
Cici memandang kos kosan yang akan jadi tempat tinggal nya.
" Mari Mbak Cici kita masuk biar Ibu tunjukkan kamar yang akan di tempati Mbak Cici ", ucap Bu Sukar.
Cici mengangguk lalu berjalan masuk mengikuti Bu Sukar.
" Di sini ada berapa Bu yang nempatin?" tanya Cici.
" Ada lima orang Mbak Cici yang dua baru kuliah yang tiga sudah bekerja ", sahut Bu Sukar. Cici hanya manggut-manggut.
" Ini kamar nya Mbak Cici ", kata Bu Sukar setelah membuka pintu sebuah kamar.
Cici masuk ke kamar itu lalu menatap sekeliling kamar. Kamarnya cukup luas sudah lengkap dengan spring bed dan ranjangnya. Ada meja rias, dua kursi dan satu meja di samping tempat tidur. Ada lemari pakaian juga.
" Bu ini kamar mandinya di sebelah sini ya?" tanya Cici sambil menunjuk sebuah pintu yang ada di dalam kamar.
" Iya Mbak Cici boleh di lihat kamar mandinya ", sahut Bu Sukar.
Cici membuka pintu kamar mandi lalu masuk. Cici manggut-manggut.
" Oke Bu saya jadi ngekos di sini. Per bulan delapan ratus ribu kan?" tanya Cici.
Bu Sukar mengangguk. Cici membuka dompetnya lalu mengeluarkan uang sejumlah satu juta enam ratus ribu.
" Saya bayar dua bulan sekalian ", ucap Cici.
" Makasih Mbak Cici. Uangnya saya terima ya ", ucap Bu Sukar sambil tersenyum. Lalu Bu Sukar pun pamit.
Sepeninggalan Bu Sukar Cici pun mulai beberes barang barang bawaannya di letakkan di tempatnya. Sekelebat Cici melihat ada orang lewat di depan kamarnya yang kebetulan pintunya masih terbuka. Cici menghampiri pintu lalu melongok keluar. Tak ada tanda tanda orang lewat. Cici mengangkat kedua bahunya kemudian menutup pintu kamarnya dan melanjutkan berbenahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cici menatap jam yang ada di layar ponselnya, jam sebelas malam. Matanya tak kunjung terpejam juga.
Ting..
Ponselnya berdenting ada pesan masuk. Bergegas Cici membuka aplikasi hijau, ada pesan dari Danu pacarnya.
[ Malam Ci kamu sudah dapat kos baru?] tanya Danu.
Cici tak membalas pesan Danu. Dalam hati dia masih jengkel dengan Danu. Gimana tidak jengkel, siang tadi di saat Cici minta di antar cari kos baru Danu menolak dengan alasan sedang ada kerjaan nyatanya Danu sedang nongkrong dengan teman temannya.
[ Sayang kok pesanku cuma di read doang? Kamu marah ya ?].
__ADS_1
' Iya lah marah. Tau marah masih aja tanya ', ucap Cici dalam hati.
Dok dok dok..
Terdengar bunyi ketukan keras di pintu kamar Cici membuat Cici terkejut. Bergegas Cici beranjak dari tempat tidur menuju pintu. Di bukanya pintu kamar tapi sepi tidak ada siapa-siapa membuat Cici heran. Di tutupnya kembali pintu kamar Tapi saat Cici hendak kembali ke tempat tidur terdengar suara ketukan lagi.
Dok dok dok..
" Siapa sih malam-malam usil gini?" tanya Cici.
Cici pun kembali menghampiri pintu dan membukanya tapi sama seperti tadi tidak ada siapa-siapa di depan pintu. Cici pun keluar mencari siapa yang telah usil mengetuk pintu kamarnya tapi dia tidak menemukan siapa-siapa. Di luar terlihat sepi sekali para penghuni kos yang lain pun sudah tidur.
Akhirnya Cici pun masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamar. Tak ada lagi suara ketukan di pintu kamar kosnya. Cici pun bernafas lega. Akhirnya dia pun tertidur tanpa membaca ataupun membalas pesan dari pacarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya saat Cici membuka pintu terlihat pintu kamar samping kamarnya Cici terbuka. Cici pun menghampiri kamar sebelah berniat untuk berkenalan.
