
Kisah ini masih menceritakan Faris dan Anya.
" Mas, kalo pulangnya besok malam gimana?" tanya Anya. Sudah dua hari mereka menginap di rumah orang tua Anya. Rencana awal mereka akan pulang malam ini tapi ternyata kereta untuk malam ini menuju kota X sudah penuh.
" Kereta untuk malam ini sudah penuh ", kata Anya melanjutkan.
" Oke gak apa apa ", jawab Faris sambil tersenyum.
" Faris..Anya!!" panggil Bu Siti,ibunda Anya.
" Iya Bu ", sahut Anya.
" Boleh ibu masuk?" tanya Bu Siti.
" Masuk saja Bu tidak di kunci kok ", kata Faris.
Bu Siti membuka pintu kamar anaknya lalu berjalan mendekati anak dan menantunya.
" Ini buat kalian bawa pulang", kata Bu Siti sambil menyerahkan kantong plastik besar kepada Faris.
" Waduh malah ngerepotin Ibu ", kata Faris tak enak.
" Enggak kok ", sahut Bu Siti.
" Makasih ya Bu ", kata Anya.
" Kalian jadinya kapan pulang?" tanya Bu Siti.
" Besok malam Bu ", kata Anya.
"Enggak siang saja? Ibu gak mau kalian mengalami kejadian seperti waktu berangkat ke sini ", kata Bu Siti khawatir.
" Gak ada kereta siang hari Bu yang berhenti di stasiun kota X ", sahut Anya.
" Ooh gitu, ya udah. Tapi kalian hati hati ya di jalan ".
" Iya Bu. Oh iya Bu makasih banyak ya oleh oleh nya ", ucap Faris.
Bu Siti hanya mengangguk lalu keluar dari kamar anaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Mas ", panggil Anya.
Faris yang sedang bermain game di ponselnya menghentikan aktifitasnya lalu memandang istrinya.
" Aku kok merasa ada yang aneh ya di rumah ini ", kata Anya.
" Ada yang aneh gimana?" tanya Faris.
Anya pun menceritakan kejadian semalam.
* Flashback on *
__ADS_1
Jam setengah dua malam Anya terbangun dari tidurnya. Perutnya mulas pengen ke kamar mandi. Bergegas Anya keluar dari kamarnya menuju kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur. Dari dalam kamar mandi Anya mendengar seperti ada orang memasak di dapur.
" Siapa malam-malam gini memasak? Apa Ibu lapar terus buat mie instan?" gumam Anya. Dia kenal betul kebiasaan ibu nya yang sering bangun malam-malam karena lapar terus membuat mie instan jika nasi dan lauk sudah habis.
Anya bergegas keluar dari kamar mandi lalu menuju dapur, tapi aneh dapur kosong tak ada orang. Lampunya pun mati. Anya menghidupkan lampu dapur, tak ada tanda-tanda seperti ada orang memasak barusan.
" Aneh! Tapi aku tadi dengar dengan jelas ada orang memasak di sini ", gumam Anya.
" Ah sudahlah kembali ke kamar saja ".
Anya menantikan lampu dapur dan bergegas masuk ke kamarnya dan merebahkan badannya di samping Faris.
Sudah hampir satu jam mata Anya tak bisa terpejam. Anya pun meraih ponselnya yang ada di meja samping ranjang membuka medsos nya.
Pletok!!
Suara pintu kamarnya seperti di lempar batu dari luar. Anya menghentikan kegiatannya dengan ponselnya. Lalu Anya turun dari ranjang menuju pintu. Saat membuka pintu tak ada siapa siapa, sepi. Di tutupnya kembali pintu kamar.
" Aku kok jadi takut gini ya ?" gumam Anya.
Dia bergegas menarik selimut dan memejamkan matanya. Tapi matanya seperti enggan terpejam.
Dok..dok..dok..
Kini pintu kamarnya di gedor gedor.
" Siapa?" tanya Anya dari dalam.
Sepi tak ada jawaban.
Pintu kamarnya kembali di gedor gedor. Anya yang ketakutan memilih tetap di tempat tidurnya dan lama kelamaan matanya pun terpejam.
Keesokan harinya Anya langsung menghampiri ibunya yang sedang di dapur.
