
Rania seorang gadis berusia 30 tahun bekerja sebagai dokter forensik di salah satu rumah sakit. Sudah menjadi makanan sehari hari baginya melihat mayat dengan pembunuhan, kecelakaan dan bunuh diri dengan berbagai luka yang mengerikan.
Pagi ini setelah subuh Rania mendapat telepon dari rumah sakit untuk segera ke rumah sakit. Ada mayat wanita yang harus di otopsi. Rania pun bergegas berangkat ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit Rania di sambut rekan rekannya. Dia segera menuju tempat otopsi. Setelah masuk ke ruang otopsi, terlihat oleh nya seorang mayat wanita dengan wajah yang sudah tak di kenali lagi karena sudah gosong.
" Ini korban kebakaran ya?" tanya Rania.
" Menurut informasi sih katanya mobil yang di kendarai si jenasah kecelakaan lalu terbakar. Tapi pihak keluarga korban meminta untuk di otopsi karena pihak keluarga korban merasa ada yang tidak beres ", sahut Tias.
Rania manggut-manggut. Jam lima pagi Rania dan rekannya mulai mengotopsi jenasah.
" Tim kita sudah ada yang di TKP belum?" tanya Rania.
" Sudah Ran ".
" Oh oke ".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam lima sore Rania keluar dari ruang otopsi. Ada beberapa polisi yang sudah menunggunya di luar ruang otopsi.
" Sudah ada perkembangannya dok?" tanya Arjun, salah satu polisi.
" Untuk dugaan sementara, korban memang mengalami kecelakaan dan mobilnya terbakar di TKP. Tapi masih ada dugaan sebelum korban mengendarai mobilnya, korban sempat berhubungan intim. Entah itu karena suka sama suka atau malah korban di perkosa ", kata Rania.
" Butuh berapa hari lagi untuk menyelesaikan otopsi ini?" tanya Arjun.
" Insya Allah satu atau dua hari lagi ", sahut Rania.
" Oke kalau begitu kita pamit kembali lagi ke kantor ".
" Silahkan ".
Para polisi itu segera pergi dari hadapan Rania.
Sebelum mengunci pintu ruangan otopsi, Rania masuk kembali ke dalam ruangan untuk memastikan tak ada yang ketinggalan dan akan menutup mayat dengan kain putih. Tapi saat akan menutup jenasah dengan kain putih, Rania melihat jenasah itu membuka matanya menatap Rania.
" Tolong aku !" ucap Jenasah itu.
" Aaagggghhhh!!" sontak Rania menjerit dan berjalan mundur beberapa langkah.
__ADS_1
Rania menatap jenasah itu lagi, jenasahnya tidak menatapnya. Diam kaku dan matanya tertutup.
" Mungkin halusinasi ku saja karena kelelahan ", gumam Rania.
Bergegas dia menutup jenasah itu dengan kain putih lalu buru buru keluar ruangan. Setelah mengambil tas di loker, Rania langsung menuju ke mobilnya di parkiran.
Sampai di rumah Rania bergegas membersihkan diri. Setelah membersihkan diri dia duduk di kamarnya sambil menyeruput kopi.
Tok tok tok..
" Ran.." panggil Bu Atun.
" Ada apa Bu?" tanya Rania.
" Tuh kamu di cariin ".
" Siapa?"
" Gak tau. Seorang cewek katanya pengen ketemu sama kamu ".
" Baiklah suruh tunggu sebentar Bu ".
" Orang nya sudah menunggu di teras ".
" Perkenalkan nama saya Tania ", wanita mengulurkan tangannya.
" Rania ", ucap Rania sambil mengulurkan tangan.
" Maaf kalau boleh tau ada keperluan apa ya?" tanya Rania.
Terlihat Tania menghela nafasnya lalu memandang Rania.
" Saya mau minta tolong sama kamu ", ucap Tania.
" Minta tolong apa?" tanya Rania.
" Saya adalah korban pemerkosaan. Malam itu jam satu, saya akan ke rumah sakit. Ada telepon ada rumah sakit bahwa ada pasien yang sekarat. Setelah keluar dari komplek perumahan tempat saya tinggal, saya merasa di buntuti oleh dua orang berboncengan motor. Saat sampai di Jalan S mobil saya di cegat dan saya di suruh keluar. Mereka menodongkan sebuah pistol dan mengancam jika saya tidak keluar dari mobil saya akan di tembak ".
