
Kisah ini di alami seorang wanita sebut saja Gendhis. Gendhis baru dua bulan bekerja di salah satu pabrik garmen di kota besar. Dia rela meninggalkan orang tuanya demi membantu mencari nafkah orang tuanya di kampung. Beruntungnya di pabrik ini Gendhis tinggal di mess yang di sediakan pihak pabrik untuk karyawan yang rumahnya jauh. Jadi dia tidak mengeluarkan uang untuk bayar kos. Pabrik tempat Gendhis bekerja hanya dua shift saja, shif pagi jam tujuh sampai jam tiga sore sedangkan shif malam jam tiga sore sampai jam sebelas malam.
" Gendhis kamu masuk shif kedua ya?" tanya Nita teman sekamar Gendhis.
" Iya. Sama Arum juga ", sahut Gendhis.
Setiap kamar di mes di isi empat orang, namun karena salah satu teman sekamar Gendhis ada yang resign jadi sekarang kamar itu hanya di isi Gendhis, Arum dan Nita.
" Jadi nanti aku sendirian dong di kamar ", ucap Nita.
Gendhis dan Arum hanya terkekeh.
Jam menunjukkan pukul tiga sore saat Gendhis dan Arum sampai di pabrik. Mereka langsung duduk di meja jahit masing masing. Kebetulan meja jahit Gendhis dan Arum hanya depan belakang jadi mereka masih bisa mengobrol. Saat memasuki jam istirahat jam 6 sore, mendadak ada berita kematian melalui speaker.
" Siapa yang meninggal?" tanya salah satu karyawan.
" Ssstt dengar dulu jangan pada ribut !" titah supervisor.
" Pengumuman buat teman teman semuanya. Innalilahi wainailaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah teman kita yang bernama Septiana karyawan bagian B tadi pukul lima sore. Untuk hari ini bagi teman teman yang dapat jatah shif siang nanti di bubarkan pukul tujuh malam atau setelah istirahat selesai untuk melayat ke rumah saudara Septiana. Sekian pengumuman ini atas perhatiannya di ucapkan terima kasih ".
Setelah mendengar nama Septiana meninggal dunia semua karyawan pabrik pada heboh. Bergegas Gendhis menghubungi Nita untuk menanyakan nanti ikut melayat ke rumah Septiana tidak. Dan Nita pun mau ikut.
Singkat cerita, pihak pabrik menyewa tiga bus pariwisata untuk pergi ke rumah Septiana. Gendhis, Nita dan Arum duduk di bangku set 3. Nita terlihat syok mendengar Septiana meninggal, bagaimana tidak siang tadi dia masih satu tim sewaktu bekerja. Apalagi Septiana dekat dengan Nita.
" Septiana kok bisa meninggal sih? Bagaimana ceritanya?" tanya Anis pada teman di sampingnya. Kebetulan dia duduk di depan Gendhis.
" Septiana kecelakaan di jalan Z sewaktu pulang kerja tadi, katanya sih dia sempat terpental beberapa meter dan kepalanya menghantam pembatas jalan ", sahut Dona.
" Kasihan ya. Gak nyangka teman kita secepat ini meninggalnya ", kata Arum.
" Namanya juga musibah Rum. Jodoh, rejeki, maut tak ada yang tau ", kata Gendhis.
Tepat pukul setengah delapan malam bus bus pariwisata yang di naiki karyawan pabrik garmen PT. Impian Bersama telah sampai di rumah duka. Para karyawan langsung bersalaman kepada keluarga Septi turut berbela sungkawa. Lalu para karyawan pabrik itu pun duduk di kursi yang di sediakan di depan rumah. Rencana jenazah Septi akan di makamkan malam itu juga pukul sembilan malam di TPU yang tak jauh dari rumah duka. Banyak karyawan pabrik yang menangisi kepergian Septiana tak terkecuali Nita. Gendhis dan Arum langsung memeluk temannya itu.
