
" Kamu kenapa Yan pulang pulang kok mukanya cemberut gitu?" tanya Pak Harun.
" Yani kesel Pak tadi sewaktu di warung Ibu Ibu pada ngomongin Dahlia. Katanya suami Bu Siti sama suami Bu Ijah semalam lihat Dahlia menangis di depan rumah sama di kebun pisang samping rumah ", ungkap Yani.
" Kata mereka Dahlia di jadiin tumbal sama ibu ", lanjut Yani.
" Memang benar kan kenyataannya seperti itu Yan. Dahlia meninggal karena di jadikan tumbal Ibumu ", kata Pak Harun.
Yani tak menanggapi perkataan Bapaknya. Dalam hati dia membenarkan apa yang di kata oleh Pak Harun.
" Semalam saja bapak dengar Dahlia menangis d kamar. Begitu Bapak samperin suara tangisan Dahlia hilang ", ucap Pak Harun.
" Beneran Pak?" tanya Yani.
Pak Harun mengangguk.
" Assalamualaikum ", ucap Seseorang.
Pak Harun bergegas membuka pintu. Tampak Pak Haji Hansori berdiri di depan pintu.
" Eh Pak Haji.. Waalaikumsalam Pak mari silahkan duduk ", ucap Pak Harun.
Pak Haji Hansori pun duduk di kursi teras.
"Begini Pak pagi ini kira kira Bu Wati ada di rumah tidak ya?" tanya Pak Haji Hansori.
" Kalo biasanya mantan istri saya sudah ke pasar pak kalo jam segini ", sahut Pak Harun.
" Kalau begitu sekarang saja kita ke rumah beliau untuk menghilangkan pesugihannya, gimana? Bapak mau kan? Soalnya menurut saya lebih cepat lebih baik tak usah menunggu lusa ", kata Pak Haji Hansori.
Pak Harun langsung mengangguk setuju lalu memanggil Yani untuk mengambil kunci cadangan rumah Bu Wati.
" Yani ikut ya Pak?" tanya Yani.
Pak Harun pun mengangguk lalu mereka bertiga bergegas ke rumah Bu Wati.
Yani membuka pintu rumah Bu Yani. Pak haji Hansori dan Pak Harun pun langsung masuk ke rumah. Mereka langsung menuju kamar khusus tempat Bu Wati melakukan ritual pesugihan.
" Astaghfirullah", ucap Pak Haji Hansori saat melihat kamar tersebut.
Pak Haji pun bergegas membaca doa doa kemudian menyuruh Yani dan Pak Harun untuk membakar semua sesaji dan pernak pernik pemujaan. Anak dan Bapak itu kemudian melaksanakan perintah Pak Haji Hansori. Setelah bersih kemudian Pak Haji Hansori membuka semua jendela kamar dan ruangan yang ada di rumah itu.
" Nanti habis magrib kita ke warung Bu Wati. Di sana saya akan berdoa Pak agar jimat yang masih menempel di warung itu hilang ", ucap Pak Hansori.
Pak Harun pun mengangguk. Kemudian mereka bertiga pun bergegas pergi meninggalkan rumah Bu Wati dengan keadaan jendela terbuka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di warung Bu Wati..
__ADS_1
( Pak Harun mengintai warung bakso Bu Wati untuk melihat reaksi pelanggan bakso Bu Wati setelah ilmu pesugihannya di hilangkan ).
" Bu, ini kok baksonya ada belatung sih?" tanya Pelanggan bakso dengan jijik.
" Masa sih Mas? Coba saya lihat ", sahut Bu Wati.
Lalu Bu Wati melihat bakso yang ada di mangkok pelanggannya. Benar saja ada belatung di bakso tersebut.
" Ini bakso punya saya juga ada belatungnya. Wah gak beres ini Ibu jualannya ", ucap Pelanggan yang lain.
" Iya ini. Untung belum sempat aku makan ".
Lalu para pelanggan itu pun keluar semua dari warung baksonya Bu Wati.
" Kok bisa sih tiba tiba bakso bakso ini ada belatungnya? Aduh kenapa ini?" tanya Bu Wati.
" Atau jangan jangan..." Bu Wati menggantung kalimatnya kemudian bergegas menutup warung baksonya dan pulang.
