
Pak Harun menggelengkan kepalanya. Mata Ayah beranak tiga itu mengeluarkan air mata.
" Tapi Dahlia.."
" Dahlia meninggal dunia Yan", ucap Pak Harun dengan nada bergetar.
" Dahlia!!" teriak Yani sambil memeluk adiknya itu.
Teriakan Dahlia mengundang warga sekitar rumah Pak Harun dan Pak RT berdatangan. Mereka penasaran ada apa di rumah Pak Harun.
" Ada apa ini Pak Harun?" tanya Pak RT.
" Anak saya meninggal Pak ", jawab Pak Harun sambil menangis sesenggukan.
" Inalillahi wainailaihi rojiun ",ucap Para tetangga.
" Loh sepertinya tadi saya melihat Dahlia dalam keadaan sehat Pak Harun ", ucap Bu Siti.
" Iya Bu tadi putri saya dalam keadaan sehat tapi begitu masuk kamar dia langsung meninggal ",sahut Pak Harun.
Pak Harun pun menangis sejadi jadinya,begitupun Yanto dan Yani.
Beberapa tetangga yang mengetahui Bu Wati menggunakan pesugihan pun berbisik bisik.
" Mungkin si Dahlia jadi tumbal Ibunya", bisik Bu Siti.
" Mungkin juga tuh. Kalau iya wah sungguh terlalu ", timpal Bu Ayu.
" Pak Harun, Bu Wati sudah di kasih tau kalau anaknya meninggal?" tanya Pak RT.
Pak Harun pun menggelengkan kepalanya. Pak RT pun bergegas menyuruh salah seorang warga untuk memberitahu Bu Wati jika anaknya meninggal dunia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah pemakaman Dahlia, Pak Harun mengajak kedua anaknya untuk pulang.
" Pak kenapa Ibu tak datang ?" tanya Yanto saat di tengah perjalanan pulang.
" Entahlah Yan Bapak tidak tahu ", jawab Pak Harun.
" Ibu mana berani datang ke rumah Bapak Yan. Aku yakin Dahlia meninggal karena di jadikan tumbal oleh Ibu ", ujar Yani.
" Yani, jangan kamu ngomong seperti itu!!" Hardik Pak Harun.
" Tapi Yani yakin banget Pak jika Dahlia di jadikan tumbal oleh Ibu. Jika tidak mana mungkin Dahlia meninggal secara mendadak setelah melihat pocong di kamar kosong itu ", ucap Yani.
Pak Harun pun hanya terdiam mendengar ucapan anak gadisnya itu.
__ADS_1
Sampai di rumah, Pak Harun bergegas duduk di teras rumah dengan Yanto sedangkan Yani masuk ke dalam rumah mengambilkan air minum untuk Bapak dan adiknya.
" Pak, Yanto ini minumnya ", ucap Yani sembari meletakkan dua gelas berisi teh hangat di atas meja.
" Makasih Mbak ", ucap Yanto.
Bergegas dia meminum habis tehnya.
" Assalamualaikum", sapa Pak Hansori.
"Waalaikumsalam Pak Haji. Mari silahkan duduk ", kata Pak Harun.
Pak Haji Hansori pun duduk di samping Pak Harun.
"Yan,buatkan Pak Haji minum ya ", titah Pak Harun kepada Yani.
Yani pun mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah di ikuti Yanto.
" Pak Harun maaf saya datang kembali ke sini. Saya mau menyampaikan mau menyampaikan sesuatu kepada Pak Harun ", ucap Pak Haji Hansori.
" Bapak mau menyampaikan apa?" tanya Pak Harun, jujur saya Pak Harun merasa penasaran.
" Saya mohon maaf Pak sebelumnya. Kematian Dahlia kok gak wajar ya Pak?"
" Tak wajar bagaimana Pak Maksudnya?"
" Dahlia sepertinya untuk tum.."
" Silahkan di minum Pak Haji ", ucap Yani.
" Terima kasih Yan. Betul apa yang di bilang Yani Pak Harun. Dahlia sepertinya di tumbal kan oleh ibunya. Sebab kematiannya itu tidak wajar ",ungkap Pak Haji Hansori.
Pak Harun manggut-manggut mendengar ungkapan Pak Hansori. Pak Harun tau Pak Haji Hansori itu bukan orang sembarangan, beliau orang yang di segani oleh warga kampung karena kemampuannya bisa melihat hal hal mistis.Banyak warga yang meminta bantuan nya untuk sekedar menyembuhkan orang kesurupan, mengobati pelet dan sebagainya. Dan Pak Hansori tidak pernah meminta bayaran sepeser pun. Jika ada warga yang memberikan uang beliau selalu menolak secara halus karena niatnya menolong sesama.
