
"Wawww ! Ada tuan muda terhormat ternyata ! Prok prok prok !" Sahut Rayhan dengan menatap sinis pada Aiden.
"Kenapa ?Cihh, ternyata keluarga anda masih punya muka untuk datang ke kota ini lagi ! Hehh, !" Ucap Aiden berdecih.
"Why not ? Toh, nggak ada larangan untuk tinggal dimana pun ! Apa anda merasa takut ? Saat saya dan keluarga saya datang lagi ke kota ini ?"
"Tidak ada kata takut untuk seorang Aiden Alberto ! Bahkan jika kalian berulah, tak segan-segan untuk menghancurkan kalian !"
"Oh ya ! Bagaimana kalau permainan ini kita mulai dari anak kesayangan anda ?" Tanya Reyhan menyeringai.
"Jangan membawa-bawa anak saya sama persoalan ini ! Kalau sampai itu terjadi jangan harap kalian bisa melihat matahari besok !" Karena marah, Aiden menarik kerah baju yang digunakan oleh Reyhan.
"Oh oh oh ! Santai tuan muda, jangan terbawa emosi ! Saya cuma bercanda !" Ujar Reyhan dengan melepas cengkeraman tangan Aiden di bajunya.
"Sekali lagi saya peringatkan ! Sejengkal saja kalian menyentuh anak saya, jangan harap bisa bernafas lagi !" Dengan mendorong tubuh Reyhan, Aiden berjalan meninggalkan Reyhan dan Dinda yang masih diam melihat tingkah laku mereka berdua. Sedangkan Adit, ia sudah menunggu didalam mobil sedari tadi.
"Apa dia membuat ulah lagi tuan ?" Tanya Adit saat melihat wajah kesal tuannya.
"Ya, dia mau membawa-bawa Elle pada masalah ini ! Dan jika itu sampai terjadi, maka aku sendiri yang akan menghabisinya !" Jawab Aiden dengan mengepal tangannya.
Tokk
__ADS_1
Tok
Terdengar suara ketukan pintu mobil dari luar, saat Aiden menoleh ternyata ada Dinda yang berdiri di samping mobilnya.
"Kenapa ?" Ucap Aiden dengan datar saat membuka jendela mobil.
"Ini pesanan anda tertinggal !" Sahut Dinda ketus memberikan kantong plastik yang berisi friend chicken yang dipesan Aiden tadi.
"Hem !" Saat melihat Aiden yang hanya berdehem, Dinda dibuat kesal olehnya dan apa sesulit itu mengucapkan terima kasih.
"Kyaaa ! Apa sangat sulit bagi anda mengucap kata terima kasih ?" Ujar Dinda dengan menahan jendela mobil yang akan ditutup oleh Aiden. Sedangkan Aiden langsung menoleh datar, tanpa ada rasa salah.
"Shitt, apa karena aku orang miskin ! Hingga, aku selalu salah di mata mereka !" Gumam Dinda setelah kepergian mobil Aiden,
"Heyy kok melamun disini ?" Tanya Reyhan menepuk bahu Dinda dari belakang.
Dinda pun membalikkan badan lalu pergi dari tempat tadi, bahkan Dinda mengabaikan Reyhan yang berada disampingnya. Sampai diruang istirahat, Dinda membereskan semua barang yang dia bawa ke kafe tadi.
Entah kenapa ? Setelah mendengar ucapan Aiden tadi, Dinda merasa tidak bersemangat untuk melakukan hal apapun.
Krietttt
__ADS_1
"Rin !" Ucap Dinda menolehkan kepalanya ke pintu yang memunculkan tubuh Ririn disana.
"Kenapa ? Apa ada masalah ?" Tanya Ririn saat melihat wajah Dinda yang ditekuk.
"Gu gue ! Nggak, nggak apa-apa !" Sahut Dinda tersenyum dipaksakan.
"Nggak usah bohong sama gue ! Kenapa kamu terlihat sedih gitu ?"
Tess
Saat ditanya, air mata Dinda perlahan-lahan turun dari matanya. Entah kenapa ? tiba-tiba dia malah nangis saat ditanya Ririn. Melihat sahabatnya menangis, ririn berjalan kearah Dinda lalu memeluk tubuh yang bergetar karena tangis itu.
"Udahh ! Kamu tenang dulu oke ! Bari nanti cerita !" Ucap Ririn mengelus bahu Dinda.
Bersambung
happy reading bestie 🥰🤗
Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌🥰
See u😘😘😘
__ADS_1