
" Anya..Anya!! " panggil Faris.
Istrinya pun bergegas menghampiri Faris yang baru pulang dari mengajar.
" Ada apa sih Mas?" tanya Anya.
" Besok kita ke rumah orang tuamu yuk ", ajak Faris sambil mencopot kaos kakinya.
"Loh emang Mas Faris libur?" tanya Anya.
" Iya libur seminggu. Kita bisa ke rumah orang tuamu menginap di sana dua atau tiga hari. Nih aku udah pesan tiket kereta apinya ", kata Faris.
Anya langsung memeluk suaminya saking girangnya.
" Makasih ya Mas. Aku kangen banget sama Bapak dan Ibu di kampung. Udah hampir tiga tahun aku tak pulang kampung ", kata Anya.
" Makanya mumpung libur dan ada rejeki kita ke sana ", ucap Faris sambil mengelus kepada istrinya.
" Oh iya mas kita berangkat kapan?" tanya Anya.
" Kita berangkat malam ini jam sepuluh malam. Sekarang kita siap siap dulu nyiapin yang mau di bawa ", sahut Faris.
Anya mengangguk antusias. Lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah.
Tepat pukul sepuluh malam kereta yang di naikin Faris dan Anya berjalan meninggalkan stasiun.
" Kamu kalau ngantuk tidurlah ", kata Faris.
" Aku belum ngantuk mas ", ucap Anya sambil memandang jendela.
Anya asik memandang pemandangan di luar kereta sampai tidak menyadari kalau suaminya sudah tertidur pulas di sampingnya.
Di pertengahan perjalanan hujan turun dengan derasnya, sesekali kilat menyambar nyambar. Tapi Anya tetap memandang keluar. Sesekali dia membenarkan selimut yang di pakainya karena udara di dalam kereta dingin sekali.
" Kok tumben sih dingin banget ", gumam Anya.
Jam menunjukkan pukul setengah 12 malam. Anya belum bisa memejamkan matanya. Tiba tiba Anya merasakan ingin ke toilet. Bergegas dia berdiri lalu berjalan menuju toilet. Saat sudah hampir sampai toilet Anya merasa penumpang yang duduk tidak jauh dari toilet menatapnya. Anya pun menatap wanita tua itu kemudian tersenyum sambil mengangguk. Wanita tua itu tak membalas senyum Anya. Bergegas Anya masuk ke toilet. Saat keluar dari toilet Anya menatap bangku tempat wanita tua tadi duduk tapi kosong tak ada siapa siapa.
' Ah mungkin si nenek lagi pergi ke toilet yang satunya ', kata Anya dalam hati. Dia langsung berjalan menuju tempat duduknya. Baru saja Anya duduk datang seorang pramugari kereta mendorong meja makanan.
__ADS_1
" Aneh masa jam segini ada pramugari menjajakan makanan sih?" gumam Anya.
Sudah sering dulu dia naik kereta dari kota tempat dia dan Faris tinggal menuju kampung halamannya tak pernah ada pramugari menjajakan makanan selarut ini.
" Permisi Mbak mungkin mbaknya butuh makanan?" tanya Pramugari itu sopan.
" Aku beli roti selai saja Mbak ", kata Anya.
Pramugari itu melayani Anya, setelah Anya membayar Pramugari itu pun pergi dari kursi Anya. Bergegas Anya memakan roti selai yang barusan di belinya kebetulan perutnya minta di isi. Selesai makan roti selai mata Anya pun mulai mengantuk dan dia pun terlelap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Anya..bangun!" kata Faris membangunkan istrinya. Anya membuka matanya.
" Jam berapa Mas?" tanya Anya.
" Jam setengah enam. Mandi dulu sana biar segar, sejam lagi kita sampai stasiun ", titah Faris.
Anya mengangguk kemudian berjalan ke toilet dengan membawa handuk dan perlengkapan mandi. Sampai di kursi yang paling ujung dekat toilet Anya melihat bangku yang di duduki nenek yang semalam memandangnya kosong karena penasaran Anya pun bertanya kepada seorang ibu yang duduk di depan bangku itu.
