
Malam telah tiba, Aiden masih menemani sang putri menonton acara tv anak-anak. Bahkan mamanya juga bergabung untuk menemani Elle.
"Oh ya Aiden ! Bagaimana dengan persiapkan acara ulang tahun perusahaan?" Aiden yang tadi terfokus dengan acara tv sang anak menoleh ke arah mamanya.
"Alhamdulillah sudah beres semuanya ma ! mungkin besok tinggal menata bangku sama meja !"
"Terus persiapan buat Elle semuanya sudah siap?"
"Sudah juga dan gaunnya akan dikirim besok siang ! Terus persiapan mama sudah lengkap ? kalau belum biar nanti sekalian Vano Carikan !"
"Persiapan mama dan papa juga sudah siap ! Oh ya, besok mama mau menjemput papa di bandara mungkin sekitar jam 8 pagi !"
"Apa perlu aku ikut menjemput papa ?" Aiden hampir lupa jika sang papa akan pulang.
"Tidak usah ! Kamu kerja aja, biar besok Elle mama bawa jemput papa !"
"Oke ma ,!"
Pagi menjelang, Aiden sudah bersiap berangkat ke kantornya tak lupa ia juga ikut sarapan. Elle yang sedari tadi memandang meja makan hanya diam saja,
"Kenapa nggak dimakan sayang ?" Tanya Aiden saat melihat kearah Elle.
"Apa disini Ndak ada plin chiken Daddy? taya di lestolan temalin ?" Dengan lucu Elle memandang kesemua menu yang ada dimeja.
"Elle mau Friend chicken ? biar dibuatkan sama bibi, Elle mau nunggu ?" Tanya Omanya sedangkan Elle langsung menganggukkan kepalanya. Selang beberapa menit friend chicken nya sudah jadi, namun ekspresi wajah Elle setelah memakannya membuat Aiden dan Omanya bingung.
"Kenapa Elle ?"
"Lasanya beda tama yang di lestolan, ini taya ada yang tulang Daddy ! Oma toba oma titipi, !" Dengan menyodorkan piringnya, Elle masih memandang Omanya.
"Rasanya sama kok kaya di restoran ! Sama - sama enak !" Jawab Neli, setelah mencicipi ayam tersebut.
"Beda omaaa, lasanya Ndak tama tepelti di lestolan !"
Melihat kelakuan Elle sempat membuat mereka berdua bingung, Neli bilang rasanya sama tapi Elle bilang rasanya berbeda.
__ADS_1
"Ya udah sekarang Elle makan ini dulu aja, nanti setelah kita menjemput opa kita mampir ke restoran yang kemarin ! Gimana, setuju ?"
"Benelan Oma ?" Tanya Elle dengan mata berbinar.
"Iya donggg, ya udah sekarang Elle makan yang ini dulu ,ya !"
Dengan hikmat mereka menyelesaikan sarapan pagi ini, setelah sarapan Aiden berangkat ke kantor sedangkan Elle dan Neli bersiap untuk ke bandara.
"Mba atu mau patek baju mana ?" Tanya Elle pada mbak pengasuh nya.
"Nona pakai baju yang ini gimana ?" Dengan menunjukkan gaun princess warna biru muda kearah Elle.
"Eeemmmm, tebental Elle mau lihat Oma patek baju mana dulu, bial nanti tama bajuna !" Ucap Elle dengan berlari ke kamar Omanya.
"Nona jangan berlari !" Ucap pengasuhnya.
"OMMAAAA....OMMMAAAA,,,! BUTAK PINTUNA ! ELLE MAU MATUKK !" Teriak Elle dengan menggedor pintu kamar Neli, namun tidak terdengar keras karena tangan Elle yang masih kecil.
CKLEKKK
"Omaaa,,, Oma mau patek baju walna apa hali ini ?" Tanya Elle dengan imutnya.
"Emang kenapa ?"
"Ihhhhh Oma, tepetan , bial nanti tita patek bajuna tama !"
"Kasih tahu nggak yaaaa !" Goda Neli dengan menoel-noel pipi gembul Elle.
"Oke deh, kalau begitu kita hari ini pakai baju warna biru gimana ?"
"Ote, belalti atu mau patek baju plinces ! Ayo mbak !" Dengan menarik tangan mbk Is, Elle pergi dari depan kamar Neli. Sedangkan Neli yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
Diperjalanan Elle dan Omanya asik bercanda dan bernyanyi, sopir yang mengemudikan pun tersenyum melihat kekompakan mereka berdua meskipun berbeda generasi.
Sampai di bandara, Elle menggandeng tangan omanya masuk keruang tunggu.
__ADS_1
"OPAAAAA,,,, DISINI ,,,OPAAA,, " Teriakan Elle pun menjadi pusat perhatian orang-orang disekitar. Sedangkan Putra, yang mendengar suara cucunya memandang ke sekeliling untuk mencari keberadaannya.
"Cucu opaaa ! sini pelukk opaaa,, !" Dengan berlari Putra juga merentangkan kedua tangannya.
Habbbb
"OPAAA, tenapa lama tekali Ndak telumah Elle ?" Tanya Elle saat wajahnya dihujani dengan ciuman dari putra.
"Ya kan opa lagi kerja !" Tanpa berhenti, Putra menjawab pertanyaan cucunya.
"Tapikan udah ada Daddy yang telja ! tenapa opo halus kelja juda ?"
hahahaha
"Ya kan, opa harus kasih Oma kamu uang !" Sahut Putra dengan beralih merengkuh tubuh istrinya.
"Assalamualaikum istri ku ! Cup !" Ucap Putra dengan mengecup kening istrinya.
"Wa'alaikumsalam pa, gimana perjalanan nya ?"
"Alhamdulillah lancar, Aiden ikut ?"
"Enggak, tadi aku suruh dia kekantor aja biar kerjaan dia nggak numpuk besok !"
"Ya udah, kita pulang sekarang !"
Dengan senyum bahagia, Putra menggendong Elle dengan tangan kirinya sedangkan yang kanan untuk merangkul tubuh Neli. Setelah memasukkan koper majikannya, supir pun menjalankan mobil untuk pulang.
Bersambung
Sampai jumpa di episode selanjutnya 🤗 🍃💚🌺
Jangan lupa kasih Like dan votenya ♥️
Maaf baru bisa up😘😘
__ADS_1