" Hai selamat pagi ", sapa Cici.
Tampak seorang cewek seusia Cici menatap Cici sambil tersenyum manis.
" Hai juga selamat pagi. Penghuni baru ya?" tanya cewek itu.
" Iya kenalkan namaku Cici. Aku tinggal di kamar sebelah ", ucap Cici memperkenalkan diri.
Cici pun masuk ke kamar cewek itu lalu duduk di atas karpet di samping cewek itu.
" Perkenalkan namaku Hana. Aku bekerja di sebuah mall yang ada di jalan X ", ucapnya.
" Salam kenal Mbak Hana. Oiya Mbak Hana aku boleh tanya sesuatu nggak?" tanya Cici.
Hana pun mengangguk.
" Boleh Mbak mau tanya apa?"
" Semalam ada yang ketuk pintu kamarku dua kali tapi setelah aku buka pintu tak ada siapa-siapa. Kira kira siapa yang usil ya? Apa penghuni kos Ini ada usil nggak sih?" tanya Cici.
Terlihat Hana terdiam sambil menghela nafasnya dalam dalam.
" Emang suka begitu Mbak jangan kaget. Penghuni kos Ini ngajak kenalan sama Mbak Cici ", ucap Hana.
" Maksudnya?" tanya Cici tak paham.
__ADS_1
" Di sini tuh rada angker. Penghuni kos di sini sudah biasa dengan suara ketukan seperti yang Mbak Cici alami. Jadi penghuni kos di sini kalau mau main ke kamar teman kost di sini biasanya mengetuk pintu sambil manggil nama yang akan kita samperin kamarnya. Jika ada yang mengetuk pintu tanpa manggil nama biasanya emang tak di bukain takutnya seperti yang Mbak Cici alami", ucap Hana.
" Duh kok ngeri sih. Pernah ada yang lihat wujud sosok yang mengetuk pintu itu nggak?" tanya Cici.
" Belum ada yang pernah lihat. Cuma kata penghuni kos yang sekarang udah pindah entak ke mana, katanya sih wujudnya seperti kuntilanak ".
Cici pun bergidik ngeri membayangkan wujud si pengetuk pintu kamar.
" Mbak Cici kuliah atau kerja?" tanya Hana.
" Aku kerja di pabrik di jalan Z ", jawab Cici.
Hana hanya manggut-manggut. Lalu Mereka pun mengobrol banyak sekali hingga tak terasa sudah jam 10.00 pagi. Cici pun pamit balik kamarnya.
Setelah masuk ke kamar Cici langsung menutup pintu. Betapa terkejutnya dia ada tulisan di kaca riasnya.
" JANGAN TAKUT !!" Begitu tulisannya.
" Siapa yang masuk ke kamarku dan mencoret-coret kaca rias ini?" Gumam Cici.
' Ah sudahlah gak usah di pikirin lebih baik aku cari lap ', batin Cici.
Lalu Cici pun mengambil baju yang sudah tak terpakai untuk mengelap kaca itu, tapi sungguh ajaib! Tulisan itu hilang dengan sendirinya. Cici mengucek matanya, saat membuka matanya kembali tulisan itu memang sudah hilang.
" Apa aku mimpi?" tanya Cici pada dirinya sendiri lalu dia menampar pipinya sendiri.
Plak!
" Aaagggghhhh sakit ", pekik Cici.
" Berarti aku gak mimpi, benar apa yang di bilang Hana tadi tempat ini angker. Tapi apa maksud tulisan tadi?"
Cici duduk di tepi ranjang sambil berpikir apa maksud tulisan tadi.
Jeder!!
Pintu kamar mandi yang semula terbuka,menutup dengan sendirinya membuat Cici hampir terjatuh dari duduknya saking kagetnya.
" Astaghfirullah!!" teriak Cici.
Jujur Cici merasa ketakutan yang luar biasa. Baru kali ini dia mengalami kejadian mistis seperti ini. Jantung Cici pun berdegup kencang.
" Ya Allah.. Ya Allah.. Ada apa ini?" kata Cici.
__ADS_1
( Bersambung ).
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...