
Ardan seorang polisi yang bertugas di salah satu polres X. Baru baru ini dia baru saja menangani kasus kecelakaan maut di jalan S.
" Bagaimana kondisi korban?" tanya Darsa rekan kerja Ardan saat Ardan baru saja sampai di kantor.
"Korban meninggal di tempat Dar. Gimana tak langsung meninggal lha wong mobil yang di tumpanginya hancur bagian depan apalagi dia sebagai drivernya ", ucap Ardan.
" Terus barang buktinya mana?" tanya Darsa.
" Sudah di bawa kemari pake truk tapi baru di perjalanan ".
" Terus sopir Fuso yang nabrak mobil korban sudah di amankan?"
" Dia melarikan diri. Tapi aku sudah mengantongi nama, alamat si sopir Fuso ", ucap Ardan.
Tak lama kemudian truk yang membawa mobil korban masuk ke halaman kantor polisi. Segera Ardan dan Darsa mengintruksikan sopir truk untuk langsung ke lapangan belakang kantor yang di jadikan tempat penyimpanan barang bukti kendaraan bermotor.
Ardan menatap jam di pergelangan tangannya. Kemudian dia berpamitan pada Darsa untuk pulang karena sudah waktunya dia pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sayang, nanti kamu masuk shif apa ?" tanya Talia, istri Ardan.
" Aku masuk shif malam Sayang ", sahut Ardan.
" Berarti besok pagi pulangnya?"
" He em. Kenapa sayang?"
" Kalau begitu mobilnya ku bawa kerja dulu ya".
" Iya hati-hati ya ".
Talia meraih tangan suaminya lalu mencium tangan Ardan.
" Aku berangkat kerja dulu Sayang Assalamualaikum".
" Waalaikumsalam".
Talia langsung melesat pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit tempatnya bekerja.
Sepeninggalan Talia, Ardan duduk di teras sambil ngopi.
Ting..
Ponsel Ardan berdenting, ada pesan masuk. Ardan bergegas membuka ponselnya. Ada pesan dari nomor tak di kenal.
[ Tolong saya ] begitu isi pesan dari nomor tak di kenal.
[ Ini siapa ya?] balas Ardan.
[ Tolong, tolong aku !!].
Ardan langsung melakukan panggilan ke nomor itu tapi nomor itu tidak aktif.
[ Tolong jangan main main dengan saya !] gertak Ardan.
Tak ada balasan dari nomor asing itu. Ardan pun langsung meletakkan ponselnya di atas meja dan lanjut minum kopinya.
Jam sepuluh malam Ardan bersiap mau berangkat kerja. Setelah berpamitan dengan istrinya Ardan langsung pergi ke tempat kerja.
" Dar, kamu shif malam juga? Bukannya kamu shif pagi ya?" tanya Ardan saat di lihatnya Darsa sedang duduk di depan pos penjagaan.
" Gantiin Aldi. Dia masuk shif pagi tadi soalnya malam ini mau ke rumah mertuanya ada acara ", jelas Darsa.
" Oh ".
Ardan lalu duduk di samping Darsa.
__ADS_1
" Eh Dan, kamu tau jika mobil yang kecelakaan kemarin itu horor?"
" Horor gimana maksudnya?"
" Tadi si Boni kebetulan ngecek ke lapangan belakang karena dia mendengar ada suara mesin mobil nyala. Eh yang nyala mesin mobil yang kemarin kecelakaan yang kita tangani kasusnya. Kata Boni bahkan klaksonnya nyala sendiri ", kata Darsa.
" Masa sih?" tanya Ardan tak percaya.
" Iya kalau tak percaya tanya aja sendiri sama Boni ".
" Oh iya Dar kamu tau nomer ini gak?" tanya Ardan sambil memperlihatkan pesan yang tadi pagi di ponselnya.
" Gak tuh emang ada apa?" tanya Darsa.
" Nomor ini kirim pesan ke aku katanya minta tolong. Aku tanya siapa dia gak jawab. Lalu aku hubungin nomor itu eh malah gak aktif ".
" Mungkin orang iseng itu Dan ", kata Darsa.
" Mungkin sih ".
" Udahlah gak usah di pikirin. Mending sekarang kita beli nasgor aja. Tuh Abang nasgor langganan kita lewat ", ajak Darsa sambil menunjuk Abang nasgor yang berhenti di depan kantor polisi.
" Ayo ", kata Ardan antusias.
Lalu mereka berdua menghampiri Abang nasgor dan memesan dua porsi nasi goreng.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ting..
