
[ Mbak Shanti hari ini masuk siang ya ] pesan dari Bos ku masuk ke ponselku.
[ Siap Mas Bos ] balasku.
Aku bekerja di sebuah laundry di daerah pinggiran. Jarak rumah ke laundry lumayan jauh sekitar 1,5 kilometer. Jam kerja ku di laundry ada dua shif. Shif pagi dari jam delapan pagi sampai jam lima sore, shif siang jam 11 siang sampai jam delapan malam. Pegawai laundry cuma aku saja, jika aku masuk pagi sorenya si Bos yang jaga. Jika aku masuk siang paginya si Bos yang jaga. Aku sendiri sudah delapan bulan kerja di laundry.
Jam setengah 11 siang aku bersiap berangkat kerja. Ku keluarkan motor butut ku lalu ku pacu meninggalkan rumah menuju laundry tempat ku bekerja.
" Siang Mas Bos ", sapa ku ketika sampai di laundry.
" Eh Mbak Shanti. Sori ya Mbak aku dadakan memberi tau Mbak Shanti jika mbak Shanti aku suruh masuk siang, tadi pagi soalnya anakku dadakan ngasih tau ke aku jika ada rapat di sekolahnya nanti jam satu siang ", ujar Mas Bowo.
" Iya gak apa apa Mas. Lagian aku juga gak ada acara ", sahut ku.
" Ya udah aku pulang dulu ya mbak ".
" Oke hati hati di jalan Mas bos ".
Mas Bowo pun bergegas pergi meninggalkan laundry. Sepeninggalan mas Bowo aku bergegas mengerjakan tugasku sebagai pegawai laundry yaitu mencuci, mengeringkan dan setrika pakaian pelanggan laundry. Sampai tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 06.30 malam Aku pun beristirahat. Pekerjaanku untuk hari ini juga sudah selesai. Tiba tiba hujan turun dengan derasnya.
" Yaa hujan turun Aku nggak bawa jas hujan lagi", aku bergumam.
Sesekali petir menyambar menambah suasana menjadi mencekam.
PING..
Terdengar ponselku berbunyi. Bergegas aku membuka layar ponselku. Ada pesan dari Mbak Leva, istri Mas Bowo.
[ Mbak di situ hujan deras gak?] tanya Mbak Leva.
[ Iya Mbak hujan gede banget ] balasku.
[ Tutup saja Mbak. Kalau hujan seperti ini biasanya tak ada costumer datang ke laundry. Mbak Shanti bawa jas hujan gak? Kalau tak bawa di laci meja setrikaan ada jas hujan di pakai saja daripada Mbak Shanti tak bisa pulang ] balas Mbak Levi.
[ Oke Mbak makasih ] balasku.
__ADS_1
Aku langsung membuka laci di meja setrika. Benar saja ada jas hujan di dalamnya. Aku pun bergegas untuk menutup laundry. Setelah yakin semua listrik sudah mati aku langsung menutup rolling door.
Hujan deras gini aku tak berani memacu sepeda motorku dengan kecepatan agak tinggi, takut jatuh karena jalan licin dan ban motor ku sudah gundul belum sempat ganti. Terlihat jalanan begitu sepi hanya ada satu atau dua motor saja yang lewat. Saat sampai di sebuah persimpangan aku menepikan motor butut ku. Biasanya jika tak hujan jalanan ramai dan aku belok ke kiri, melewati kuburan yang ada di tengah tengah kebun pohon bambu itu. Tapi malam ini tak ada kendaraan lewat, orang orang yang biasanya berlalu lalang bahkan nongkrong di depan rumah sepanjang gang itu tak terlihat batang hidungnya.
" Lewat jalan raya ini atau belok gang terus lewat kuburan itu ya ?" tanya ku pada diriku sendiri.
Jika lurus lewat jalan raya lumayan sih jaraknya, lebih cepat lewat gang kuburan.
