Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
9.


__ADS_3

Sampai didalam mereka menuju kesamping podium, Neli yang namanya dipanggil pun menghampiri Aiden yang menyebutnya.


"Terimakasih atas doa dan suport dari orang - orang tersayang, orang tua ku papa yang selalu membantuku dalam suatu hal apapun, dan juga mama yang selalu mendoakan dan mensuport Aiden sampai saat ini !" Ucap Aiden dengan merangkul mamanya yang sudah berada disampingnya.


"Iya sayang, apapun yang terjadi mama akan selalu ada untuk kalian !" Sahut Neli setelah lepas dari rangkulan Aiden.


"Dan, untuk putriku tercinta terimakasih karena dirimu Daddy bisa kuat dan semangat untuk melanjutkan perjalanan ini ! Mungkin jika tidak ada dirimu Daddy tak akan sanggup menjalaninya !" Ucap Aiden dengan meneteskan air matanya.


"Putriku naiklah kesini sayang !" Pinta Aiden saat tahu putrinya berada di gendongan seseorang yang dia kira itu pengasuh Elle.


"Itu Elle dipanggil sama Daddy! Naik gih !" Titah Dinda dengan menurunkan Elle dari gendongannya .


"Temani aku tante, Elle tatut tesana sendili !" Sahut Elle dengan memandang podium yang ditempati Daddy nya.


"Terus Tante panggilkan Oma ya !"


"Dakkk mau, tante antel Elle aja ya ya ya !" Pinta Elle.


Dinda yang mendapat permohonan dari Elle pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kita kesana !"


Saat naik ke podium jantung Dinda sangat berdebar - debar dengan kencang. Karena ini kali pertamanya dia berada di acara seperti ini.


"Ini nyonya, saya antarkan Elle kesini ! Saya mau turun dulu !" Ucap Dinda saat sampai didepan Neli.

__ADS_1


"Iya terimakasih ya nak !"


"Tante mau temana ? Disini aja, aku Ndak mau disini sendili !" Rengek Elle tidak mau lepas dari pelukannya dileher Dinda.


"Lho sayang ! Kan disini ada Oma juga ada Daddy nya Elle ! Jadi Tante turun ya ?" Bujuk Dinda, sedangkan Aiden yang melihat itupun hanya diam dia masih bingung dengan Elle yang tak mau lepas dari Dinda.


"Sayang sini yuk sama papi !" Ucap Aiden dengan menjulurkan kedua tangannya.


"Ndak mauuu, Elle mauna tama tante Inda dad !" Dengan mata mengembun Elle menjawabnya.


"Ya udah ya udah, saya minta tolong ya mbak anda disini dulu sama anak saya !" Mohon Aiden dengan pura - pura ramah.


"Tapi tuan,,, !" Saat melihat tatapan tajam Aiden, akhirnya dengan terpaksa Dinda menurut.


Sedangkan Ririn dan Rendi terkejut dengan apa yang dia lihat, mereka melihat Dinda yang begitu akrab dengan anak pengusaha hebat ini. Padahal yang mereka tahu anaknya Aiden ini sangat sulit untuk beradaptasi dengan orang baru, meskipun dia terkenal dengan sifat ramahnya.


"Iya hebat dia ! Tapi lihat itu, dia sampai gemetaran didepan !"


"Jelaslah dia gemetaran, orang dia jarang datang ke acara - acara kayak gini, apa lagi sampai naik ke podium gitu !" Dengan terkekeh Ririn melambaikan tangan saat Dinda memandang kearahnya.


Akhirnya acara demi acara telah selesai, para tamu undangan juga sudah bubar semua. Namun masih ada satu yang ditahan sama nona muda disini, siapa lagi kalau bukan Dinda.😁


"Sayangg, cantikkk, tante Dinda pulang dulu ya ! Kapan-kapan kita ketemu lagi ! Oke !" Ucap Dinda yang masih didepap erat oleh Elle.


"No no, tante halus temenin Elle tidul sampai besok padi !" Dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Sayangnya Oma, jangan gitu dong ! nanti kalau tante Dinda ada yang mencari gimana ?" Bujuk Neli .


"Ndak ada, tante Dinda halus disini tama Elle ! halus tidul tama Elle malam ini !" Bantah Elle dengan mengeratkan pelukannya.


Aiden yang juga tak bisa membujuk Elle, malah terbawa emosi dia membentak anaknya yang bahkan tidak pernah dia bentak selama ini. Namun kali ini entah, dia merasa badannya capek juga sudah mengantuk karena hari yang sudah menjelang malam.


"ELLE, dengar Daddy sekarang! Kalau Elle nggak mau mendengar perintah Daddy, Daddy akan membakar semua mainan kamu !" Bentak Aiden, sedangkan Elle yang tadinya memeluk Dinda erat kini tangannya terlepas, dia kaget saat Daddy nya yg tiba-tiba marah padanya.


"Daddy,,,,, tenapa Daddy malah tama Elle ? Daddy udah Ndak sayang tama Elle,,, hikkk hikkk hikk, !" Elle pun menangis karena kaget mendengar bentakan Aiden. Dinda yang juga kaget pun malah ikut emosi, dia paling tidak suka ada anak kecil yang dibentak didepannya.


"Tuannn, apakah cara anda ini sudah benar menurut anda ?" Tanya Dinda dengan maju selangkah kedepan Aiden.


"Tidak usah ikut campur anda ! Kalau saja anda tadi nggak datang, putri saya nggak akan seperti ini !" Sahut Aiden dengan memandang Dinda.


"Ya, tapi tidak seharusnya anda bersikap seperti itu sama anak anda ! Dia masih kecil, kasian !"


"Saya seperti ini juga karena anda,, anda ini hanya orang asing yang membuat saya harus marah dengan anak saya ! Paham!" Ucap Aiden dengan menekankan ucapannya. Dinda yang mendengarpun hatinya terasa sakit saat dibilang orang asing.


"Iya,,, saya memang orang asing disini !! Kenapa, anda tidak terima ?" Ucap Dinda menatap tajam Aiden.


BERSAMBUNG,,,,


Next or no ?????


Jangan lupa like and votenya okee👌🥰

__ADS_1


See uuu🤗🤗🤗


__ADS_2