__ADS_1
Saat keranda sudah mulai di angkat, upacara pelepasan jenazah langsung di mulai. Di saat itu tatapan Gendhis tak sengaja menatap ke arah kebun pepaya yang ada di samping rumah Septi. Tampak sesosok pocong sedang menatap ke arah keranda.
" Kamu kenapa Ndis?" tanya Arum saat Gendhis mencengkeram tangannya.
" Ada..ada..ada pocong ", bisik Gendhis.
" Mana?"
" Itu di pohon pepaya ".
Arum menatap kebun pepaya tapi tidak nampak apa apa.
" Tak ada apa apa ", bisik Arum.
Gendhis menatap kembali ke arah pohon pepaya, benar tak ada pocong di situ.
" Sudah menghilang ", sahut Gendhis.
Selesai upacara pelepasan jenazah, orang-orang yang mengiringi pemakaman pun langsung keluar dari halaman rumah duka dan para karyawan garmen langsung berbondong bondong menuju bus masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam sebelas malam Gendhis dan Arum berjalan beriringan keluar dari pabrik. Lalu mereka berjalan kaki menuju mess pabrik. Di tengah perjalanan, Arum mendadak berhenti.
" Kenapa Rum?" tanya Gendhis.
" Jam tanganku ketinggalan Ndhis di meja jahitku. Anterin ambil yuk ", kata Arum.
" Waduh takut aku Rum sejak ada berita arwahnya Septi gentayangan ", kata Gendhis.
" Aduh gimana dong? Aku takut jam tanganku hilang ", ucap Arum.
Gendhis yang merasa iba pun akhirnya bersedia mengantar Arum tapi dengan syarat Gendhis nunggu di pos satpam dan Arum pun menyetujui. Mereka pun kembali lagi ke pabrik. Sampai di pabrik mereka di sambut Pak Amat.
__ADS_1
" Loh kalian kok balik lagi?" tanya Pak Amat.
" Iya pak jam tangan saya ketinggalan di dalam. Bapak mau gak nemenin saya masuk ke dalam?" tanya Arum.
" Ya udah ayok bapak temenin ", kata Pak Amat.
Arum dan Pak Amat masuk ke dalam pabrik, sedangkan Gendhis menunggu di pos satpam.
" Arum sama Pak Amat mana sih kok lama banget ?" gumam Gendhis.
Gendhis yang semula duduk di dalam pos satpam keluar dari pos. Di lihatnya ke arah pabrik tapi belum ada tanda tanda Arum dan Pak Amat keluar. Gendhis mengeluarkan ponselnya hendak menelepon Arum tapi niatnya di urungkan saat ada sebuah sepeda motor berhenti tepat di depan Gendhis berdiri. Si wanita pengendara motor itu membuka helmnya membuat Gendhis terbelalak.
" Septiana.." desis Gendhis.
Ya pengendara motor itu arwah Septiana dengan wajah yang rusak sedang menatapnya. Gendhis pun langsung ambruk tak sadarkan diri.
" Gendhis..Gendhis.." panggil Arum sambil menepuk nepuk pipi Gendhis.
Gendhis membuka matanya, dia melihat sekelilingnya.
" Aku di kamar mess?" tanya Gendhis saat melihat dirinya terbaring di atas ranjang.
" Iya. Kamu kenapa sih pake acara pingsan di depan pos satpam?" tanya Arum.
Gendhis pun menceritakan yang di alaminya tadi kepada Arum dan Nita.
" Kamu kok lama banget tadi ambil jam tangannya?" tanya Gendhis.
" Iya tadi sekalian pipis di kamar mandi. Maaf ya ", kata Arum.
" Iya gak apa apa ", ujar Gendhis.
Sebulan setelah kejadian Gendhis melihat arwah Septiana, Gendhis resign dari pabrik karena takut. Dia pun pulang ke kampung halamannya.
__ADS_1
( SEKIAN )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...