" Mas tuh ada pesan masuk ", kata Talia.
" Dari siapa?" tanya Ardan.
" Gak tau ".
Talia membuka pesan di ponsel suaminya lalu berdiri di pintu kamar mandi.
[ Tolong aku ] isi pesan tersebut yang di bacakan Talia.
" Siapa sih mas ini ?" tanya Talia.
" Gak tau Sayang. Kemarin siang juga kirim pesan seperti itu ", sahut Ardan.
Tak lama kemudian Ardan keluar dari kamar mandi. Di lihatnya Talia membalas pesan ke nomor asing itu.
[ Maaf ini dengan siapa?] balas Talia.
[ Bilang suami kamu tolong cari tas biru di dalam mobil yang kecelakaan kemarin lalu serahkan kepada keluarga ku ] balas si nomor asing. Ardan dan Talia saling berpandangan.
" Kenapa dia tau kalau aku yang mengirim pesan padanya? " tanya Talia.
Ardan mengangkat kedua bahunya.
" Emang kemarin ada kecelakaan mas?" tanya Talia.
" Iya kasusnya aku yang nanganin. Sebuah mobil sedan adu banteng dengan Truk Fuso. Sedannya hancur di bagian depan dan si pengendara sedan meninggal di tempat sedangkan si sopir Fuso melarikan diri sekarang sedang di buru polisi ", kata Ardan. Talia manggut-manggut.
" Jangan jangan.."
" Jangan aneh aneh deh sayang. Jangan percaya hal ghaib seperti itu ", ucap Ardan.
" Percaya gak percaya tapi hal ghaib itu ada mas ", kata Talia.
" Iya iya ".
" Ya sudah mas mesti berangkat kerja kan ".
__ADS_1
Ardan hanya mengangguk kemudian memakai baju dinasnya.
" Sayang aku berangkat kerja dulu ya ", pamit Ardan.
Talia mengangguk kemudian mencium tangan suaminya.
" Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam Sayang, hati hati ya ".
Ardan mengangguk lalu masuk ke dalam mobil dan melesat pergi meninggalkan rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Dan kamu udah datang?" tanya Aldi.
Aldi menghampiri Ardan yang baru saja keluar dari mobilnya.
" Kenapa?" tanya Ardan.
" Antar ke belakang yuk. Aku mau cari sesuatu di belakang ", kata Aldi.
Ardan hanya mengangguk kemudian berjalan mengikuti Aldi.
" Kebetulan aku juga mau cari sesuatu di mobil yang kecelakaan kemarin ", kata Ardan.
" Mau cari apa di mobil angker itu?" tanya Aldi.
" Katanya ada tas biru yang mesti di berikan keluarganya ",kata Ardan. Aldi menatap Ardan dengan tatapan bertanya tanya. Ardan lalu menceritakan isi pesan dari nomor asing yang masuk ke ponselnya dua hari ini.
Sampai di lapangan belakang kantor Aldi bergegas mencari dompetnya yang jatuh sedangkan Ardan berusaha membuka pintu belakang mobil sedan yang hancur itu. Tiba tiba..
Tiin tiin tiiin..
Klakson mobil sedan itu berbunyi sendiri membuat Aldi dan Ardan terkejut.
" Kamu apakan sih mobilnya Dan? Bikin jantungan aja ", kata Aldi.
" Aku hanya berusaha membuka pintu belakangnya saja entah kenapa klaksonnya berbunyi ",kata Ardan.
Brak!!
Pintu belakang sudah terbuka bergegas Ardan mencari tas biru dengan bantuan senter ponselnya.
" Di bawah kursi tas nya ".
" Oh oke ", sahut Ardan.
Benar saja tas biru yang dia cari ada di bawah kursi belakang bergegas dia mengambilnya dan menutup pintu mobil.
" Aldi.." panggil Ardan.
Aldi yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat Ardan berdiri langsung menoleh. Ardan lalu menghampirinya.
" Tadi ada suara di belakangku memberitahu letak tas ini, bukan kamu?" tanya Ardan.
" Aku dari tadi di sini cari ini ", kata Aldi sambil menunjukkan dompetnya.
" Terus yang berbicara padaku tadi siapa?" tanya Ardan.
" Jangan jangan.."
Aldi langsung berlari meninggalkan Ardan, Ardan pun bergegas mengejar Aldi. Ardan merasa yang berbicara di belakangnya tadi makhluk ghaib yang membuat nya merinding tapi Dia sudah lega tas biru itu sudah di tangannya tinggal besok pagi di antar ke keluarga almarhum.
( SEKIAN )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1