
Di pagi harinya seluruh keluarga Alberto bangun dari tidurnya, mereka bersiap untuk kegiatan masing-masing. Namun masih ada yang belum kebangun dari tidurnya, nona muda yang kemarin dipindahkan ke kamar tidurnya sendiri belum bangun sampai sekarang.
"Elle belum bangun ma ?" Tanya Aiden yang buru-buru memakan sarapannya.
"Belum ! Pelan-pelan makannya Aiden ! Naknti kamu keselek !" Peringat mamanya.
"Aku buru-buru ma ! Ada meeting penting pagi ini !"
Sahutnya dengan meminum susu yang sudah disediakan.
"Papa hari ini akan berkunjung ke kantor !" Ucap papanya.
"Iya ! Aku berangkat dulu ! Assalamualaikum !" Setelah menyahuti ucapan papanya, Aiden berjalan ke garasi mengambil mobilnya.
"Wa'alaikumsalam ! Hati-hati, jangan ngebut !" Teriak mamanya.
Setelah kepergian Aiden, Neli dan Putra melanjutkan sarapannya dengan hikmat. Bahkan tak segan Putra menyuapkan nasi goreng ke mulut istrinya.
"Tumben Elle belum bangun ma !" Ucap Putra setelah selesai acara sarapannya.
"Biasanya bangun paling awal dia !" Imbuhnya lagi.
"Mungkin kecapean karena menangis semalam pa" Sahut Neli membenarkan ucapan suaminya.
"Mama cek dulu pa ! Kasian dia belum sarapan, !"
Cklek
Neli masuk ke kamar sang cucu, disana Elle masih diposisi yang sama belum ada tanda-tanda cucunya bangun.
__ADS_1
Neli pun membuka tirai kamar Elle agar sinar matahari bisa masuk.
"Sayanggggg! Nggak mau bangun ! Nggak laper kah ?" Tanya Neli pada Elle yang masih tertidur.
Namun saat mengelus rambut Elle yang terasa basah, membuat Neli merasa bingung. Apakah Elle merasa kepanasan hingga rambutnya mengeluarkan keringat. Lalu dia dibuat terkejut saat menyentuh kening Elle, yang terasa panas.
"Astaghfirullah ! Elle, bangun nak !"
"Papa,,, papa ,,,,!" Teriak Neli panik. Putra yang mendengar kepanikan istrinya dia juga ikutan panik, dengan berlari menaiki tangga Putra menuju kamar Elle.
"Kenap ma ?" Tanya Putra saat masuk ke kamar.
"Elle demam ! Gimana ini ?"
"astaghfirullah kok bisa ? Papa telepon Dio dulu !"
Tutt
Tutt
"Wa'alaikumsalam nak Dio! Tolong datang ke rumah sekarang !"
"Ada apa om ?"
"Elle sakit lagi ! Cepat kamu kesini ya !"
"Iya om, Dio bersiap sekarang !"
Dengan cepat Dio berganti pakaian dinasnya, sekalian nanti langsung berangkat ke rumah sakit tempat dia bekerja. Tak menunggu lama, Dio sampai dikediaman Alberto.
__ADS_1
"Assalamualaikum !"
"Wa'alaikumsalam nak Dio! Masuk aja !"
Setelah disuruh masuk, Dio memeriksa keadaan Elle dan benar saja Elle sakit karena kecapekan lagi.
"Apa karena acara kemarin Elle sakit lagi om Tante ?" Tanya Dio setelah selesai memeriksa.
"Tapi pas di acara kemarin Elle nggak banyak gerak kok, apa mungkin karena terlalu lama nangis kemarin ?" Sahut Neli.
"Nangis kenapa tante ?" Tanya Dio penasaran.
"Kemarin itu sebenarnya Elle nggak mau pisah sama Dinda ! Tapi karena dipaksa Aiden akhirnya dia nangis, bahkan sekitar dua jam dia nangis !"
"Dinda siapa ? Orang yang om kenalkan sama Aiden ?"
"Bukan ! Dinda itu karyawan Rendi temannya Aiden pas kuliah dulu !"
"Ooo, Ya udah om Tante ! Dio berangkat ke rumah sakit dulu ! Untuk vitaminnya Elle, mungkin yang kemarin masih ada om Tante ! Dio pergi dulu, assalamualaikum !"
"Wa'alaikumsalam nak ! Maaf mengganggu kamu pagi-pagi !" Ucap Putra saat mengantar Dio keluar rumah.
"Tidak masalah om ! Elle sudah aku anggap seperti anak ku sendiri om !"
Tin
Dio pun langsung berangkat menuju rumah sakit, karena jadwal hari ini yang lumayan padat Dio harus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa kasih Like and votenya bestie 🥰 🤗