
" Tapi ingat ya Bu Mira, di belakang itu ada ruangan yang terkunci ibu tidak boleh lancang membuka ruangan itu apalagi sampai masuk", pesan Pak Yanto dan Bu Salamah.
"Iya Pak Bu ", sahut Bu Mira.
" Ya sudah Ibu mulai kerja ya. Itu sudah banyak pelanggan ", titah Bu Salamah.
Lalu Bu Salamah mengajak suaminya untuk pulang.
Di rumah makan tempat Bu Mira bekerja menyediakan menu Bakso,mie ayam, soto, dan rawon. Bumbu sudah di racik sendiri oleh pemilik rumah makan jadi Bu Mira hanya menyiapkan pesanan saja di dapur di bantu Susi.
Sebulan dua bulan Bu Mira bekerja di situ tidak ada yang janggal. Semua berjalan normal tapi saat memasuki bulan ketiga Bu Mira pun merasa ada yang janggal dengan warung makan milik Pak Yanto ini. Bagaimana tidak setiap Bu Salamah atau Pak Yanto menyuruh salah satu pegawainya untuk mengambil sesuatu di dalam ruangan khusus yang terkunci itu pasti keesokan harinya pegawai yang masuk ke ruangan terkunci itu sakit keras dan tak lama kemudian meninggal. Sudah ada tiga orang teman Bu Mira yang mengalaminya.
" Bu Mira sini ", panggil Susi sambil melambaikan tangan.
Bu Mira pun mendekati Susi dan kedua teman bekerjanya.
__ADS_1
" Ada apa Sus?" tanya Bu Mira.
" Duduk sini dulu Bu mumpung lagi sepi pelanggan ", ujar Susi.
Bu Mira pun menurut saja lalu duduk di samping Susi.
" Bu Mira merasa janggal gak sih dengan rumah makan ini?" tanya Anis pegawai yang tugasnya mengantar makanan.
" Iya Nis. Ibu pikir cuma ibu saja yang merasa janggal. Kalian juga merasakan?" tanya Bu Mira.
Sontak ketiga teman Bu Mira mengangguk.
" Apa mungkin teman teman kita yang meninggal di jadikan tumbal Pak Yanto ya?" terka Anis.
" Bisa jadi itu Nis ", sahut Susi.
" Aku rencananya setelah gajian mau keluar saja dari sini. Takut aku kalo di jadikan tumbal selanjutnya ",ucap Dania.
" Ibu juga sebenarnya pengen keluar dari rumah makan ini tapi Ibu bingung mau kerja di mana lagi", ucap Bu Mira.
" Mending cari kerjaan di tempat lain Bu ", usul Anis.
" Daripada nanti jadi tumbal selanjutnya ", timpal Susi.
Bu Mira terdiam memikirkan perkataan teman teman bekerjanya.
Tiba tiba..
Ada suara letupan dari dalam panci kuah bakso. Bu Mira dan yang lainnya saling berpandangan.
" Kompor nya sudah di matikan kan tadi Sus?" tanya Bu Mira pada Susi.
" Sudah Bu ", jawab Susi.
" Coba aku cek dulu ", ucap Bu Mira. Lalu Bu Mira beranjak menuju dapur.
Sampai di dapur Bu Mira pun membuka panci kuah bakso dan mie ayam. Betapa terkejutnya Bu Mira ketika membuka tutup panci, dari dalam panci terdapat kepala manusi.
" Aaagggghhhh ", teriak Bu Mira.
Klontang!!
Tutup panci yang ada di tangan Bu Mira jatuh ke lantai sontak membuat Susi dan kedua temannya bergegas menghampiri Bu Mira. Mereka khawatir Bu Mira terjatuh.
" Ada apa Bu?" tanya Dania.
" Itu..itu..di dalam panci ada.." Bu Mira tak mampu melanjutkan kata katanya. Beliau hanya menunjuk panci di atas kompor.
__ADS_1
" Ada apa Bu?" tanya Susi.
Susi dan Anis pun langsung melihat ke dalam panci, tak ada apa apa. Dania yang penasaran pun ikut melihat ke dalam panci.
" Aaagggghhhh ", Dania pun berteriak histeris lalu jatuh pingsan.
" Dan..Dania..Ini ada apa sih sebenarnya?" tanya Anis.
Susi hanya mengangkat kedua bahunya. Anis dan Susi pun segera membawa tubuh Dania ke kebelakang warung yang ada dipan kayu nya. Lalu mereka meletakkan tubuh Dania di atas dipan. Bu Mira yang ketakutan pun ikut menyusul teman temannya lalu duduk di tepi dipan.
Anis pun berusaha membangunkan Dania. Untunglah tak berapa lama Dania membuka matanya.
" Aku ambil minum dulu ", ucap Susi lalu Susi pergi ke dapur.
Tak berapa lama Susi kembali lagi dengan membawa dua gelas air putih. Satu di kasihkan Dania dan satu lagi untuk Bu Mira.
" Kalian kenapa sih kok pada menjerit di dapur?" tanya Susi penasaran.
" Ibu tadi lihat kepala manusia di dalam panci kuah bakso ", ucap Bu Mira.
Nada suaranya bergetar karena masih ketakutan.
" Aku..aku lihat bayangan pantulan di kuah bakso. Sangat mengerikan seperti gendruwo ", ucap Dania.
" Aduh kok mengerikan sekali sih?"
" Kita harus bagaimana ini?" tanya Susi.
Mereka berempat pun terdiam memikirkan apa yang harus mereka lakukan.
" Bu, apa sebaiknya kita panggil Pak Ustad atau Pak Kyai saja untuk mengusir pesugihan itu?" tanya Anis.
" Apa bisa Nis?" tanya Susi.
" Di coba dulu makanya ", jawab Anis.
" Ibu ada kenalan Ustad atau Kyai gak?" tanya Anis pada Bu Mira.
Bu Mira tak langsung menjawab pertanyaan Anis. Beliau masih mengingat tetangganya, ada yang jadi ustad atau Kyai gak.
" Nanti coba Ibu tanyakan dulu sama suami Ibu ya. Soalnya Ibu gak hafal sama tetangga di sini ", ucap Bu Mira.
" Iya Bu tapi kalau bisa secepatnya ya. Kita udah ketakutan ini ", ucap Dania.
" Oke ", ucap Bu Mira sambil mengangguk.
Ya nanti setelah pulang bekerja Bu Mira langsung akan menanyakan kepada suaminya.
__ADS_1
( Bersambung )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...