Horror Story' S ( Kumpulan Cerita Mistis Dari Kisah Nyata )

Horror Story' S ( Kumpulan Cerita Mistis Dari Kisah Nyata )
47. Gara gara mimpi


__ADS_3

Cerita kali ini di kisahkan oleh Mbah Bendot. Kala itu Mbah Bendot masih berusia 20 tahun di tahun 60an. Langsung saja kita simak eh kita baca kisahnya Mbah Bendot, cekidot..


Di tahun 60an Mbah Bendot adalah seorang pria gagah yang masih bujangan. Tampangnya juga lumayan tampan. Banyak gadis gadis dari desa sebelah yang naksir dengan Mbah Bendot. Tapi Mbah Bendot hanya cinta dengan Sri, anak Pak Lurah. Mbah Bendot pun memberanikan diri untuk memacari Sri dan Sri pun mau. Tapi hubungan mereka tidak di restui oleh Pak Tomo ( Bapaknya Sri ) karena Mbah Bendot adalah anak orang miskin yang orang tuanya hanya butuh tani.


" Le mbok ya cari pacar itu yang sepadan sama kita to. Kamu itu tak pantas bersanding dengan Sri. Sri itu anak orang kaya Le, dia anak Lurah. Simbok tak mau nanti kamu sampai kenapa kenapa karena memacari anak orang nomor satu di desa ini ", kata Mbok Inem.


" Tapi Bendot cinta mati Mbok sama Sri ", sahut Mbah Bendot.


Mbok Inem hanya menghela nafasnya, percuma menasehati orang yang sedang jatuh cinta. Lalu Mbok Inem pergi meninggalkan Bendot yang duduk di dapur.


Singkat cerita, sudah hampir setahun Mbah Bendot berpacaran dengan Sri. Mbah Bendot pun berencana akan melamar pujaan hatinya itu.


" Sri, besok malam aku mau ke rumahmu ", kata Mbah Bendot.


" Mau ke rumah? Ngapain Kang? " tanya Sri.


" Aku akan melamar kamu Sri. Aku ingin menjadikan kamu istriku ", kata Mbah Bendot.


" Baiklah Kang nanti aku akan ngomong sama bapak ", kata Sri.


" Tapi Sri apa kamu mau hidup susah denganku setelah menikah nanti?" tanya Mbah Bendot.


" Ya jelas mau to Kang ", sahut Sri singkat.


Mbah Bendot pun tersenyum mendengar sahutan Sri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selepas magrib keluarga Mbah Bendot berjalan kaki menuju rumah Sri untuk melamar Sri. Tapi baru saja mereka sampai, mereka sudah di usir oleh Pak Tomo.


" Pergi kalian dari rumahku!! Tak sudi aku mempunyai menantu dan besan miskin ", teriak Pak Tomo.


" Pak.. Kenapa bapak mengusir mereka? Niat mereka baik pak ingin melamar Sri ", kata Bu Tomo.

__ADS_1


" Sri sudah aku jodohkan dengan anaknya Pak Lurah desa sebelah Bu ", ucap Pak Lurah.


Ucapan Pak Tomo membuat Mbah Bendot dan Sri terkejut.


" Sri gak mau di jodohkan Pak. Sri maunya sama Kang Bendot ", kata Sri.


" Masuk kamu Sri!!" teriak Pak Lurah kepada anak perempuannya.


Sri langsung berlari masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan keluarga Mbah Bendot yang sudah di usir Pak Tomo bergegas pergi meninggalkan rumah Lurah itu.


Setelah kejadian itu sudah Hampir Enam bulan Sri tak pernah kelihatan lagi. Mbah Bendot yang belum bisa move on pun hanya bisa meratapi nasib. Sampai suatu malam saat Mbah Bendot tertidur, Mbah Bendot bermimpi bertemu Sri. Di alam mimpinya itu Mbah Bendot melihat Sri di pasung di kamarnya. Di dalam mimpi Mbah Bendot, Sri menangis sambil meminta tolong untuk di lepaskan.


" Apa ya arti mimpi ku itu?" gumam Mbah Bendot yang terbangun dari tidurnya.


" Ah mungkin karena aku kangen Sri saja jadi sampai terbawa mimpi ", gumam Mbah Bendot lagi.


Malam malam berikutnya pun Mbah Bendot bermimpi yang sama seperti malam-malam sebelumnya.


