
Siang ini Aiden berencana akan menjemput Febi sahabatnya yang menjadi model di negara tetangga selama 7 tahun lamanya, dia memang dekat dengan Febi sedari masa SMP. Aiden akan menjemputnya di bandara, mengirim pesan pada sahabatnya untuk menanyakan sudah tiba di bandara atau belum.
'Aku udah di ruang tunggu Ai ! Jemput sekarang ya !' Balasan Febi.
'Oke ! Aku meluncur !'
Tak heran jika sikap Aiden terlihat hangat terhadap Febi, bukan hanya sahabat tapi orang tua mereka juga sangat dekat. Bahkan, orang tuanya dulu mengira kalau mereka berdua itu pacaran.
"Hey nona ! Sudah lama kah anda menunggu !" Ucap Aiden yang tiba-tiba muncul dari belakang Febi duduk, karena reflek febi pun memutar kepalanya kebelakang dan setelah tahu siapa ? Febi langsung menunjukkan senyum bahagianya.
"Ya ampunnn Ai !! Aku rinduuuu tahu nggak ?" Sahut Febi dengan memeluk tubuh Aiden erat.
Sedangkan Elle yang berdiri disebelah Daddy nya, memandang tidak suka dengan sikap Febi yang langsung memeluk Daddy nya.
"Gimana kabar kamu Bi ?" Tanya Aiden setelah terlepas pelukannya.
"Seperti yang kamu lihat ! Kamu sendiri gimana pak duda ?"
"Baik ! Oh ya, kenalin ini anak ku Elle !" Elle yang diperkenalkan hanya diam memandang ke arah lain.
"Haloo anak cantik ! Kenalin nama tante Febi !" Saat uluran tangannya diabaikan, Febi langsung menarik lagi tangannya.
"Sayang jangan gitu dong ! Inikan temannya Daddy, jadi Elle harus bersikap baik dan sopan ! Oke !" Peringat Aiden dengan mengelus kepala Elle.
"Apa tekalang udah bisa pulang Dad ?" Bukannya menyahut, tapi Elle malah mengajak pulang.
"Kenapa ? Apa Elle lapar atau ngantuk, Hem ?" Sahut Aiden.
Elle lama mendapat jawaban dari Daddy nya, ia berjalan meninggalkan Aiden yang masih berdiri di samping Febi.
__ADS_1
"Elle, sayang ! Tunggu Daddy ! Febi, lebih baik kita langsung pulang saja ya !" Ajak Aiden pada Febi yang masih diam melihat interaksi anak dan bapak itu.
"Oh ya ! Tapi apa boleh kamu tunggu barang ku dulu, aku mau ke kamar mandi sebentar !"
"Tapi aku mau mengejar anak ku ! Dia tidak pernah pergi sendirian diluar !"
"Ohhh, ya sudah kamu boleh pergi duluan !" Setelah mengucapkan itu, Febi langsung pergi ke kamar mandi.
Aiden yang bingung harus bagaimana ? Dia memilih menelpon Vano yang ada diparkiran untuk menjemput Elle yang berjalan dilobi bandara. Dan pandangannya tidak lepas dari gerakan Elle berjalan.
Setelah melihat Vano menghampiri Elle, Aiden sudah merasa lebih lega sekarang.
"Nona ! Kenapa anda pergi duluan ? Nanti kalau nona tersesat bagaimana ?" Tanya Vano dengan berjongkok menghadap Elle yang memandangnya.
"Hihi om pano ! Tenapa om tetini ? Apa om mau menusul Daddy di tana ?" Tanya Elle balik, dengan menunjuk kearah Daddy nya yang sedang berbicara sama Febi.
"Tidak nona, saya disuruh tuan Aiden untuk menjemput nona disini ! Kalau begitu kita ke mobil sekang yuk !" Ajak Vano, lalu menuntun Elle berjalan ke mobilnya.
"Ada ! Apa nona mau beli ?"
"Iya ! Mau mau, ayo om beli sekalang !" Sahutan antusias Elle membuat Vano gemas melihat tingkah nona mudanya.
Sedangkan Aiden dan Febi yang sudah sampai di mobil dahulu, bingung karena disana tidak ada Vano dan Elle. Karena takut ada apa-apa, Aiden menelepon Vano berulang kali. Karena tidak mendapat jawaban dari asistennya, Aiden menggeram kesal dengan Vano yang tidak mengangkat panggilannya.
"Arrhhhh ! Kemana sih Vano ini ! Apa dia sudah bosan bekerja sekarang ?" Karena geram, Aiden membanting hpnya.
"Tenang dulu Ai ! Anak kamu pasti aman sama asisten kamu ! Mungkin saja dia menunggu anak kamu di kamar mandi ! Atau mungkin, lagi beli sesuatu yang diinginkan anak kamu !" Ujar Febi menenangkan.
"Yahh ! Mungkin saja ! Aku hanya takut ada apa-apa sama anak ku !" Sahut Aiden dengan mengusap wajahnya.
__ADS_1
Selang beberapa menit akhirnya Vano dan Elle tiba di mobil. Namum yang membuat heran, tatapan aneh Aiden pada Vano. Dan Vano yang melihat itu merasa bingung juga takut.
"Ada apa tuan ?" Tanya Vano menundukkan kepalanya.
"Kamu tanya ada apa ? Kamu tahu apa kesalahan kamu ? Kamu tidak ijin dengan saya, membawa Elle ketempat lain dan juga kenapa kamu tidak mengangkat panggilan saya ?" Bentak Aiden tepat didepan wajah Vano yang menunduk.
"Maaf tuan !"
"Maaf ! Kenapa ? Baru tahu apa kesalahan kamu ? Hahhh !" Hampir saja tangannya memukul wajah Vano.
"Daddyyyyy !" Teriak Elle yang merasa kasihan pada Vano.
"Tenapa Daddy malah tama om pano ? Tan om pano tadi hanya menemani Elle beli es tlim ! Dan tadi juga, om pano yang bayal es tlimnya !" Sahut Elle lagi.
"Maaf sayang ! Tadi Daddy khawatir ada apa-apa sama kamu !" Ucap Aiden memeluk tubuh anaknya.
"Daddy janan minta maap tama Elle, tapi Daddy halus minta maap tama om pano !"
"Iya iya ! Maafkan saya Van ! Saya hanya takut terjadi apa-apa sama Elle !" Ucap Aiden pada asistennya.
"Iya tuan ! Saya paham !"
Setelah keributan tadi, mereka memutuskan untuk pulang.
Bersambung
Happy reading bestie 🥰🤗
Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌👌👌
__ADS_1
Di tap-tap jempolnya 😘😘
See u 😘😘🥀🍃