Sesampainya di rumah Bu Wati terlihat syok dengan apa yang di lihatnya. Beliau langsung jatuh terduduk di lantai.
" Kalau begini bisa bisa nyawaku yang jadi taruhannya ", gumam Bu Wati sambil terisak.
Beliau teringat perjanjian dengan dukun yang memberikan pesugihan padanya.
" Jika kamu tidak dapat tumbal atau kamar sesaji mu di doakan dan di bersihkan orang maka nyawamu lah yang akan jadi taruhannya ",ucap Mbah Darmo kala itu yang masih selalu di ingat Bu Wati.
Bu Wati terkesiap saat mendengar ada suara memanggilnya.
" Itu..itu seperti suara Dahlia ", gumam Bu Wati.
" Bu, kenapa Ibu jahat sama aku? Kenapa Aku di jadikan tumbal pocong itu?" tanya Dahlia.
" Pergi!! Pergi kamu!!" teriak Bu Wati.
" Aku tak akan pergi Bu. Aku akan selalu mengikuti Ibu kemana pun Ibu pergi ", ucap Dahlia.
" Aaagggghhhh", Bu Wati berteriak sambil menutup kedua telinganya.
" Aku harus segera ke rumah Mbah Darmo meminta bantuannya ", gumam Bu Wati.
Bu Wati pun bergegas berdiri lalu mengunci pintu rumahnya. Bu Wati pun langsung pergi meninggalkan rumahnya dengan motornya.
" Bu.."
Bu Wati pun terkejut saat mendengar Dahlia memanggilnya sehingga membuat Bu Wati oleng dan akhirnya motor yang di naikinya pun pindah ke jalur kanan. Tanpa di duga dari arah depan meluncur mobil yang sedang melesat dengan kecepatan tinggi.
" Aaagggghhhh!!" teriak Bu Wati.
Braak!!
__ADS_1
Kecelakaan pun tak dapat di hindarkan. Tubuh Bu Wati terpental beberapa meter, kepalanya membentur pembatas jalan dengan keras. Membuat Bu Wati langsung kehilangan kesadarannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Assalamualaikum".
Yuni dan Pak Harun yang sedang duduk di ruang tamu bergegas keluar saat mendengar ada orang mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam", sahut Pak Harun.
Tampak ada tiga orang polisi mendatangi kediaman Pak Harun.
" Maaf pak ada apa ya ini?" tanya Pak Harun.
" Apa betul ini rumah Pak Harun?"
" Betul Pak ".
" Begini Pak kami dari kepolisian mengabarkan bahwa Bu Wati mengalami kecelakaan dan sekarang jenasahnya ada di rumah sakit X ".
" Astaghfirullah.. Inalillahi".
" Ya Allah Ibu Pak.." teriak Yuni.
Tangis Yuni pun pecah. Yanto yang sedang nonton tv pun langsung keluar saat mendengar kakaknya menangis.
" Ada apa Mbak?" Tanya Yanto.
" Ibu Yan,,Ibu meninggal ", jawab Pak Harun.
Yanto pun terlihat syok mendengar kabar duka itu. Tak urung dia pun ikut menangis.
* Flashback off *
" Sekarang kita doakan Ibu dan Dahlia Pak semoga mereka tenang di Sana ", ucap Yani.
" Kamu betul Yan. Lebih baik sekarang kita mendoakan mereka ", sahut Pak Harun.
Jam sembilan pagi Pak Harun dan kedua anaknya pun mendatangi makam Bu Wati dan Dahlia. Mereka pun mendoakan Bu Wati dan Dahlia di pimpin oleh Pak Harun.
" Semoga amal ibadah kalian di terima di sisiNya ", ucap Pak Harun sebelum meninggalkan makam.
" Amiin ", sahut Yani dan Yanto.
Lalu mereka pun kembali ke rumah.
( SEKIAN)
NB : Mohon maaf di bab yang berjudul pesugihan ceritanya panjang ( Sampai 3 Bab ) itu pun author sudah buat sesingkat singkatnya jika ceritanya sama persis dengan cerita narasumber bisa sampai 5 Bab baru kelar. Btw kalian masih setia membaca cerita ku kan? Terima kasih untuk yang masih setia membaca ceritaku sampai Bab ini. Mohon kritik dan saran dari kalian di kolom komentar agar cerita kedepannya lebih menarik lagi kata katanya.
__ADS_1