" Bu nenek semalam yang duduk di sini mana ya?" tanya Anya.
Terlihat ibu itu mengerutkan kedua alisnya.
" Oh mungkin cuma nenek yang numpang duduk sebentar karena toilet penuh. Kalau gitu saya permisi Bu ",kata Anya. Ibu itu hanya mengangguk, bergegas Anya masuk ke toilet sambil bertanya tanya dalam hatinya.
' Sebenarnya nenek itu manusia atau bukan?'
Lima belas menit kemudian, Anya sudah kembali ke bangkunya. Tak berapa lama pramugari kereta lewat menjajakan sarapan. Faris lalu membeli dua nasi goreng dan beberapa gorengan.
" Mbak ada roti selai yang semalam gak?" tanya Anya.
Semalam dia membeli roti selai sama pramugari yang sama.
" Roti selai yang semalam Mbak? Semalam saya tidak menjajakan makanan Mbak ", ucap Pramugari itu.
" Loh Mbak nya sendiri yang semalam lewat menjajakan makanan ".
Faris memandang istrinya. Kemudian menyuruh istrinya untuk tidak berbicara lagi. Setelah Faris membayar Pramugari itu pun segera berlalu.
__ADS_1
" Semalam ada apa sih sayang?" tanya Faris.
Anya pun kemudian menceritakan kejadian yang di alaminya semalam mulai dari bertemu nenek nenek-nenek sampai dia jajan sama pramugari yang barusan lewat. Faris pun manggut-manggut dia sadar istrinya sebenarnya sedang di ganggu makhluk tak kasat mata. Semalam Faris pun mengalami kejadian mistis juga. Jam setengah dua malam Faris terbangun karena mendengar suara anak kecil sedang bercanda. Faris berdiri lalu menengok ke sana kemari mencari suara anak kecil itu. Tapi dia tidak menemukan ada anak kecil sedang bercanda di dalam kereta. Dia melihat semua penumpang sudah terlelap hanya ada satu dua yang masih terjaga itupun orang dewasa dan tidak berisik.
" Cari siapa Om?"
Tiba tiba Faris di kejutkan dengan suara anak kecil di sampingnya.
" Kamu yang bercanda tadi?" tanya Faris.
Anak itu mengangguk.
" Emm Om minta tolong jangan berisik ya. Kasihan yang sedang tidur jadi terganggu ", kata Faris.
" Mereka tak mendengar suaraku om ", kata Anak itu kemudian bocah itu pergi dari hadapan Faris. Faris pun mengamati kepergian anak itu, yang membuat Faris sadar kalau bocah itu bukan manusia adalah anak itu kemudian menghilang. Mulut Faris langsung komat kamit membaca doa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di stasiun kedua orang tua Anya sudah menunggu. Begitu Anya turun dari kereta, Ibunya langsung memeluk Anya. Sedangkan Faris langsung berpelukan dengan Ayah mertuanya.
" Bagaiman kabarnya Pak?" tanya Faris kepada Pak Muhsin, ayah mertuanya.
" Alhamdulilah baik nak Faris. Kami sekeluarga baik dan sehat ",sahut Pak Muhsin sambil tersenyum.
" Alhamdulilah", sahut Faris.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan stasiun.
" Bapak kenapa menoleh ke belakang terus sih?" tanya Anya.
" Bapak hanya memastikan kalian tidak di ikuti anak kecil dan nenek nenek itu lagi ", sahut Pak Muhsin. Beliau pun merasa lega ketika sudah sampai mobil Anya dan Faris tidak di ikuti anak kecil dan seorang nenek-nenek.
" Ha? Anak kecil dan nenek nenek-nenek?" tanya Anya.
"Iya ".
Faris lalu menceritakan kejadian yang dialaminya dan istrinya semalam di kereta kepada Ayah mertuanya.
" Ya namanya juga di kendaraan umum Ris apalagi kalian perginya malam jadi ya begitu ", kata Pak Muhsin.
__ADS_1
( SEKIAN ).
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...