Horror Story' S ( Kumpulan Cerita Mistis Dari Kisah Nyata )

Horror Story' S ( Kumpulan Cerita Mistis Dari Kisah Nyata )
28. Gara gara datang bulan.


__ADS_3

Bu Tami benar benar jengkel dengan anak gadisnya. Bagaimana tidak anak gadisnya begitu malas apalagi saat datang bulan,pembalut yang di buang pun tidak di cuci dahulu asal di buang begitu saja.


" Sekar, jika baru datang bulan itu mbok ya pembalutnya di cuci bersih dulu baru di buang jangan asal di buang begitu saja. Nanti kalau ada apa apa baru tau rasa kamu ", ucap Bu Tami kepada anaknya.


Sekar hanya tertawa saja. Dia menganggap itu hanya mitos saja.


" Bu sekarang tuh udah modern kenapa masih percaya mitos sih?" ucap Sekar di sela sela tawanya.


Bu Tami hanya menggelengkan kepalanya.


" Di bilangin mertua kok ngeyel ", gumam Bu Tami.


" Oiya Bu pagi ini Sekar mau ke kota S ", kata Sekar.


" Ngapain kamu ke kota S? "


" Mau jalan jalan saja Bu ke pasar grosirnya. Ibu mau nitip gak?"


" Nanti ibu beliin daster batik ya ", kata Bu Tami. Sekar pun mengangguk.


Bu Tami pun segera mengambil dompetnya di kamar lalu menyerahkan dua lembar uang berwarna merah.


" Nanti kamu naik apa? Mau naik motor?" tanya Bu Tami.


"Naik kereta saja Bu. Kalau naik motor capek pulang pergi 3 jam, bisa kram tanganku ", ucap Sekar.


" Sama siapa kamu ke sana?"


" Sama Dania Bu kebetulan sekalian Dania mau pulang kampung kan kampungnya Dania di kota S ".


" Tapi pulangnya kamu jangan malam malam ya ", pesan Bu Tami.


" Iya Bu iya ya udah Sekar mau mandi dulu. Nanti Dania mau ke sini nyamperin Sekar ".


Lalu Sekar pun beranjak ke kamar mandi.


Tok..tok..tok..


Bu Tami yang mendengar suara pintu di ketuk bergegas membuka pintu. Tampak Dania berdiri di depan pintu.


" Eh Dania.. Masuk dulu Dania. Sekar baru siap siap ", ucap Bu Tami sambil tersenyum.


" Iya Bu makasih ", ucap Dania.


" Eh Dania udah datang ya kalau gitu kita langsung berangkat saja sekarang ", kaya Sekar.


" Ayo ".


Lalu mereka berdua pun pamit sama Bu Tami.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam menunjukkan pukul sembilan malam saat Sekar sudah sampai stasiun di kotanya. Dia pun langsung memesan ojek online. Tak berapa lama ojek online pesanannya suda datang. Driver pun langsung menyerahkan helm kepada Sekar.

__ADS_1


" Itu temannya ya mbak?" tanya san Driver.


" Saya sendirian Pak ", jawab Sekar.


Driver itu pun lalu terdiam. Setelah Sekar naik ke atas boncengan motor sang Driver pun langsung memacu motornya menuju alamat rumah Sekar. Entah kenapa malam ini Sekar merasakan merinding yang luar biasa.


' Ah mungkin karena angin malam jadi membuat aku merinding ', ucap Sekar dalam hati.


" Mbaknya merinding ya?" tanya Driver.


" Iya Pak. Bapaknya kok tau?" Sekar balik bertanya.


" Ya tau lah Mbaknya di ikutin sama kuntilanak ", jawab Bapak driver.


" Ah yang benar saja Pak", timpal Sekar.


" Benar Mbak mana mungkin saya bohong. Mbak maaf nih Bapak mau tanya tapi agak jorok dikit. Mbaknya baru datang bulan ya?"


" Iya Pak ".


" Pembalutnya suka di bersihkan gak kalau mau di buang?"


Sekar menggelengkan kepalanya.


" Pantas saja. Kuntilanak paling suka sama darah datang bulan yang tidak di bersihkan dan suka mengikuti yang baru datang bulan ", ucap Bapak tersebut.


Ucapan tersebut membuat Sekar kembali teringat omongan ibunya.


