Horror Story' S ( Kumpulan Cerita Mistis Dari Kisah Nyata )

Horror Story' S ( Kumpulan Cerita Mistis Dari Kisah Nyata )
41. Arwah korban santet


__ADS_3

Pak Darjo dan istrinya menggantikan posisi Bu Romlah di pasar karena anak- anak Bu Romlah sudah menyerahkan kios sembako ibunya kepada Pak Darjo. Wati sibuk dengan pekerjaannya sebagai kepala sekolah di sebuah SMA, Dario sudah pulang ke rumahnya dan kembali ke rutinitasnya sebagai dokter di rumah sakit. Sedangkan Soleh sebagai seorang polisi yang tentu saja tidak mungkin mengurus kios sembako ibunya.


" Jo kok si Nono udah dua hari tidak masuk kerja ya,kenapa?" tanya Pak Darjo.


" Loh Kang Darjo tidak tau? Kan si Nono sudah meninggal Kang ", sahut Jojo.


" Innalilahi kapan Jo? " tanya Bu Nanik dan Pak Darjo serempak.


" Seminggu yang lalu Kang. Setelah Mbah Romlah meninggal ", jawab Jojo.


" Kok gak ada siaran berita lelayu ya di masjid?" tanya Pak Darjo.


Tempat tinggal Nono dan Pak Darjo tak terlalu jauh. Hanya berjarak sekitar satu kilometer. Kalau di kampung Nono ada orang meninggal pasti siaran masjid dari kampungnya Nono kedengaran dari tempat tinggal Pak Darjo.


" Sengaja tidak di siarkan di masjid Kang ".


" Kenapa?"


" Soalnya meninggalnya gak wajar. Seperti buat tumbal pesugihan gitu. Makanya dari pihak keluarga Nono tak mau di siarkan di masjid".


Pak Darjo dan Bu Nanik hanya manggut-manggut.


" Oh iya Kang. Di tadi pagi sewaktu aku mau buka kios, Pak Mijan kok ngasih garam ke depan kios ini ya?" tanya Jojo.


" Nah itu dia Jo. Kematian Bu Lek ku juga tak wajar seperti kena santet ".


Lalu Pak Darjo menceritakan kejadian di kebun pisang saat Pak Darjo melihat arwah Bu Romlah.


" Mending akang konsultasi saja sama orang pintar agar tak terjadi sesuatu di kios ini ", usul Jojo.


" Iya nanti sore rencana aku mau ke rumah Mbah Parto buat konsultasi ".


" Iya kang lebih cepat lebih baik ".


Pak Darjo hanya mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Pak Mijan duduk di teras rumah dengan Santo, anak laki lakinya.


" Kakakmu kapan mau pulang San?" tanya Pak Mijan.


" Katanya sih Minggu depan Pak. Tapi Mbak Naning pulang sendiri gak sama suaminya soalnya suaminya baru banyak kerjaan ", sahut Santo.


" Ya sudah gak apa apa yang penting mbakmu sudah ada di rumah saat pengajian setahunnya ibumu ", kata Pak Mijan.

__ADS_1


Ya istri Pak Mijan sudah meninggal. Dan setahunnya istri Pak Mijan delapan hari lagi.


" Oh iya Pak, Bapak cari dukun di mana sih buat nyantet Bu Romlah? Kok langsung tepar Mak tua itu?" tanya Santo.


" Bapak cari dukun di kampung sebelah, itu Mbah Kirman. Jos kan le?"


" Iya Pak. Terus kematian Nono juga karena Bapak?" tanya Santo.


" Iya. Nono bapak jadikan tumbal buat penglaris warung sembako bapak. Dan bapak pas melayat ke rumah si Nono bapak bilang ke keluarga Nono bahwa Nono di jadikan tumbal oleh Bu Romlah ", sahut Pak Mijan sambil tersenyum.


" Bapak hebat ", puji Santo.


" Siapa dulu, Mijan ", timpal Pak Mijan dengan bangga. Tanpa mereka sadari Pak Darjo yang kebetulan lewat gang kecil samping rumah Pak Mijan mendengar percakapan mereka. Dasar manusia jahat!! Pak Darjo pun tak tinggal diam.


Keesokan harinya saat buka kios sembako, Pak Darjo menceritakan apa yang di dengarnya semalam kepada Bu Nanik dan Jojo. Bu Nanik dan Jojo pun menggelengkan kepalanya.


