Horror Story' S ( Kumpulan Cerita Mistis Dari Kisah Nyata )

Horror Story' S ( Kumpulan Cerita Mistis Dari Kisah Nyata )
26. Kesaksian Tumbal Pesugihan yang Lolos


__ADS_3

Jam setengah lima sore Bu Mira sampai di rumah. Terlihat warung begitu banyak pembeli.


" Kasihan suamiku lebih baik aku bantuin ", gumam Bu Mira.


Bu Mira pun bergegas masuk ke warung dan membantu Pak Hasan melayani pembeli.


" Akhirnya selesai juga ", kata Pak Hasan sambil tersenyum bahagia karena warungnya hari ini ramai pembeli.


" Iya Pak Alhamdulillah ya Pak warungnya ramai ", ucap Bu Mira.


" Iya Bu ".


Pak Hasan pun keluar dari warung dan duduk di depan warung di ikuti Bu Mira.


" Pak Ibu boleh tanya gak?" tanya Bu Mira.


" Boleh saja Bu. Ibu mau tanya apa?"


" Bapak kenal Ustad atau Kyai gak ?" tanya Bu Mira.


Pak Hasan mengerutkan dahinya bingung. Untuk apa istrinya menanyakan Ustad atau Kyai? Bu Mira pun tau kebingungan suaminya. Lalu Bu Mira menceritakan kejadian yang di alaminya sewaktu bekerja,Bu Mira pun juga menceritakan para pegawai rumah makan tempatnya bekerja yang meninggal secara misterius setelah masuk ke ruangan khusus yang selalu terkunci. Pak Hasan pun mengangguk,paham apa yang di maksud Bu Mira.


" Bapak ada kenalan Kyai Bu. Beliau bisa mendoakan tempat usaha yang seperti itu agar jin pesugihannya pergi. Nanti setelah warung tutup kita ke rumahnya ya ", ucap Pak Hasan.


Bu Mira pun langsung mengangguk antusias.


Derrt derrtt...


Ponsel Bu Mira bergetar. Terpampang nama Pak Yanto di layar ponsel.


" Angkat Bu ", ucap Pak Hasan.


Bu Mira pun mengangguk lalu menerima telepon dari Bos nya itu dengan mengaktifkan loudspeaker ponselnya.


" Assalamualaikum Pak ", ucap Bu Mira.


" Bu Mira besok pagi saya ke rumah makannya agak sore. Bu Mira bisa gak bantu saya ambil sesuatu di ruangan khusus itu? Kuncinya ada di dalam laci kasir ", kata Pak Yanto.


Bu Mira menatap suaminya. Pak Hasan mengangguk lalu membisikan sesuatu kepada Bu Mira.


" Insya Allah bisa Pak ", ucap Bu Mira.


"Terima kasih Bu kalo begitu teleponnya saya tutup ya ".


Tanpa menunggu lama Pak Yanto bergegas mematikan teleponnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Assalamualaikum", ucap Pak Hasan dan Bu Mira.

__ADS_1


" Waalaikumsalam", sahut seorang wanita dari dalam rumah.


" Eh Pak Hasan mari Pak silahkan masuk ", ucap wanita seumuran Bu Mira itu sambil tersenyum.


Pak Hasan dan Bu Mira pun masuk lalu duduk di ruang tamu.


" Maaf Bu Sali kedatangan saya kesini ingin bertemu Pak Kyai Mahmud apa Pak Kyai ada di rumah?" tanya Pak Hasan.


" Ada Pak sebentar saya panggilkan ",ucap Bu Sali lalu wanita itu masuk ke dalam.


" Beneran Pak jika Pak kyai ini bisa mengusir jin di warung makan? Soalnya ibu takut di jadikan tumbal berikutnya Pak ", ucap Bu Mira cemas.


" Insya Allah bisa Bu ", sahut Pak Hasan.


Tak berapa lama seorang lelaki bersorban berusia sekitar 60 tahun keluar. Saat melihat siapa yang datang beliau langsung tersenyum lalu duduk di depan Pak Hasan dan istrinya.


" Assalamualaikum Pak Kyai ", sapa Pak Hasan.


" Waalaikumsalam Pak Hasan. Bagaimana kabarnya? Ngomong ngomong tumben ke sini ada apa?" tanya Pak Kyai Mahmud.


Pak Hasan pun mengutarakan maksud kedatangannya. Pak Mahmud pun mengangguk angguk paham.


" Baiklah besok pagi saya datang ke rumah makan itu. Saya harap Bu Mira bisa menunjukkan ruangan rahasia itu ", ucap Pak Mahmud.


" Iya Pak Kyai kebetulan besok saya di suruh masuk ke ruangan itu. Jujur saya takut Pak Kyai ", ucap Bu Mira lalu Bu Mira menceritakan nasib ketiga temannya setelah masuk ke ruangan itu.


