Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
12.


__ADS_3

Karena hari sudah malam, Dinda dan karyawan lainnya membereskan pekerjaan mereka. Mulai dari menyimpan bahan-bahan persediaan kafe dan juga mengelap kembali meja-meja.


"Mbak Dinda, didepan ada yang cariin !" Ucap Jeni salah satu karyawan.


"Siapa Jen?" Tanya Dinda mengerutkan keningnya.


"Nggak tahu mbak ! mungkin orang yang suka sama mbak ! Hi hi hi hi !" Goda Jeni.


Dinda yang penasaran pun keluar menuju ke depan kafe. Saat sampai didepan Dinda dibuat bingung, karena disana ada dua laki-laki yang sedang duduk di sepeda motornya dan juga ada mobil mewah warna merah terparkir di sana.


"Dinda ya ?" Tanya laki-laki yang turun dari mobil mewah tersebut.


"Iya, siapa ya mas ?"


"Kenalkan aku Reyhan !" Ucap Rayhan dengan mengulurkan tangannya.


"O ya, ada keperluan apa anda mencari saya ?" Tanya Dinda yang sudah merasa risih dengan tatapan Rayhan.


"Nggak ada apa-apa! Cuma mau kenalan aja !" Sahut Rayhan mengangkat sebelah alisnya.


"Aneh !" Gumam Dinda seraya meninggalkan Rayhan yang masih berdiri.


"Lhah mau kemana ?" Seru Rayhan, namun tidak diindahkan oleh Dinda.


"Menarik !" Gumam Rayhan dengan menatap punggung Dinda yang mulai menjauh.

__ADS_1


POV KELUARGA ALBERTO


Suasana malam ini kembali tegang karena demamnya Elle belum juga turun. Padahal tadi pagi setelah meminum vitamin demamnya sudah menurun, tapi sedari sore tadi demamnya kembali naik. Bahkan Elle terus menggumam, terus menyebut nama Dinda.


"Den, coba kamu hubungi Dinda! Siapa tahu dia mau datang kesini !" Pinta Neli yang tidak tega dengan keadaan cucunya.


"Enggak ma, kita kan tidak tahu siapa dia sebenarnya ! Kalau dia sama seperti perempuan - perempuan yang dekat dengan Aiden dulu gimana ? Aku nggak mau kalau Elle dijadikan jembatan dia untuk memeras uang keluarga kita !" Jawab Aiden yang tidak setuju dengan usul mamanya.


"Demi Elle Den! Kasian dia !" Mohon mamanya.


"Tapi ma !" Aiden yang mendapat tatapan memohon dari Neli, akhirnya dia menyetujuinya.


"Tapi Aiden nggak punya nomer hpnya !" Ucap Aiden yang ingat, jika dia tidak punya nomer hpnya Dinda.


"Kamu cari dia kafe Century, dia karyawan disana !" Jawab mamanya.


"Iya, udah cepetan ! Ajak Dinda kesini !" Usir mamanya tidak tahan dengan Aiden yang terlalu banyak bertanya.


Akhirnya Aiden berangkat menuju kafenya Rendi, dia menggunakan mobil sportnya warna hitam. Dengan kecepatan tinggi agar dia tidak terlalu lama dijalan.


Sampai di kafe, Aiden langsung masuk mencari temannya terlebih dahulu untuk menanyakan perihal Dinda. Namun, saat didepan matanya sempat melirik tajam pada seseorang yang duduk didepan kafe tersebut.


"Yo i broo, tumben mas duda mau Dateng malem-malem !" Ucap Rendi saat tahu kedatangan sahabatnya.


"Gue ada urusan sama salah satu karyawan lo !" Sahut Aiden.

__ADS_1


"Siapa ? Disini karyawannya cantik-cantik! Lo tinggal pilih !" Goda Rendi dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Gue cari yang namanya Dinda!"


"Weiittss, oh iya Dinda kan udah dekat sama anak lo kan ya ?" Aiden hanya diam mendengar ucapan sahabatnya.


"Menurut gue ! Lo nggak salah pilih kali ini, Dinda itu anaknya baik banget pokonya, cocok sama lo !"


"Buruan! Gue lagi buru-buru ini !"


"Sabar dong bro ! nggak sabaran amat sih ! Gue telpon bini gue dulu biar dia ajak Dinda kesini.


Dinda yang diberi tahu Ririn pun bingung, siapa lagi yang mencarinya ? Apakah masih orang yang sama dengan tadi ?. Daripada penasaran, merekapun berjalan menuju ke depan.


"Dinda dicari sama pak duda ini !" Ucap Rendi saat Dinda dan istrinya datang.


"Duda ! Siapa ?" Tanya dinda bingung.


"Tuh !"


"Ngapain anda mencari saya ?" Tanya dinda saat tahu yang mencarinya itu orang yang membuatnya kesal kemarin malam.


Bersambung


Happy reading bestie 🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa kasih Like and votenya 🤗🤗🤗🤗


See u😘😘


__ADS_2