Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
15.


__ADS_3

Karena hari ini hari Minggu semua keluarga Alberto sedang bersantai di rumah, setelah melaksanakan sarapan pagi Dinda dan Neli berencana membuat puding dan cake untuk camilan siang ini.


Dan untuk Dinda sendiri, saat ini belum diperbolehkan pulang oleh Elle. Bahkan Dinda yang biasanya pintar membujuk anak kecil kali ini dia gagal, Dinda boleh pulang jika hari sudah sore.


"Tante Dinda mau temana ?" Tanya Elle dengan menahan tangan Dinda yang akan beranjak dari duduknya.


"Tante mau ke dapur dulu sayang ! Mau buat puding sama cake ! Kenapa, mau ikut ? Hem !" Tanya Dinda dengan berjongkok didepan Elle yang sedang duduk di sofa.


"Hehehe, atu tila tante mau pulang !"


"Talo mau buwat puding tama take, atu juga mau ikut ! Mau lihat talanya bikin !"


"Emang Elle nggak mau bantuin tante ?" Tanya Neli yang gemas dengan cucunya, ia melihat Elle yang tidak membebaskan pergerakan Dinda.


"Hihihi ! Ya, endak lah ! Tan elle masih ketil !" Jawab Elle terkekeh dengan memamerkan gigi susunya.


"Terus yang bantuin tante Dinda siapa dong ?" Tanya Neli lagi.


"Emmmm, ya udah deh ! talo beditu Elle aja yan bantu tante !" Dengan gaya berfikir Elle menjawab pertanyaan omanya.

__ADS_1


"Enggak, Elle sekarang ikut Daddy ! Elle tidak boleh kecapean ! Kan baru aja sembuh !" Larang Aiden dengan tegas memandang anaknya.


"Ihhhh Daddy! Tan Elle tuma bantu aja ! Ndak belali-lali !" Sahut Elle berjalan kearah Aiden duduk.


"Tapikan kamu baru aja sembuh sayang ! Emang kamu mau sakit lagi ? Enggak kan ?" Tanya Aiden mengelus pipi Elle yang menggelengkan kepalanya lalu menarik tubuh Elle ke pangkuannya.


"Emang kamu nggak bisa gitu, kalau mau buat ya buat aja ? Tidak usah bilang - bilang, mau cari muka kamu ?" Dengan pedas ucapan terlontar di mulut Aiden.


"Hehehem, tuan Aiden yang terhormat! Sayakan cuma menjawab pertanyaan dari anak anda ! Apakah salah jika saya menjawab ?"


Dinda yang mendapat pertanyaan seperti itu, tentu saja dia makin kesal dengan sikap Aiden. Jika tidak ada orang tua Aiden dan Elle, mungkin sudah Dinda semprot dengan pedas juga.


"Kan kamu bisa bilang, kalau mau ke kamar mandi atau kebelakang gitu !" Sahut Aiden yang tidak mau kalah.


"Jika berbohong untuk kebaikan! Kenapa tidak! Ya kan ?"


"Tuan jika sikap anda seperti ini ! Berarti anda juga selalu berbohong hanya karena hal sepele ?"


"Ya jelas tidak ! Saya tidak pernah berbohong !" Sahut Aiden dengan sombongnya.

__ADS_1


"Hemmhhh, Berarti sama ! Saya juga tidak mau berbohong !" Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Dinda berjalan ke dapur.


Sedangkan Aiden yang merasa kalah telak, dia mengepalkan tangannya karena kesal. Orang yang berada disana pun hanya diam memperhatikan keributan mereka berdua, apalagi putra yang selalu memijit pelipisnya saat mendengar ucapan pedas yang dilontarkan anaknya. Dia hanya takut, jika Dinda akan tersinggung dan ternyata dugaannya salah ! Justru Dinda malah melawan.


"Aiden tidak bisakah kamu menghargai Dinda kali ini ?" Tanya Neli.


"Iya Den ! Kalau sikap kamu seperti ini terus bagaimana kamu bisa mendapatkan istri ?" Sambung papanya.


"Istli ! Apa istli itu Oma, opa ?" Tanya Elle memandang kearah Oma dan opanya.


"Istri itu, orang yang nanti akan jadi mommy nya Elle !"


"Ooooo, belalti nanti talo om pano udah puna istli ! Itu Juda atan jadi mommy na Elle ?"


"Ya ampun ! Bukan dong sayang, yang jadi mommy kamu itu hanya istrinya Daddy kamu !" Sahut Neli, bahkan karena gemas Neli menguyel-uyel pipi gembul Elle.


Bersambung


Happy reading bestie 🥰🥰🥰🤗

__ADS_1


Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌🥰🤗🤗


See u😘😘


__ADS_2