
Akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba, acara ulang tahun perusahaan AS Group yang ke 30 tahun. Banyak perjuangan yang telah Putra dan Aiden lalui untuk bisa bertahan sampai saat ini. Tamu undangan berasal dari perusahaan - perusahaan yang telah bekerja sama dengan perusahaan ini dan ada sebagian dari perusahaan - perusahaan besar dari negara tetangga.
"Sebelumnya, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu, !"
"Saya disini sebagai pembawa acara di kegiatan kali ini, Baiklah pertama - tama marilah kita panjatkan puji kehadirat Allah SWT, karena pada kesempatan kali ini kita bisa berkumpul dalam rangkaian acara ulang tahun perusahaan AS Group yang ke 30 tahun,, !"
"Dan sebelum acara dimulai, mari kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan keyakinan masing-masing, mari saya hantarkan, bismillahirrahmanirrahim....!"
Sambutan - sambutan telah berlalu kini saatnya pada bagian inti yaitu pemotongan tumpeng yang telah disediakan di panggung. Suara riuh tepuk tangan para tamu undangan menggema di gedung AS Group lantai satu yang dekorasinya disambungkan dengan taman kantor tersebut.
POV Dinda
Dinda yang kini berada ditengah - tengah kerumunan hanya bisa mendengar suara pembawa acara dikarenakan tubuhnya yang tidak terlalu tinggi membuat dia harus sedikit berjinjit, padahal dia sudah memakai hiels.
Dinda yang mulai bosan dengan acaranya, ia lebih memilih keluar menuju taman yang lumayan tidak berdesakan. Sebenarnya dia ingin pulang lebih dulu, namun karena Ririn dan Rendi yang pergi entah dimana jadi ia lebih memilih menunggu acara selesai.
Dinda duduk di bangku taman dengan memencet - mencet layar hpnya, dia menelpon Ririn namun tidak ada jawaban dari sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Gini kah nasibnya orang yang datang ke acara tidak punya pasangan ? Selalu ditinggal oleh teman yang mengajaknya !" Gerutu Dinda dengan menghembuskan nafas kasarnya.
"Tante tantik,,, tente ditini ?" Saat mendengar suara anak kecil, Dinda pun menolehkan kepalanya kesamping.
"Heyy, iya nih ! Kamu juga datang kesini ? Sama siapa ?" Tanya Dinda dengan menarik tubuh Elle kepangkuan nya.
"Aku disini kan talena, yang Daddy Elle yang puna acala ini ! telus tante Dinda temalin diundang tama Daddy ?"
"Enggak, Tante kesini karena Tante diajak sama teman Tante ! Oh ya, tadi kamu jalan sendirian disini ?" Dinda tidak menyangka jika yang punya acara ini adalah pria kaku yang dia temui kemarin yang tidak lain itu Aiden ayahnya Elle.
"Elleeee, ya ampun nak ! Kamu bikin Oma hampir jantungan tahu nggak ?" Ucap Neli dengan menghampiri Elle yang masih setia duduk dipangkuan Dinda.
"Nyonya ! Maaf tadi Elle saya ajak ngobrol disini soalnya tadi Elle jalan sendirian, takutnya nanti malah masuk kedalam kasian, !"
"Iya nggak apa-apa kok, terimakasih ya sudah menjaga cucu saya ! Soalnya tadi mau saya tinggal didalam dia maksa mau ikut !" Jawab Nyonya Neli dengan tersenyum tulus,
"Sayang,, kita masuk yuk !" Ajak Neli pada Elle,
__ADS_1
"Kamu juga, ayo masuk ! Mati keburu habis makanannya !" Canda Neli mengajak Dinda masuk kedalam.
"Hihihi, Oma ini ! dilumah kan ada matanan Juda ! tenapa Oma halus takut tehabisan matanan ? Apa opa tidak membelikan Oma uang ?"
"Hahaha, Oma bercanda sayang !" Neli yang gemas pun mencubit pipi Elle.
"Tante Dinda, ! Apa boleh Elle dandeng tangan tante ?" Tanya Elle.
""Boleh,,, ayokk !" Akhirnya mereka bertiga masuk kedalam dengan bergandengan tangan.
Bersambung
happy reading bestie,,🥰🥰,
Jangan lupa kasih Like and votenya 🤗🤗
See u 🥀
__ADS_1