
Harni seorang wanita desa yang datang ke kota untuk bekerja sebagai ART di rumah Bu Karmila. Sudah hampir lima tahun Harni bekerja untuk Bu Karmila. Selain Bu Karmila hidup sendiri karena suaminya sudah meninggal dunia dan kedua anaknya hidup di Jakarta sebagai polisi dan pegawai bank di sana, Bu Karmila juga baik hati. Makanya Harni betah bekerja sama Bu Karmila.
" Har, kamu sudah dua bulan tidak pulang kampung. Emangnya kamu tidak kangen sama ibu dan anakmu?" tanya Bu Karmila suatu pagi. Harni adalah janda anak satu, dia di tinggal pergi oleh suaminya. Di desa Harni hanya hidup dengan Ibu dan anaknya.
" Kangen sih Bu tapi kan tiap hari Harni sudah video call, lumayan lah buat obat rindu. Harni pulang kampungnya sekalian besok lebaran saja Bu ", ucap Harni.
" Ya udah deh terserah kamu saja tapi kalau kamu pengen pulang kampung gak apa apa loh ".
" Iya Bu ".
Bu Karmila pun masuk ke dalam kamarnya. Harni bergegas membersihkan meja makan dan mengerjakan pekerjaan lainnya.
Seminggu kemudian..
" Bu..Bu Karmila.." panggil Harni sambil mengetuk pintu kamar Bu Karmila.
Bu Karmila membuka pintu kamar.
" Ada apa Har?" tanya Bu Karmila.
" Bu maaf saya mau ijin pulang. Barusan saya mendapat kabar dari ibu saya di kampung kalau anak saya masuk rumah sakit ", kata Harni sambil menunduk.
" Loh anakmu sakit apa?" tanya Bu Karmila.
" Kata ibu saya di kampung Fadil sakit DB Bu ", jawab Harni.
" Oh ya sudah gak apa apa. Kamu pulang kampung aja. Urus anakmu dulu sampai sembuh ", kata Bu Karmila.
" Terima kasih Bu. Kalau begitu saya ijin ke kamar dulu mau siap siap ".
" Kamu naik apa Har pulang kampungnya ?"
" Naik travel Bu. Kebetulan travel yang menuju kampung saya masih ada kursi kosong satu ".
" Di jemput jam berapa? Di jemput kemari kan?" tanya Bu Karmila.
" Iya Bu nanti travelnya jemput ke sini setengah jam lagi ", jawab Harni.
" Oke ya sudah kamu siap siap dulu ", ucap Bu Karmila.
Harni pun bergegas menuju kamarnya untuk membereskan barang barangnya. Sementara Bu Karmila masuk kamar dan memasukkan sejumlah uang ke dalam amplop untuk Harni.
" Bu saya pamit dulu ya. Itu travelnya sudah datang ", pamit Harni.
Bu Karmila segera menyerahkan amplop putih kepada Harni.
" Ini gaji kamu bulan ini dan di situ ada sedikit uang untuk membantu biaya rumah sakit anak kamu ".
" Terima kasih banyak Bu ", kata Harni. Matanya berkaca-kaca karena terharu.
" Ya sudah sana udah di tungguin tuh. Kamu hati hati di jalan kalau sudah sampai kampung jangan lupa kabarin saya. Dan setelah anakmu sembuh kamu balik lagi ke sini ya ", ucap Bu Karmila.
" Iya Bu. Saya janji setelah anak saya sembuh saya akan segera kembali ke sini ", kata Harni.
__ADS_1
Bu Karmila pun mengantar Harni sampai di depan gerbang di mana mobil travel sudah menunggu Harni.
" Bu saya pamit dulu ya Assalamualaikum" ,ucap Harni lalu masuk ke dalam travel.
" Waalaikumsalam", sahut Bu Karmila.
Bu Karmila melambaikan tangan mengiringi travel yang merangkak pergi menjauh dari rumahnya.
" Harni mau ke mana Bu?" tanya Bu Susi,tetangga depan rumah Bu Karmila yang melihat Harni naik ke dalam travel tadi.
" Pulang kampung Bu ", jawab Bu Karmila.
" Tumben naik travel biasanya naik bus ".
" Iya buru buru soalnya anaknya masuk rumah sakit kena DB ".