' Kok ada manusia sejahat itu. Mau dapat ganjaran apa dari Gusti Allah ', kata Bu Nanik dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai pengajian di rumah Pak Mijan, Pak Mijan pamit kepada kedua anaknya mau ke warung yang ada di ujung gang kampung. Berbekal lampu teplok di tangannya Pak Mijan berjalan menyusuri jalanan kampung.


" Mijan.. Jan.."


Sayup sayup Pak Mijan mendengar suara orang memanggilnya. Pak Mijan langsung menatap pos ronda. Tampak Bu Romlah duduk di pos ronda sambil menatap Pak Mijan dengan tatapan tajam.


" Kenapa kamu membunuhku Mijan? Apa salahku?"


" Pergi!! Pergi kamu dari hadapanku Romlah!!" teriak Pak Mijan.


" Aku tidak akan pergi Mijan. Aku akan selalu mengikuti kamu", kata Bu Romlah.


" Tidak !! Jangan ikuti aku!! Pergi!!" teriak Pak Mijan. Teriakan Pak Mijan terdengar dari rumah Pak Darjo yang membuat lelaki paruh baya itu keluar dari rumah. Banyak warga yang juga keluar rumah karena mendengar teriakan Pak Mijan.


" Ada apa Pak ?" tanya Pak Darjo kepada Pak Ateng.


" Gak tau pak. Mari kita lihat ke pos ronda ", ajak Pak Ateng. Pak Darjo mengangguk lalu berjalan beriringan dengan Pak Ateng menuju pos ronda. Sampai di pos ronda terlihat Pak Mijan teriak teriak sambil mengibas ngibaskan tangannya, persis seperti orang g*la.


" Pak Mijan..Pak !" panggil Pak RT.


" Siapa kamu? Pergi!!" teriak Pak Mijan kepada Pak RT.


" Saya Pak RT ", kata Pak RT.


" Pergi!! Pergi!! Jangan dekati aku ", Pak Mijan histeris.

__ADS_1


" Bapak bapak saya minta tolong panggilkan Santo dan Naning ke sini ", kata Pak RT kepada dua orang tetangga Pak Darjo. Kedua orang itu mengangguk lalu berlalu dari pos ronda.


Tak lama kemudian Santo dan Naning sampai di pos ronda. Mereka bergegas membawa Pak Mijan pulang dengan sudah payah karena Pak Mijan terus berteriak histeris.


" Pak ada apa sih di pos ronda?" tanya Bu Nanik penasaran.


Pak Darjo langsung duduk di dipan teras rumahnya.


" Pak Mijan Bu. Beliau teriak teriak seperti orang kesurupan. Tak mengenali tetangga, Pak RT dan anak anaknya ", kata Pak Darjo.


" Mungkin itu karma buat Pak Mijan Pak. Dia kan udah jahat banget ", kata Bu Nanik.


" Entahlah Bu ".


" Ya udah kita masuk saja yuk Pak udah malam ",ajak Bu Nanik.


Pak Darjo mengangguk lalu mengikuti istrinya masuk ke dalam rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kang ", panggil Naning memanggil Pak Darjo.


" Ada apa Ning?" tanya Pak Darjo.


Tumben sekali Naning datang ke rumahnya.


" Masuk dulu Ning ", ajak Bu Nanik.


" Tidak usah Yu. Di sini saja lebih enak. Saya mau ngomong sama Kang Darjo Dan Yu Nanik ".


" Kamu mau ngomong apa Ning?" tanya Pak Darjo.


" Begini Kang, saya mau minta maaf sama keluarga Kang Darjo jika bapak saya banyak punya salah kepada keluarga sampean Kang. Saya tau Bapak saya seperti sekarang yang menjadi g*la karena karma nya yang sudah membunuh Bu Romlah dan Nono ", ucap Naning sambil tertunduk.


" Ning, mending kamu langsung saja minta maaf sama yang bersangkutan. Jika aku sih sudah memaafkan Pak Mijan ", kata Pak Darjo.


" Baik Kang nanti saya mau ke rumah Wati dan Nono. Saya mau meminta maaf kepada mereka siapa tau dengan meminta maaf kepada mereka Bapak ku jadi sembuh Kang ".


" Iya Ning semoga saja ".


Naning pun pamit mau ke rumah Wati dan Nono.


Keluarga Bu Romlah dan keluarga Nono sudah memberikan maaf kepada Pak Mijan tapi tetap saja Pak Mijan belum sembuh dari sakit jiwanya. Setiap hari masih teriak teriak sendiri. Sampai akhirnya di tahun 1990 Pak Mijan meninggal dunia.


( SEKIAN )

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2