
Hari ini hari pertama Dila bekerja di sebuah pabrik baju. Dengan semangat '45 Dila menjahit potongan kain yang sudah di siapkan untuknya.
" Dil, besok kamu masuk shif malam ya ", ucap Bu Surti supervisor Dila.
" Siap Mak ", ucap Dila.
Ya Bu Surti sang supervisor selalu di panggil Emak oleh karyawan pabrik yang rata rata masih berusia 18 sampai 30 tahun karena umurnya yang sudah tidak muda lagi sekitar 45 tahunan.
" Besok kita satu shif pagi Dil ", kata Cindy.
Dila hanya mengangguk.
Triing Triing..
Bel pabrik berbunyi menandakan jam istirahat telah tiba. Para karyawan pabrik pun bergegas meninggalkan pekerjaannya lalu berhamburan keluar pabrik menuju warung- warung di depan pabrik. Hanya ada beberapa saja yang masih tinggal di dalam pabrik karena membawa bekal dari rumah.
" Dil, mau ke warung gak?" tanya Cindy.
" Gak Mbak. Aku bawa bekal ", jawab Dila.
"Oh ya udah aku ke warung dulu ya".
Dila mengangguk lalu Cindy pun keluar dari pabrik.
" Maaf boleh gabung gak?" tanya Dila kepada beberapa karyawan wanita yang sedang duduk melingkar di lantai menikmati bekal mereka.
" Boleh sini gabung ",ucap Nana.
Dila pun duduk di samping Nana.
" Kamu pegawai baru?" tanya Tania.
" Iya Mbak perkenalkan namaku Dila ", ucap Dila sambil tersenyum.Lalu mereka pun saling berkenalan.
" Dil, tadi dengar-dengar Emak nyuruh kamu shif malam ya besok?" tanya Tania.
Dila hanya mengangguk.
" Maaf ya sebelumnya bukan maksud aku buat nakut nakutin kamu. Jika kamu dapet shif malam dan pengen ke toilet mending jangan pake toilet cewek pada malam hari. Kamu pake aja toilet cowok ", ucap Nana dan di iyakan para teman temannya.
" Loh emang kenapa?" tanya Dila.
" Toilet cewek itu jika malam hari horor Dil ", jawab Tania.
" Aku pernah dapat shif malam sebelum tau toilet cewek angker, aku pake tuh toilet eh aku nya gak bisa keluar terkunci di dalam toilet. Aku pikir ada yang iseng sama aku ternyata ulah setan ", kata Dini.
" Darimana kamu tau kalau itu ulah setan?" tanya Dila.
" Kunci toilet aja tergantung di pintu sebelah dalam gimana orang mau mengunci dari luar. Abis itu aku dengar suara wanita tertawa. Suara tawanya itu serem banget ", ucap Dini sambil bergidik. Dia masih takut membayangkan kejadian yang pernah dialaminya itu.
Tak terasa bel masuk sudah berbunyi. Semua karyawan pun langsung kembali ke pekerjaannya masing masing.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam sebelas malam bel pabrik berbunyi menandakan pegawai shif malam untuk mulai bekerja. Dila langsung duduk di belakang mesin jahit dan mulai menjahit. Cindy yang menjahit di samping Dila mendadak memanggil Dila.
" Dil..Dila!"
Dila yang fokus menjahit pun menoleh.
"Ada apa?" tanya Dila.
" Antar ke toilet yuk ", pinta Cindy.
Dila mengangguk kemudian berdiri mengikuti Cindy. Kebetulan Dila juga mau ke toilet.
" Mau kemana Dil?" tanya Nana saat Dila melewatinya.
" Nganter Cindy ke toilet. Aku juga mau pipis ", sahut Dila.
" Ingat pesanku kemarin ya ", kata Nana.
Dila mengangguk. Lalu menyusul Cindy yang sudah berjalan jauh di depannya.
" Cin, lebih baik kita ke toilet pria saja ", ucap Dila.
" Kan toilet wanita kosong Dil ngapain pake toilet pria? Gak enak lah aku pake toilet pria ", sahut Cindy.
