Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
18.


__ADS_3

Setelah ada pertemuan tadi, Aiden berdiam diri di ruangannya dengan layar komputer yang menyala dihadapan nya.


Tok


Tok


"Tuan !" Panggil Vano saat masuk kedalam ruangan Aiden, Aiden yang memang sedang melamun hanya diam tidak menyahuti panggilan Vano


"Tuan !" Panggil Vano sekali lagi.


"Ehh, ya ! Ekhem ! Ada apa Van ?" Sahut Aiden dengan merapikan jas kantornya.


"Apa tuan ada sesuatu yang harus saya bantu ?" Tawar Vano.


"Sebenarnya, saya masih bingung dengan ucapan Rayhan tadi di cafe ! Apa kamu tahu sesuatu tentang dia selama ini ?" Tanya Aiden dengan serius,


Karena memang setelah kejadian empat tahun lalu Aiden tidak pernah lagi bertemu dengan keluarga Rayhan yang notabenenya sebagai saudara tirinya.


Putra memang anak tunggal dari keluarga Alberto, namun pada saat keluarga Alberto sedang liburan ke villa waktu itu. Ayahnya putra mengangkat Dori menjadi anaknya karena pada saat itu orang tua Dori kecelakaan saat akan pergi ke pasar membeli keperluan dapur dan mereka ialah sepasang suami-istri yang menjaga villanya.


"Tidak ada tuan ! Bahkan saya baru tahu jika ia sudah ada di kota ini !"


"Lalu apa sebenarnya yang akan mereka lakukan pada keluarga ku ?"


"Apa harus saya cari tahu tuan ?" Tanya Vano setelah mengetahui apa yang dipikirkan bosnya.


"Iya ! Coba kamu suruh anak buah kamu untuk mencari tahu apa penyebab mereka datang lagi ke kota ini !"

__ADS_1


"Siap tuan ! Kalau begitu, saya kembali ke ruangan saya !"


"Oh ya Vano ! Coba kamu cari tahu juga latar belakang perempuan yang dekat dengan Elle kemarin !" Perintah Aiden yang memberhentikan langkah Vano.


"Maksud anda mbak Dinda ?" Sahut Vano memperjelas.


"Ya ! Saya mau tahu ! apa dia juga ada maksud tertentu mendekati anak saya !" Gumam Aiden dengan bersandar pada kursi kebesarannya.


"Baik tuan !"


Setelah kepergian Vano dari ruangannya, Aiden kembali lagi mengerjakan tugas-tugasnya . Namun baru beberapa menit, tiba-tiba hpnya berdering menandakan ada yang menghubunginya.


"Halo sayang ! Ada apa ? Tumben telpon ?" Tanya Aiden mengangkat panggilan dari anaknya.


"Daddy ! Apa nanti daddy mau belitan Elle ayam tlispi di tape catouli ?" Tanya Elle dengan senang karena panggilannya diangkat Daddy nya.


"Buat tihhh ! Tapitan lasanya ndak sama taya di tape catouli !" Sahut Elle manja.


"Baiklah ! Apa sih yang enggak buat kesayangan Daddy ?"


"Ote Daddy ! Udah dulu, Elle mau main tama Oma dulu ! Baeee Dad ! Telamat betelja !"


"Bay sayang !"


Tut


Di tempat lain yang juga di kota yang sama, Dori sedang berada di perusahaan barunya sedangkan yang di kota M dia jadikan menjadi cabang perusahaan. Memang perusahaan yang diberikan, dulunya belum semaju ini hingga membuat Dori merasa iri dengan Putra yang diberi perusahaan yang sangat besar dan maju.

__ADS_1


"Sony, masuk keruangan saya sekarang !" Perintah Dori memanggil sekertarisnya.


Tok


Tok


"Masuk !" Sahut Dori saat mendengar pintu ruangannya diketuk.


"Ada apa tuan ?" Tanya Sony membungkukkan badannya.


"Apa keluarga Putra tahu ! Jika aku sudah kembali lagi ke kota ini ?"


"Sepertinya sudah tuan ! Karena tuan muda Rayhan yang sudah pergi jalan-jalan ke berbagai tempat ! Dan kemungkinan, mereka melihat tuan muda disini !" Ucap Sony.


"Ya ya ya ! Mungkin saja ! hahahaha, biarkan mereka tahu ! Dan ayo kita susun rencana yang telah kita putuskan kemarin !" Sahut Dori dengan tersenyum angkuhnya.


"Baik tuan ! Saya mohon undur diri ! Jika tidak ada lagi yang anda ucapkan !"


"Baiklah ! Kamu boleh pergi !"


Bersambung


Maaf baru bisa up bestie 🥰🥰


Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌👌🥰🤗🤗🤗


See u😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2