" Lewat gang sini sajalah Bismillah ", gumamku. Kemudian aku menarik gas motorku belok kiri. Saat hendak melewati kuburan, motor ku terasa berat. Terdengar pula suara burung hantu dari dalam kuburan. Biasanya jika terdengar burung hantu di kuburan itu pertanda ada hantu yang sedang nongkrong. Bulu kuduk ku pun berdiri, aku merasakan merinding. Benar saja saat pas melewati depan pagar kuburan tatapanku tak sengaja menatap ke dalam kuburan. Ada sesosok pocong sedang berdiri menatapku.
" Po..Po..pocong!!" desisku.
Ku pacu motorku secepat mungkin. Tapi naas.. Motorku tergelincir. Aku terjatuh dari motor.
" Ya Allah pakai acara jatuh segala !" rutuk ku.
Aku bergegas bangkit. Ku ambil motor ku lalu bergegas aku menaikinya. Sambil berkomat Kamit aku memacu motor ku meninggalkan tempat itu.
Sepuluh menit kemudian aku sampai juga di rumah. Badanku terasa sakit dan kaki terasa perih. Aku membersihkan diri lalu mengobati kaki ku yang lecet.
[ Loh jatuh di mana Mbak?] tanya Mas Bowo.
Belum sempat aku membalas pesan dari Bos ku itu, Mas Bowo sudah menelepon. Aku pun menceritakan kejadian yang aku alami tadi.
" Lain kali kalau hujan dan sepi jangan le at kuburan lagi Mbak ", ucap Mas Bowo.
" Iya Mas. Kapok aku ", kataku.
"Ya udah besok Mbak Shanti gak masuk kerja dulu ".
" Iya makasih ya Mas ".
" Iya. Ya sudah aku tutup dulu ya telponnya ".
" Iya Mas ".
__ADS_1
Lalu panggilan pun di akhiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua hari kemudian..
" Siang Mas Bowo ", sapa ku seperti biasa ketika sampai di laundry.
" Loh udah sembuh Mbak?" tanya Mas Bowo.
" Alhamdulilah sudah mas ".
Aku masuk ke dalam laundry.
" Kemarin aku jam lima sudah tutup Mbak ", kata Mas Bowo.
" Loh tumben? "
" Iya dua hari lalu setelah magrib warung bakso sebelah kan sudah tutup. Saat itu aku mau ke kamar mandi, Mbak Shanti tau gak aku di kamar mandi lihat apa?" tanya Mas Bowo.
" Pasti pocong ", kata Ku.
" Iya. Kok mbak Shanti tau?"
" Tuh para pegawai bakso yang cerita katanya kamar mandi itu ada pocongnya. Sering menampakkan diri kepada pegawai bakso tiap malam Selasa atau malam Jum'at. Tapi sering seringnya makam jum'at Kliwon. Makanya aku kalau malam pengen pipis, aku tahan. Kalau udah gak tahan aku mending numpang ke warung sate Padang itu daripada ke kamar mandi itu ", kata ku sambil menunjuk warung sate Padang seberang jalan.
" Ya itu karena takut kemarin aku tutup jam lima ", kata Mas Bowo.
Aku pun terkekeh.
" Serem banget Mbak".
Jam dua belas siang Mas Bowo pun pamit pulang. Sebelum pulang, Mas Bowo sempat ngomong ke aku jika sebulan lagi kontrak kios nya sudah habis dan Mas Bowo tidak perpanjangan lagi karena dia mau pulang ke kampung halamannya. Dia dan anak istrinya mau tinggal di sana dan aku pensiun jadi pegawainya Mas Bowo. Padahal Mas Bowo itu orangnya baik banget.
NB : Ini kisah author sendiri. Kejadian ini author alami tahun 2016 lalu. Sampai sekarang pun jika teringat pocong itu suka takut sendiri he he he. Maaf ya para pembaca setiaku, dari kemarin update ceritanya malam terus soalnya lagi sibuk banget. Pengen libur dulu nulisnya tapi sayang, takut para pembaca kecewa. Terima kasih untuk kalian yang masih setia membaca kisah ku sampai bab 39. Mohon kritik dan sarannya ya, terima kasih.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...