" Pak,boleh saya minta bantuan bapak?" tanya Pak Harun.
" Tentu boleh Pak Harun. Jika saya bisa membantu tentu saya membantu ", jawab Pak Hansori antusias.
" Pak, bisakah Bapak menghilangkan pesugihan mantan istri saya? Saya tidak mau ada korban selanjutnya untuk tumbal pesugihan mantan istri saya ", ucap Pak Harun dengan nada penuh permohonan.
" Pak Harun punya kunci warung dan kunci rumah Bu Wati?" tanya Pak Hansori.
" Saya punya Pak Haji. Kebetulan saya membawa kunci serep warung dan rumah ibu ", sahut Yani.
" Baiklah lusa kita ke warung dan rumahnya Bu Wati ", kata Pak Hansori.
" Terima kasih Pak sebelumnya ", kaya Pak Harun.
__ADS_1
" Iya Pak Harun sama sama. Karena hari memasuki waktu magrib saya pamit dulu Assalamualaikum ", pamit Pak Hansori.
" Waalaikumsalam Pak ", sahut Pak Harun dan Yani.
Pak Hansori pun pergi meninggalkan rumah Pak Harun. Sepeninggalan Pak Hansori, Pak Harun dan Yani pun masuk ke dalam rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai tahlilan dan para warga yang ikut tahlil sudah pulang semua, Pak Harun dan Yani pun beberes ruang tamu yang tadi di pakai tahlilan di bantu Yanto.
" Pak aku masuk kamar dulu ya. Semua sudah selesai Pak ", ucap Yani.
" Iya Yan. Kamu istirahat ya, kamu pasti capek. Bapak juga mau masuk kamar istirahat ", kata Pak Harun.
Yani dan Yanto pun bergegas masuk ke kamar masing masing begitupun Pak Harun. Saat Pak Harun hampir memejamkan mata, sayup-sayup terdengar suara tangisan. Pak Harun menajamkan pendengarannya. Benar, ada suara tangisan. Tapi siapa yang menangis? Karena penasaran Pak Harun pun keluar kamar mencari sumber suara tangisan. Tangisan itu terdengar dari dalam kamar Dahlia.
" Pak, tolong Dahlia Pak ".
" Dahlia kamu kah itu?" tanya Pak Harun lalu bergegas membuka pintu kamar Dahlia.
Tapi tidak ada siapa siapa di dalam. Suara tangisan itu pun menghilang.
' Ah mungkin halusinasi ku saja ', kata Pak Harun dalam hati.
Beliau pun kembali ke kamarnya lagi.
Keesokan harinya..
Yani keluar dari rumah hendak menuju warung sayuran yang ada di ujung gang. Saat sampai di warung sayuran sudah banyak ibu ibu berkumpul hendak belanja sayuran juga.
" Eh Ibu Ibu.. Semalam suami dapat jatah ronda, pas keliling suami saya kok seperti melihat Dahlia di depan rumahnya sambil menangis ", ucap Bu Siti.
" Yang benar Bu Siti?" timpal Bu Ayu.
" Iya Bu. Suami saya juga melihat Dahlia tapi di kebun pisang samping rumah Pak Harun ", timpal Bu Ijah.
" Masa sih Bu?" tanya Yani.
Bu Siti dan Bu Ijah pun langsung menoleh. Mereka tak menyadari kedatangan Yani.
" Iya Mbak Yani. Saya jadi penasaran apa Dahlia gak tenang ya di Sana? Atau masih ada hajatnya yang belum terlaksana selama masih hidup ?" tanya Bu Siti.
Yani tak menjawab pertanyaan Bu Siti. Dia bergegas mencari sayuran yang akan di masak nanti lalu membayar dan bergegas pergi dari warung.
" Kasihan ya Pak Harun harus kehilangan anaknya ", ucap Bu Ayu.
" Iya Bu Ayu. Kita jadi penasaran apakah kematian Dahlia ada hubungannya dengan pesugihan yang di lakoni Bu Wati?" tanya Bu Ijah.
__ADS_1
" Mungkin Bu Ijah. Mungkin Dahlia jadi tumbal Ibunya sendiri ", jawab Bu Siti.
( BERSAMBUNG).