
Tepat pukul 16 : 40, semua karyawan sudah pulang sejak tadi. Dan kini tinggallah Aiden dan Vano yang masih bersiap untuk pulang, keseharian ini sungguh membuat Aiden merasa teramat lelah karena banyaknya pekerjaan yang harus segera diselesaikan untuk meeting besok pagi.
Diperjalanan pulang, Aiden menyandarkan kepalanya pada jok mobil belakang dengan mata tertutup. Vano yang melihat bosnya dari kaca depan hanya merasa kasihan, di kesibukannya ini seharusnya ada yang memperhatikan Aiden.
Prinsip Vano, sebelum bosnya menikah maka dia tidak akan mencari pendamping dahulu. Bukannya dia tidak normal, hanya saja dia ingin melihat bosnya ini bahagia.
Sampai didepan cafe Centauri Vano memberhentikan laju mobilnya, sedangkan Aiden yang tadi terlelap menjadi terjaga saat dirasa mobil berhenti.
"Apa sudah sampai Van ?" Tanya Aiden dengan mengusap wajah lelahnya.
"Belum tuan ! Bukannya anda tadi disuruh membeli ayam krispi pesanan nona Elle ?" Ucap Vano mengingatkan.
"Astaghfirullah! Iya ! Aku sampai lupa ! Ya udah, tolong kamu belikan ya pesanan Elle !" Perintah Aiden.
"Baik tuan ! Mau beli berapa porsi tuan ?"
"Beli untuk mencukupi semua orang di rumah dan jangan lupa untuk kamu juga !"
"Baik tuan !"
Hampir satu jam Vano mengantri dan belum juga ada tanda-tanda sekertarisnya kembali ke mobil. Aiden yang mulai merasa jenuh menunggu di mobil, dia memutuskan masuk ke dalam kafe.
Dan benar saja, banyaknya pengunjung disini membuat pelayanan menjadi kesulitan. Bahkan disini sudah ada 17 karyawan yang bekerja di kafe, dan ditambah Ririn, Rendi dan adiknya Ririn.
__ADS_1
"Heyyy Den ! Bantuin kek, mentang-mentang jadi bos ! Ntar gue kasih gratis buat anak lo !" Teriak Rendi yang sedang melayani pembeli.
Tak disangka-sangka Aiden pun turut membantu melayani pembeli disini. Rendi yang mulanya hanya bercanda, kini merasa heran dengan sahabatnya yang satu ini. Memang tempat ini namanya kafe tapi, kafe yang lengkap dengan makanannya.
Semua ini karena awal merintis dulu sebelum menjadi kafe yang termasuk elit di kota ini. Tempat ini masih berbentuk kafe kecil-kecilan, Rendi merintisnya saat dia masih duduk di bangku kuliah. Dan dengan ia meminjam uang pada orang tua nya untuk mengembangkan bisnisnya.
Dan Alhamdulillah sekarang Rendi sudah bisa mewujudkan impiannya dan pinjaman yang didapat dari orang tuanya sudah dilunasi. Dan untuk nama kafe, Rendi memilih untuk tetap memakai nama yang dia pilih dulu Cake Centauri.
"Ini diantar kemana ?" Tanya Aiden dengan wajah datarnya.
"Ke meja nomer 12 !" Sahut Dinda yang belum menyadari siapa yang bertanya. Dinda disibukkan dengan semua pesanan yang di pesan, memang disini pesannya langsung ke kasir.
"Mbak Dinda ! Temannya mas Rendi ganteng banget !" Ucap Jeni yang akan kedepan.
"Sepertinya dia belum beristri mbak ! Hihihi !" Ucap Jeni lagi dengan terkekeh lalu pergi.
"Dasar,,,,!" Gumam Dinda lirih.
Saat adzan Maghrib berkumandang, pengunjung kafe sudah mereda tidak seramai tadi. Dinda yang sedang tidak sholat dia berjaga di meja kasir depan dan untuk semua karyawan yang sholat pergi ke mushola kafe.
Mendengar suara sepatu yang mendekat kearahnya, Dinda menolehkan kepalanya ke arah samping dan ternyata yang datang Rayhan lagi, hingga membuat Dinda memutar bola matanya karena jengah.
"Hayyy !" Sapa Rayhan tersenyum melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Mau pesan apa ?" Tanya Dinda malas.
"Aku mau nemenin kamu aja ! Kasian nggak ada temannya !"
"Maaf disini tempatnya orang beli makan maupun minum ! Kalau cuma mau bermain jangan disini !"
"Weiitttsss, Santaii ! Jangan emosi, lagi pms ya ?"
"Kamu ini lama-lama ngelunjak ya ! Mending, kamu pergi deh dari sini !" Usir Dinda kesal.
Dan terjadilah keributan di depan meja kasir, Dinda yang kesal sampai melempar bolpoin yang dia pegang. Aiden yang selesai sholat berjalan menuju kembali ke depan, dia berjalan dengan perlahan saat tahu siapa orang yang dia lihat disini.
"Ekhem ! Apa disini tempat untuk bermain ?" Tanya Aiden.
"Whatt, apa dia bilang bermain ! Kurang ajar !" Batin Dinda bertambah kesal.
"Wawww ! Ada tuan muda terhormat ternyata ! Pro prok pro !" Sahut Rayhan dengan menatap sinis pada Aiden.
Bersambung ke,,
Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌👌🥰🥰🥰
Thanks 😘
__ADS_1