
~HAPPY READING BESTIE π₯°~
Di pagi yang cerah ini, dikediaman Alberto terdengar ramai oleh celotehan sang nona kecil yang sedari tadi terlihat kesal dengan Daddy nya. Aiden yang dibangunkan Michelle masih mempertahankan tidurnya, meskipun ditelinga terasa berisik.
"Daddyyyyyy... Banunnn !" Dengan menggoyangkan tubuh Daddy nya Michelle sedikit berteriak.
"Hisshhh, Daddy tenapa nda mau banun-banun ? Tatana temalin mau adak te tantol ! Talo Daddy nda banun ! Elle nda mau belteman tama Daddy..." Ancam Michelle dengan suara cadelnya. Sedangkan Aiden masih memejamkan matan meski mendengar ancaman anaknya.
"Ote Daddy ote,, hiksss,,! Daddy butan teman elle ladi hikss ... !" Dengan menangis Michelle akan beranjak dari kasur Daddy nya, namun sebelum beranjak tubuh Michelle sudah ditarik kedalam pelukan Aiden.
"Ha...ha...ha.. sorry ya sayangnya Daddy ! Maafin Daddy ! Daddy udah bangun kok. !" Ucap Aiden dengan gemas mendekap tubuh anaknya.
"Tenapa Daddy balu banun? Elle udah banunin Daddy dali tadi,,! Heuuhhh ?" Dengan tangan besedekap Elle memalingkan wajah kesalnya. Sedangkan Aiden yang merasa gemas langsung menghujani wajah putrinya dengan ciuman.
"Udah, Daddy udahh ! Danan tium-tium elle telus! Tetalang Daddy halus mandi ! Telus tita belantat ! Ayo Daddy ! Ayo !"
Aiden yang tidak mau ada lagi keributan, langsung menuju ke kamar mandi dan bersiap. Melihat anaknya yang sudah tumbuh besar tanpa ada sosok seorang ibu membuatnya merasa sedih.
Sebenarnya dulu mamanya Aiden sudah menawarkan untuk tetap tinggal bersamanya, namun Aiden tolak karena kasian kalau papanya tidak ada yang menemani di luar negri.
__ADS_1
Setelah bersiap ternyata Vano sang asisten pribadi sudah menunggu di ruang tamu.
"Selamat pagi tuan !"
"Selamat pagi nona kecil !" Sapa Vano pada Aiden dan Michelle.
"Hem.." Jawab Aiden.
"Padi juda om pano !" Saut Elle dengan imutnya.
Diperjalanan menuju kantor Elle tak henti-hentinya berceloteh, mulai dari mengajak Vano berbicara, lalu Daddy nya, dan terkadang menyanyi-nyanyi tidak jelas.
"Tenapa Daddy? Apa Elle belisik ?" Tanya Elle balik dengan polosnya. Aiden hanya menanggapi dengan senyuman karena kepolosan anaknya. Sungguh dia bersyukur karena masih bisa bersama anaknya.
Tidak sampai satu jam, mereka sudah sampai di parkiran kantor. Vano membukakan pintu untuk bosnya dan juga nona kecilnya. Di lobi kantor para karyawan langsung menyapa kedatangan atasannya sedangkan Aiden hanya berdehem menanggapi sapaan karyawan.
" Padi."
"Padi." Elle yang merasa Daddy nya tidak menyahut sapaan karyawan ia menyahuti dengan suara cadelnya. Dan hal itupun membuat karyawan tersenyum semakin lebar, mendengar sahutan Elle.
__ADS_1
Sampai dilantai 20 mereka menuju keruang masing-masing, Michelle mengikuti daddy nya sedangkan Vano menuju ruang sekretaris yang berdampingan dengan ruangan Aiden.
"Da..da. om pano !" Ucap Elle saat dengan melambaikan tangan ke arah Vano.
"Da.. nona kecil..." Sahut Vano menyahuti lambaian tangan Elle.
" Semoga suatu hari nanti, anda bisa mendapat ibu yang baik dan menyayangi anda nona, anda itu anak yang baik, sopan dan juga manis ! Dan nanti pasti akan ada laki-laki yang beruntung bisa mendapatkan anda !" Batin Vano yang masih memandang ke arah Elle.
Bersambung!
Maaf jika ejaannya masih ada yang salah.
Dan maaf jika ada yang tidak faham dengan ucapan nona Elleπ€π€π€
Sampai bertemu di episode selanjutnya,,,π€π€
Jangan lupa Like dan Votenya β₯οΈ
Saranghaeyo πππ
__ADS_1