' Apa benar begitu?' batin Sekar.


" Terus gimana Pak agar saya tak di ikuti Mbak Kunti itu lagi?" tanya Sekar.


Jujur dia merasa takut sekarang. Dalam hati dia menyesal kenapa tidak menuruti kata kata ibunya.


" Mbak berdoa saja. Kalo ada Ustad minta tolong ustad tersebut buat doain Mbak agar tidak di ganggu atau di ikuti Kunti itu ".


Sekar hanya mengangguk angguk.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam driver ojol tersebut menghentikan motornya di depan rumah Sekar. Setelah membayar dan mengucapkan terima kasih Sekar pun bergegas masuk ke halaman rumah.


Tok tok tok..


" Bu.. Ibu.." panggi Sekar sambil mengetuk pintu. Tapi pintu tak kunjung terbuka.


" Ibu mana sih lama banget?" gumam Sekar.


Dia merasa ketakutan karena seperti sedang di awasi seseorang.


Tok tok tok..


" Bu..Ibu..Bukain pintunya Bu !!" suara Sekar naik beberapa oktaf memanggil Bu Tami.


Masih juga tak ada tanda tanda langkah kaki mendekati pintu dari dalam rumah.

__ADS_1


" Hi hi hi hi hi hi ".


Sekar seperti mendengar suara tawa. Sekar pun menoleh kesana kemari, tak ada siapa pun. Lalu Sekar mendongak dan...


Jreeng!!


Ada kuntilanak sedang nangkring di atas pohon nangka di depan rumah Sekar.


" Hi hi hi hi hi ".


Kuntilanak itu tertawa menatap Sekar. Sekar yang ketakutan pun langsung jatuh tak sadarkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sekar membuka matanya, dia sudah berada di kamarnya. Tapi kenapa sepi,di mana Ibunya? Sekar pun bangun dari tempat tidur dan duduk di pinggir ranjang. Tatapan Sekar terpaku di pojok kamarnya, kuntilanak itu ada di dalam kamar sekarang sedang menatap Sekar.


" Aaagggghhhh!!" teriak Sekar.


Bu Tami yang sedang membuat minum di dapur pun langsung berlari menuju kamar Sekar.


" Sekar..Sekar..Ada apa nak?" tanya Bu Tami.


" Itu Bu..Itu..Ada ada kuntilanak dari tadi ngikutin aku ", ucap Sekar terisak sambil menunjuk pojok kamarnya.


Bu Tami menoleh ke arah yang di tunjuk Sekar tapi tak ada apa apa di situ.


" Sekarang kamu berdoa agar kuntilanak itu pergi ", kata Bu Tami.


Sekar pun mengangguk lalu dia mulai berdoa dan benar saja kuntilanak itu pergi menghilang.


" Makanya Sekar, kalau di bilangin Ibu itu jangan ngeyel. Mulai sekarang jika membuang pembalut di cuci dulu ", kata Bu Tami.


" Iya Bu ", ucap Sekar.


" Ya udah sekarang kamu tidur. Besok jika kamu sudah selesai datang bulan kita ke rumah Pak Haji Sambas agar mendoakan kamu ", ucap Bu Tami.


Sekar pun mengangguk lalu tidur di temani Bu Tami.


Singkat cerita selesai datang bulan dan mandi wajib Sekar dan Bu Tami pun mendatangi rumah Pak Haji Sambas. Mereka pun mengatakan maksud tujuan kedatangan mereka. Tanpa menunggu waktu lama Pak Haji Sambas pun mulai berdoa dan membaca ayat ayat pendek di ikuti Sekar. Setelah itu Sekar pun di ruqyah.


" Bagaimana sekarang ?" tanya Bu Tami.


" Sekar sudah merasa enteng Bu ", jawab Sekar.


" Jadi Nak Sekar mulai hari ini harus menjaga kebersihan diri jangan lupa sholat lima waktu ", pesan Pak Haji Sambas.


" Iya Pak. Terima kasih banyak ", ucap Sekar.


Lalu Ibu dan anak itu pun pamit pulang.


( SEKIAN )


NB : Menjaga kebersihan diri itu penting apalagi untuk kamu perempuan. Jadi kisah di atas buat pelajaran kita semua agar tidak sembarangan untuk para wanita membuang pembalut bekas harus di bersihkan terlebih dahulu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2