" Kasihan sekali ", kata Bu Susi.
" Ya sudah Bu saya masuk dulu ya ", pamit Bu Karmila.
" Iya Bu ".
Bu Karmila bergegas masuk ke dalam rumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah sebulan Harni pulang kampung dan belum pulang ke rumah Bu Karmila. Ponselnya pun tidak aktif sejak Harni pergi naik travel itu. Sudah berulang kali Bu Karmila mencoba menghubungi Harni tapi tetap saja ponsel Harni tidak aktif.
" Harni kenapa ya? Kok gak bisa di hubungin? Aku ingin cari ART baru takutnya Harni datang kesini kalau tidak cari ART baru aku kok repot banget ", gumam Bu Karmila.
Sementara itu saat Bu Karmila yang sudah tertidur pulas, Bobi anak pertama Bu Karmila yang sedang dapat cuti pulang ke rumah.
Ting tong..
Bobi memencet bel rumah Bu Karmila. Tak lama kemudian pintu terbuka dan Bobi pun masuk.
" Makasih Mbak Harni. Mama mana?" tanya Bobi.
Harni tak menjawab pertanyaan Bobi, dia langsung pergi gitu aja dari hadapan anak sulung Bu Karmila itu.
" Mungkin Mbak Harni tidak dengar ", gumam Bobi lalu masuk ke kamar.
Tok tok..
Pintu kamar Bobi di ketuk. Bergegas Bobi membuka pintu, tampak Harni datang membawa segelas kopi panas.
" Makasih Mbak ", ucap Bobi sambil menerima segelas kopi yang di sodorkan Harni dan Harni hanya mengangguk.
Bobi menutup kembali pintu kamar lalu duduk di kursi yang ada di dalam kamar sambil menikmati kopi buatan Harni.
" Loh Bobi,kapan kamu datang nak?" tanya Bu Karmila saat melihat Bobi duduk di meja makan. Bu Karmila kemudian duduk di depan Bobi dan mengambil roti tawar dengan selainya.
" Semalam Ma. Mungkin Mama sudah tidur jadi tak aku datang ", sahut Bobi lalu menyalami tangan Bu Karmila dan menciumnya.
__ADS_1
" Kok bisa masuk? Pintu kan terkunci".
" Kan ada Mbak Harni Ma. Mbak Harni yang bukain pintu ".
Bu Karmila yang sedang mengoles roti dengan selai pun tersentak kaget.
" Loh kapan Harni pulang ke sini?" gumam Bu Karmila.
" Harni kan pulang kampung Bob sudah sebulan gak pulang ke sini. Ponselnya pun tidak aktif sampai sekarang ", ucap Bu Karmila.
Bobi yang sedang menyeruput teh langsung menatap Bu Karmila.
" Yang benar Ma?" tanya Bobi.
" Iya masa Mama bohong sih ", sahut Bu Karmila.
" Terus yang bukain aku pintu semalam siapa?" tanya Bobi.
" Ya enggak tau makanya Mama heran kamu kok bisa masuk ".
Kriing kriing..
Telepon rumah Bu Karmila berbunyi nyaring. Bobi bergegas menuju ke tempat telepon lalu mengangkat telepon.
" Assalamualaikum selamat pagi ", sapa Bobi.
" Waalaikumsalam bisa bicara dengan Bu Karmila?" tanya Seorang wanita di seberang.
" Ini dengan siapa ya?" tanya Bobi.
" Saya Bu Marni ibunya Harni ".
" Oh ya tunggu sebentar ya Bu ".
Bobi kemudian menuju meja makan.
" Siapa Bob?"tanya Bu Karmila.
" Ibunya Mbak Harni mau ngomong sama Mama ", sahut Bobi.
Bu Karmila bergegas menerima telepon Bu Marni.
Tak lama kemudian Bu Karmila kembali ke meja makan. Wajah Bu Karmila tampak sedih.
" Ada apa Ma?" tanya Bobi.
" Harni sudah meninggal dunia sebulan lalu. Travel yang di naikinya mengalami kecelakaan dan Harni meninggal ", kata Bu Karmila.
Jelas Bobi langsung terkejut mendengar perkataan Ibunya.
Jadi yang bukain pintu Bobi semalam itu...
( SEKIAN )
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...