Terlihat air mata Tania jatuh membasahi pipi mulusnya.
" Lalu?"
__ADS_1
" Saya keluar dong. Saat saya keluar dari mobil mereka menyeret ku ke kebun yang ada di pinggir jalan S tepatnya di sebelah toko bahan bangunan semoga sukses. Mereka mencekoki ku dengan minuman keras. Di saat aku yang sudah mabuk mereka bergiliran memperkosa ku. Setelah puas mereka meninggalkan aku begitu saja. Dengan sisa sisa tenaga aku kembali ke mobil dan menjalankan mobilku, aku berencana untuk pulang saja. Tapi naas karena dalam keadaan mabuk dan aku memacu mobilku dengan kecepatan tinggi, aku menabrak pembatas jalan. Mobilku sempat terguling dua kali sampai akhirnya mobilku terbakar. Aku minta tolong tangkap kedua pelaku itu, hukum seberat beratnya ", ucap Tania.
" Insya Allah aku akan bantu ", kata Rania.
" Hanya kamu yang bisa bantu aku. Kalau begitu aku permisi dulu. Terima kasih sebelumnya ", ucap Tania.
Tania meletakkan sebuah map berwarna merah di meja depan Rania.
" Ini data dataku yang kamu butuhkan ", ucapnya lalu pergi meninggalkan Rania.
Rania mengambil map itu lalu masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar Rania membuka map itu. Di dalam map itu ada foto Tania, ada tulisan tangan Tania yang menyebutkan ciri ciri pelaku, alamat rumah Tania serta ciri ciri mobil yang di gunakan Tania sewaktu kecelakaan tak lupa plat nopol mobil tersebut.
PING..
Ponsel Rania berbunyi menandakan ada pesan masuk. Bergegas Rania membuka ponselnya membaca pesan yang masuk dari tim nya yang mengidentifikasi kecelakaan di TKP.
[ Ran, mobil korban menabrak pembatas jalan karena dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga membuat mobil itu terguling sebanyak 2 kali sampai akhirnya mobil itu terbakar ] begitu laporan timnya Rania.
[ Oh oke terima kasih. Oh Iya nopol mobilnya berapa ?] tanya Rania.
[ B xxxx GB ].
Rania pun tersentak.
" Bukankah itu nomor mobil punya Tania?" gumam Rania.
" Atau jangan-jangan.." Rania baru tersadar siapa Tania.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya Rania dan timnya sudah berada di ruangan otopsi. Mereka melanjutkan melakukan otopsi itu. Dan bener dugaan Rania. Jasad yang ditanganinya ini adalah jasad Tania yang semalam datang ke rumahnya. Rania langsung mengirim hasil otopsi ke kantor polisi setempat yang mengurus kasus ini. Jadi hasil otopsi itu sama persis dengan apa yang Tania ceritakan semalam. Sebelum kecelakaan Tania dicekoki miras sampai mabuk kemudian diperkosa secara bergiliran. Setelah itu dalam keadaan mabuk Tania melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai akhirnya mobil yang di tumpangi Tania menabrak pembatas jalan dan terguling dua kali dan terbakar. Tania yang tak bisa keluar menyelamatkan diri, ikut terbakar dengan mobilnya hingga meninggal. Keadaan tubuhnya pun mengenaskan. Tubuhnya gosong sampai tak di kenali lagi.
Beberapa hari setelah hasil otopsi keluar, polisi sudah menangkap pelaku pemerkosaan yang menyebabkan Tania meninggal dunia. Rania pun bisa bernafas lega karena kasus Tania sudah selesai.
Saat Rania memejamkan matanya di kamar, sayup sayup dia mendengar suara Tania.
" Terima kasih Rania ", ucap Tania.
Rania membuka matanya tak di lihatnya ada Tania. Hanya suaranya saja yang terdengar.
" Semoga kamu tenang di sana Tan", gumam Rania.
__ADS_1
( Sekian )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...