" Ada apa dengan Sri?" kata Mbah Bendot.


Setelah Sholat magrib di mesjid Mbah Bendot langsung menuju rumah Pak Tomo. Kebetulan saat Mbah Bendot akan masuk ke dalam pekarangan Pak Tomo, terlihat Pak Tomo sekeluarga akan pergi entah kemana. Jadi ini kesempatan Bendot mencari tau ada apa sebenarnya yang terjadi pada Sri.


Setelah Pak Tomo dan istrinya pergi, Mbah Bendot langsung mencari tau keberadaan Sri.


" Sri!! Sri!!" Mbah Bendot memanggil Sri.


Hening, tak ada sahutan.


Mbah Bendot kembali memanggil Sri.


Tiba tiba ada suara tangisan dari dalam gudang. Dengan berjingkat jingkat Mbah Tomo menghampiri gudang itu. Gudang milik Pak Tomo berada di luar, di belakang rumah. Suara tangis itu semakin kencang, sesekali terdengar suaranya meminta tolong. Mbah Bendot hapal betul suara siapa itu. Itu suara Sri. Tanpa menunggu waktu lama, Mbah Bendot mendobrak pintu ini. Saat pintu itu terbuka betapa terkejutnya Mbah Bendot melihat pujaan hatinya di pasung. Mbah Bendot bergegas menghampiri Sri. Tapi..


" Sri!! Bangun Sri!!" kata Mbah Tomo.

__ADS_1


Karena Sri tidak bereaksi Mbah Tomo bergegas keluar dari gudang. Beliau berencana mencari bantuan. Para warga berbondong bondong mengikuti Mbah Bendot menuju gudang milik Pak Tomo. Setelah melihat kondisi Sri, salah satu warga yang bernama Pak Tio yang kebetulan seorang mantri di desa itu memberi tahu para warga bahwa Sri sudah meninggal lebih dari 12 jam yang lalu. Mbah Bendot begitu syok mendengar pernyataan Pak Tio.


' Lalu..lalu siapa yang menangis dan meminta pertolongan tadi ? ' ucap Mbah Bendot dalam hati.


Berita kematian Sri langsung heboh di seluruh desa. Tak perlu menunggu waktu lama, para ibu ibu berbondong bondong datang ke rumah Pak Tomo untuk mengurus jenasahnya Sri tak terkecuali Mbok Inem. Jenasahnya Sri langsung di mandikan oleh Mbok Inem dan tiga orang tetangga Mbok Inem di dekat sumur belakang rumah Pak Tomo. Saat memandikan jenasah Sri, pergelangan tangan Mbok Inem di cekal oleh Sri.


" Mbok tolong bilang Kang Bendot aku minta maaf telah pergi meninggalkan dia ", ucap Jenasah Sri. Lalu tangan Sri melepaskan tangan Mbok Inem.


Mbok Inem yang syok ketakutan langsung memucat wajahnya.


" Nem, kamu kenapa?" tanya Bu Mirah.


" Ini anu Mir, Kalian lihat jenasahnya Sri bicara tidak barusan?" tanya Mbok Inem.


Mereka saling berpandangan lalu menggelengkan kepala.


" Kamu kecapaian mungkin Nem jadi ngelantur ", ucap Bu Mirah.


" Bisa jadi ", kata Mbok Inem.


" Ya udah di lanjut mandiinnya keburu sore ".


Lalu mereka melanjutkan memandikan jenasahnya Sri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah pemakaman Sri, Pak Tomo di tangkap polisi dengan sudah memasung Sri yang tidak bersalah tanpa di beri makan dan minum hingga menyebabkan Sri meninggal dunia.


Menurut cerita Mbah Bendot, Pak Tomo selama di penjara katanya sering di hantui oleh Sri hingga membuat Pak Tomo histeris setiap malam. Karena sudah tidak tahan dengan jeritan histeris Pak Tomo setiap malam, pihak LP pun membawa Pak Tomo ke psikiater dan Pak Tomo di rujuk ke rumah sakit jiwa. Mental Pak Tomo terganggu.


Setelah hampir lima bulan Pak Tomo di rawat di rumah sakit jiwa, Pak Tomo di temukan gantung diri di kamarnya oleh seorang suster saat akan memberi obat Pak Tomo.


( SEKIAN )

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2