Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
22.


__ADS_3

Pukul 6 pagi, Dinda sudah bersiap untuk berangkat ke kafe Centauri dengan menaiki sepeda metiknya. Dinda menikmati perjalanan pagi ini, yang masih senggang.


"Hemmm, enak ya jadi anak orang kaya ! Pagi-pagi gini masih enak-enak tidur, bisa lanjut kuliah, bisa beli ini beli itu tanpa bekerja !" Batin Dinda saat melihat pengendara mobil mewah yang menyalipnya.


"Astaghfirullah ! Ingat Din, banyakin bersyukur karena masih bisa bertahan sampai sekarang!" Batinnya lagi dengan menghembuskan nafas beratnya.


Sambil bernyanyi - nyanyi dengan suara lirih, Dinda kembali tersenyum. Mengingat dulunya ia hanya hidup sebatang kara dan tidak memiliki harta yang cukup untuk bertahan hidup. Punya uang ! Tapi, tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari nya.


Dan bersyukur karena dia dipertemukan seseorang yang baik padanya.


Sampai di parkiran kafe, Dinda langsung turun dari sepeda motornya. Saat masuk kedalam, dia dibuat jengah dengan siapa yang dia lihat. Ya ! Siapa lagi ? Kalau bukan Reyhan.


"Sebenarnya ngapain sih kamu datang terus kesini ?" Tanya Dinda dengan berkacak pinggang.


"Aku disini cuma mau bantuin kamu kerja aja ! Kenapa ? Nggak boleh ?" Sahut Reyhan berjalan meninggalkan Dinda yang masih berdiri.


"Heyy heyyy ! Siapa yang menyuruh kamu berbuat seenaknya gini ?" Dengan menarik tangan Reyhan keluar dari kafe.


"Kenapa sihhh ? Kan niat aku baik, mau bantuin kamu kerja !" Ucap Reyhan tanpa rasa bersalah.


"Aku nggak butuh bantuan kamu ! Dan juga, kamu itu siapa ? Sok-sokan akrab dengan ku, ha ! Mendingan kamu pergi dari sini !" Reyhan yang tidak biasanya diperlukan seperti ini tiba-tiba dia merasa kesal dengan sikap Dinda. Entah, mungkin karena hatinya sedang tidak sinkron.

__ADS_1


"Kalau saja bukan karena untuk menghancurkan Aiden ! Aku tidak sudi dekat-dekat sama cewek kampung ini !" Batin Reyhan menetralkan rasa kesalnya.


"Ya udah ! Kali ini aku pergi dulu ya ? Jangan marah-marah nanti tambah tua !" Dengan senyum yang dipaksakan Reyhan meninggalkan Dinda.


Reyhan membanting pintu mobilnya setelah dia masuk kedalam.


"Arrrhhhhh, siallll !" Teriak Reyhan kesal.


"Sebenarnya dia siapa sih ? Berani-beraninya membuat ku kesal ! Apa dia belum tahu kalau aku ini anaknya Dori Siregar ! Hemhhh, mungkin saja kalau dia tahu siapa aku, pasti dia akan bertekuk lutut pada ku !" Gumam Reyhan dengan tersenyum miring.


Sedangkan di dalam kafe, setelah keributan tadi Dinda dibanjiri pertanyaan oleh Ririn yang tidak melihat batang hidung Reyhan karena diusir sama Dinda.


"Dinda ! Lo itu sebenarnya kenapa sih sama Reyhan ! Bertengkar ? Atau jangan-jangan, Reyhan kamu tolak cintanya ! Ya ampunnnnn Dinda, Lo itu mau cari laki-laki yang modelan kayak gimana lagi sihhh ? Ha !" Ucap Ririn dengan geram melihat tanggapan Dinda yang biasa aja terhadap Reyhan.


"Dasar ! Emang, kepala batu !" Ucap Ririn, lalu berjalan meninggalkan Dinda dengan kesal. Sedangkan Dinda, dia hanya mengangkat bahunya acuh.


"Emang kayak apa sih Reyhan ? Kan dilihat-lihat biasa aja tuh orangnya nggak ada tampang gantengnya ! Gantengan juga si duda itu,,, Eiittsss ! Ngomong apa gue barusan ? Ihhh, amit-amit !" batin Dinda menggelengkan kepalanya.


Tingggg


Mendengar suara dentingan pintu, yang menandakan ada tamu yang masuk. Dinda menolehkan kepalanya ke arah pintu, dan yang membuatnya gugup ternyata si duda datang sama anaknya.

__ADS_1


"Haloo tante Dinda !" Sapa Elle menunjukkan senyum manisnya.


"Halo juga cantik ! Tumben, pagi-pagi udah datang !" Sahut Dinda menimpali sapaan Elle.


"Hihihi, iya tante ! Elle disuluh tama oma ! Disuluhhh emmm, apa ya ! Daddy, tita tadi disuluh apa tama oma ?" Tanya Elle menarik-narik hodie yang digunakan Aiden.


"Saya cuma disuruh untuk membooking salah satu ruang di kafe ini ! Untuk acara arisan nanti siang jam 12 !"


"Oke !" Dengan cuek Dinda menyahuti ucapan Aiden.


"Ya sudah kalau begitu ! Kami pergi dulu !"


Setelah kepergian Aiden dan Elle, Dinda merasa lebih lega untuk bernafas. Tadi memang dia merasa gugup sekali, entah kenapa ?


"Kok deg-degan sih jantung ini !" Batin Dinda mengelus-elus dadanya.


Bersambung


Happy reading bestie 🥰


maaf baru up, soalnya kemarin lagi nggak enak badan 🙏

__ADS_1


Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌🥰


See u 😘😘


__ADS_2