" Ya udah deh terserah kamu saja. Nanti siapa yang selesai duluan tunggu di sini ya ", kata Dila. Cindy pun mengangguk dan segera masuk ke toilet wanita sedangkan Dila masuk ke toilet pria. Tapi sungguh apes, toilet pria yang ada dua penuh semua. Mau tak mau Dila pun masuk ke toilet wanita yang ada empat. Karena kebanyakan buruh pabrik adalah wanita jadi toilet untuk wanita pun di buat empat buah. Awal masuk toilet tak ada yang aneh tapi begitu sudah selesai, Dila bergegas membuka kenop pintu tapi..
" Tolong..siapapun yang di luar tolong bukain pintu!!" teriak Dila sambil menggedor gedor pintu toilet.
" Tolong!! Aku terkunci..Tolong!!" terdengar Cindy pun berteriak sambil menggedor gedor pintu kamar mandi yang di pakainya.
" Tolong!!" teriak Dila.
Dila pun bergegas mengambil ponsel yang ada di saku celana. Dia berniat menelepon Tania dan Nana untuk minta tolong di bukain pintu toilet.
" Hi hi hi hi hi ", Dila mendengar suara wanita tertawa. Jantung Dila berdegup kencang mendengar suara tawa itu.
" Hi hi hi hi hi ".
Dengan tangan gemetaran Dila kembali membuka pintu dan pintu pun terbuka. Dila buru buru keluar dari toilet tapi di depannya ada seorang wanita bergaun putih menatapnya.
" Si si siapa kamu?" tanya Dila.
" Hi hi hi hi ", wanita tertawa. Suara tawanya sungguh menyeramkan.
" Jangan ganggu aku ", teriak Dila.
Wanita berbaju putih itu pun menghilang.
" Cin..Cindy!!" teriak Dila memanggil temannya.
__ADS_1
Dila bergegas mencari Cindy dan nampak Cindy tergeletak di dalam toilet dengan pintu toilet terbuka. Melihat Cindy yang pingsan Dila bergegas meminta bantuan teman temannya untuk menggotong Cindy ke ruang kesehatan. Aktifitas pabrik pun sempat terhenti karena insiden itu tapi tidak terlalu lama.
Di ruang kesehatan Dila menemani Cindy yang belum juga sadar. Dila pun bergegas mengambil minyak kayu putih di kotak P3K lalu mengolesnya pada Cindy.
" Aku di mana?" tanya Cindy saat membuka matanya.
" Syukurlah kamu sudah sadar. Sekarang kamu di ruang kesehatan tadi kamu pingsan di toilet ", kata Dila.
" Aku..aku takut Dil ", kata Cindy.
Sebenarnya Dila juga masih ketakutan tapi dia bersikap tenang.
" Iya aku tau Cin. Aku juga tadi mengalami hal yang sama dengan kamu ",kata Dila.
Cindy bangun dari ranjang kemudian berjalan ke pintu ruang kesehatan lalu membukanya.
" Kamu mau kemana Cin?"
" Kerja lagi Dil. Aku sudah tidak apa apa ", sahut Cindy.
" Kamu beneran sudah gak apa apa?"
" Iya ".
" Tapi kalau kamu masih merasa pusing atau apa kamu ijin pulang saja ".
" Iya".
Lalu Dila pun mengikuti Cindy menuju mesin jahitnya.
Saat jam istirahat Dila dan Cindy pun langsung di samperin teman temannya yang penasaran. Dila pun menceritakan insiden tadi yang menyebabkan Cindy pingsan.
" Kan aku sudah bilang kalau malam pake toilet cowok saja ", kata Nana.
" Tadi toilet cowok penuh Na ", kata Dila.
" Hah? penuh?"tanya Nana tak percaya.
Bagaiman bisa penuh toiletnya sedang malam ini tak ada karyawan pria yang dapet jatah shif malam. Hanya ada dua pria yang berstatus menjadi satpam pabrik dan itu pun sudah ada kamar mandi sendiri di dekat pos, jadi tak mungkin toilet pria bisa penuh.
" Iya. Emangnya kenapa Na?" tanya Dila.
" Masa penuh? Kan tak ada karyawan pria yang masuk shif malam ini", terang Nana.
" Masa sih? Tapi aku tadi sudah buka pintu kedua toilet terkunci semua ", sahut Dila.
" Mungkin itu ulah kuntilanak tadi ", gumam Nana dan di iyakan teman temannya.
( SEKIAN )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1