Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
23.


__ADS_3

POV RIRIN & RENDI


Di rumah Ririn saat ini sedang ada kegaduhan, gara-gara Ririn yang tiba-tiba pingsan ! Entah kenapa ? Karena sejak bangun tidur pagi tadi, Ririn muntah-muntah dan bahkan dia sampai lemas setelah sering bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi yang ada didalam perutnya.


Sedangkan Rendi yang melihat kondisi istrinya seperti itu, dia malah panik bingung mau melakukan apa ? Ya, karena memang mereka berdua sudah punya rumah sendiri alasannya mereka ingin hidup mandiri.


Namun, jika seperti ini Rendi sendiri bingung mau minta tolong ke siapa ? Karena jam masih pagi sekali, tidak mungkin dia panggil mertuanya untuk datang. Memang rumah mereka dekat dengan rumah orang tua Ririn, hanya terhalangi tiga rumah saja.


"Yankkkk ! Kamu kenapa sihh ?" Tanya Rendi dengan menggosok-gosok tangan Ririn yang dingin supaya menghangat.


"Kita ke dokter ya !" Ajak Rendi lagi.


"Nggak usah by ! Aku cuma masuk angin aja kok, nanti juga sembuh !" Sahutan Ririn terdengar lemah ditelinga Rendi.


Singkat cerita ! Jika Ririn itu paling takut jika ke dokter atau ke rumah sakit, dia takut dengan jarum suntik. Dia mau datang kalau hanya menjenguk kerabat atau temannya.


"Kan cuma diperiksa yank ! Nggak disuntik !"


"Nggak mau byy ! Kamu itu bohong tahu nggak, dulu aja kamu sama ayah bohongin aku !"

__ADS_1


"Ya ampun yank ! Itukan dulu, pas kamu sakitnya parah banget !" Elak Rendi.


Ya, dulu Ririn sempat dibohongi saat dia sakit, waktu itu keadaan Ririn sangat drop sekali sehabis jalan-jalan liburan. Ririn yang sulit dibawa ke dokter akhirnya, berhasil dibujuk Rendi. Rendi bilang 'Kita ke dokter cuma minta obat aja kok ! Habis itu kita langsung pulang'. Setelah setuju, Ririn dibawa ke rumah sakit dan ternyata sampai disana dia harus dirawat inap, otomatis tangan Ririn dipasangi jarum infus. Sempat berontak memang waktu itu, tapi tenaganya kalah setelah ditahan oleh Rendi dan ayahnya.


Harus dengan banyak bujukan untuk mengajak Ririn berobat ke rumah sakit atau dokter.


"Ya udah, gimana kalau kita panggil dokter Ella saja !" Usul Rendi pasrah dengan istrinya yang kekeh dengan keputusannya.


"Ya, tapi bilang sama dokter Ella ya ! Kesini jangan bawa jarum suntik !" Perintah Ririn dengan memejamkan matanya.


"Huhh, iya !"


"Pagi pak !" Sapa doker Ella setelah dibukakan pintu.


"Pagi dok ! Silahkan masuk !"


Setelah diperiksa dokter Ella tidak menemukan riwayat penyakit, hanya saja ia merasa kalau gejala yang dibilang Ririn tadi bisa disimpulkan jika sebenarnya Ririn tidak sakit tapi hamil.


"Oh ya Bu Ririn ! Apa anda ada telah haid bulan ini ?" Tanya doker Ella .

__ADS_1


"Emmm mungkin sekitar 5 Minggu yang dok saya haidnya ! Dan sekarang, belum ada datang !" Sahut Ririn lemas.


"Begini saja Bu ! ibu saya usulkan untuk datang ke dokter Obgyn !" Usul dokter Ella.


"Dokter apa itu dok ?" Bukan Ririn yang menyahut, tapi malah Rendi. Dia merasa asing dengan apa yang dia dengar barusan.


"Itu dokter profesional yang bisa menentukan Bu Ririn positif hamil atau tidak ! Karena dari gejala yang dikeluhkan Bu Ririn tadi seperti ibu hamil, pak !" Jelas dokter Ella.


"Hamil dok ?" Tanya Rendi memastikan.


"Iya pak ! Itu baru dugaan saya ! Kalau begitu, saya permisi dulu pak ! Mari !"


Setelah mengantar dokter Ella pergi, Rendi kembali lagi masuk kedalam kamar. Dengan senyum mengembang, dia menghampiri istrinya yang terbaring lemah di atas kasur.


Bersambung


Happy reading bestie ku 🥰🤗


Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌🥰🥰

__ADS_1


See u 😘😘🥀🍃


__ADS_2