" Bu tadi malam sekitar jam setengah dua Ibu buat mie ya di dapur?" tanya Anya.
" Enggak tuh, sebelum tidur Ibu udah makan jadi semalam gak kebangun ", sahut Ibunya.
' Terus siapa semalam yang masak di dapur dan gedor gedor pintu kamar?' tanya Anya dalam hati.
" Kenapa Nduk?" tanya Bu Siti.
" Ah gak apa apa Bu ", jawab Anya sambil tersenyum.
Dia sengaja tak menceritakan kejadian semalam kepada ibunya.
* Flashback off *
" Emang sini ada penunggunya ya?" tanya Faris. Anya langsung menggelengkan kepalanya.
" Enggak Mas. Selama aku tinggal di sini aku tak pernah mengalami hal hal aneh, baru kali ini aku mengalaminya ", sahut Anya.
" Ya udah gak usah di pikirin. Kamu berdoa saja semoga malam ini kamu tak di ganggu lagi ", kata Faris.
__ADS_1
" Iya Mas ", sahut Anya.
Lalu Faris menyuruh istrinya untuk tidur.
" Mas gak tidur?" tanya Anya.
" Mas belum ngantuk ", sahut Faris.
" Kalau gitu aku tidur duluan ya Mas ".
Faris mengangguk lalu mencium kening istrinya.
" Selamat tidur sayang ", kata Faris.
Anya mengangguk lalu mulai memejamkan matanya.
Jam menunjukkan pukul sebelas malam, kantuk tak kunjung datang. Faris pun beranjak dari tempat tidur menuju pintu. Dia langsung masuk ke dapur membuat teh. Di lihatnya pak Muhsin sedang duduk di ruang keluarga sambil ngopi. Selesai membuat teh Faris langsung menghampiri mertuanya.
" Belum tidur Pak?" tanya Faris.
" Eh kamu Ris, belum bapak belum ngantuk. Kamu sendiri kok belum tidur?" tanya Pak Muhsin.
" Sama Pak Faris juga belum ngantuk. Oh iya Pak boleh Faris tanya sesuatu?" tanya Faris.
Pak Muhsin mengangguk.
" Pak, apa rumah ini ada penunggunya ?" tanya Faris.
" Gak ada Ris memangnya kenapa?" tanya Pak Muhsin.
Faris langsung menceritakan kejadian yang menimpa istrinya semalam. Tampak Pak Muhsin mendengarkan dengan serius.
" Jadi begitu Pak ceritanya ", kata Faris.
" Bapak juga pernah mengalami kejadian yang sama persis seperti yang Anya alami dua Minggu yang lalu sampai Bapak mendatangi orang pintar untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini karena sebelumnya tak pernah ada hal hal aneh begitu. Kata orang pintar itu, yang menganggu Bapak adalah arwah dari Nenek Anya. Beliau sebenarnya tak menganggu hanya ingin menunjukkan bahwa beliau ada di sini dengan cara begitu. Kata orang pintar itu arwah neneknya Anya hanya melindungi rumah ini tak bermaksud menganggu ", kata Pak Muhsin.
Faris hanya manggut-manggut. Faris pun lega setelah mendapat jawaban dari apa yang Anya alami. Lalu bapak dan menantu itu pun mengobrol sampai larut malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Pak, Bu Anya dan mas Faris pulang dulu ya ", pamit Anya kepada kedua orang tuanya.
" Iya kalian hati hati ya. Faris Bapak sama ibu titip Anya ya ", kata Pak Muhsin.
" Siap Pak ", sahut Faris.
Mereka pun saling berpelukan lalu Anya dan Faris naik ke kereta. Setelah Anya dan Faris naik ke dalam kereta Pak Muhsin pun mengajak istrinya untuk pulang.
" Makasih ya Mas sudah mengajak aku pulang kampung ", kata Anya.
" Iya sayang. Aku tau kamu kangen sama orang tuamu. Tapi maaf ya ke kampung halaman kali ini cuma tiga hari", kata Faris.
" iya Mas gak apa apa, biarpun cuma tiga hari tapi aku udah seneng banget ", kata Anya.
__ADS_1
( SEKIAN )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...