" Saya mohon Pak Kyai bantu saya ", kata Bu Mira penuh permohonan.


" Baik besok saya akan bantu Bu Mira. Pak Hasan besok temani saya ya ", ucap Pak Kyai.


Pak Hasan pun mengangguk.


Setelah selesai mengutarakan maksud kedatangannya Pak Hasan beserta istrinya pun pamit pulang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya saat Bu Mira berangkat ke rumah makan di temani suami dan Pak Mahmud, tampak di depan rumah makan itu sudah ramai orang yang marah marah.


" Bapak bapak dan Ibu Ibu ini ada apa?" tanya Pak Mahmud.


" Begini Pak Kyai, rumah makan ini tak beres ada jin pesugihannya. Kami ingin rumah makan ini tutup jika tidak tutup kami akan membakarnya ", ucap Pak Santo pemilik warteg yang tak jauh dari rumah makan SEJAHTERA.


" Sabar Pak..sabar. Biar saya cek ke dalam dulu ", ucap Pak Mahmud. Kemudian Pka Mahmud dan Bu Mira pun masuk ke dalam rumah makan di ikuti Pak Hasan.


Di dalam nampak Susi dan Anis yang ketakutan.


" Dania mana?" tanya Bu Mira.


" Dania sudah keluar kerja Bu takut katanya ", ucap Susi.

__ADS_1


" Saya bisa di antar ke ruangan itu?" tanya Pak Mahmud.


" Bisa Pak bisa ", ucap Anis.


Lalu Anis bergegas mengambil kunci ruangan rahasia itu lalu di serahkan kepada Pak Mahmud.


Sampai di ruangan itu Pak Mahmud mengucapkan salam lalu membaca doa. Setelahnya Pak Mahmud pun membuka kunci pintu itu.


" Bismillahirrahmanirrahim", teriak Pak Mahmud. Saat pintu terbuka semua melongo menatap ruangan itu. Berbagai macam sesaji dan sebuah gentong tertutup ada di situ. Pak Mahmud membaca ayat kursi dan doa lainnya lalu menyuruh salah satu pegawai untuk membuang sesaji yang ada di situ. Pak Mahmud pun membuka gentong yang ada di pojok ruangan.Ada empat kain mori yang di bentuk pocong kecil kecil. Setiap kain mori terdapat foto para pegawai. Bu Mira,Susi dan Anis pun terkejut melihat mori berbentuk pocong itu. Ada foto tiga pegawai yang sudah meninggal dan ada foto Bu Mira.


" Pak Hasan tolong kain kain mori ini di bakar ", ucap Pak Mahmud.


Pak Hasan pun mengangguk.


" Tapi sebelum membakarnya Pak Hasan baca ayat kursi dulu ya ", pesan Pak Mahmud.


" Baik Pak ".


Pak Hasan pun membawa ke empat pocong itu ke belakang rumah makan. Sebelum membakarnya Pak Hasan membaca ayat kursi sesuai perintah Pak Mahmud.


Setelah membakar keempat pocong kecil itu Pak Hasan pun masuk lagi ke dalam rumah makan. Bertepatan dengan itu Pak Yanto dan istrinya masuk ke rumah makan.


" Ada apa ini?" tanya Pak Yanto.


" Ini..Ini kenapa kamar ini terbuka? Si siapa yang telah lancang membuang sesaji di sana?" teriak Bu Salamah.


Pak Yanto dan Bu Salamah pun terlihat syok melihat kejadian ini.


" Pak Yanto dan Bu Salamah kami ingin keluar dari sini kami minta uang gaji kami ", kata Bu Mira.


Bu Salamah menatap Bu Mira.


" Saya tidak akan memberi gaji kalian. Kalian suda lancang mengacak acak ruangan ini !!" teriak Bu Salamah marah.


" Baiklah jika Ibu tidak mau memberikan gaji kami, kami akan menuntut Ibu dan Bapak ", ucap Susi.


Pak Yanto menatap Susi. Beliau tau paman Susi ada yang menjadi polisi. Karena tak mau terkena kasus akhirnya Pak Yanto pun memberikan gaji ketiga karyawannya.


" Ini apa apaan Pak? Biarkan mereka pergi tanpa gaji mereka ",ucap Bu Salamah.


" Bapak tak ingin kita kena kasus Bu lebih baik bapak kasih saja gaji mereka ", kata Pak Yanto frustasi.


Hancur sudah kini rumah makan yang di dirikannya.


Kabarnya setelah kejadian itu rumah makan tersebut tutup dan Pak Yanto pun sakit keras. Bu Mira yang syok pun mentalnya menjadi terganggu.


( SEKIAN ).


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2