Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
13.


__ADS_3

"Ngapain anda mencari saya?" Tanya dinda saat tahu yang mencarinya itu orang yang membuatnya kesal kemarin malam.


"Kamu ikut saya sekarang !" Perintah Aiden akan keluar dari kafe, namun dia berhenti mendengar Jawa Dinda.


"Saya tidak mau ikut dengan anda !"


"Kalau bukan karena Elle ! Saya juga tidak mau mengajak mu, kalau bukan karena Elle !" Ucap Aiden dengan wajah datarnya.


"Hemhh, Jangan mengatas namakan anak jika itu untuk keperluan anda sendiri tuan !" Sahut Dinda dengan tersenyum miring.


"Terserah kalau tidak percaya, yang penting sekarang kamu ikut dengan saya !" Dinda yang tangannya ditarik pun langsung menepisnya.


"Jangan memaksa orang tuan, apalagi orang asing seperti saya ! Lebih baik anda pergi dari sini, saya tambah kesal melihat wajah anda !" Ucap Dinda akan berjalan masuk ke ruangannya lagi.


Aiden yang kesal pun berjalan mengikuti Dinda berjalan masuk, bahkan mereka tidak menyadari kalau ada pasang suami istri yang melihat kelakuan mereka.


"Kamu bisa nggak jangan sok jual mahal begini ! Saya itu kesini karena Elle ! Kalau tidak percaya, nih


lihat !" Ucap Aiden dengan menunjukkan rekaman Elle yang mengigau dan menyebut - nyebut nama Dinda.


Dinda yang awalnya tidak percaya kini menjadi penasaran dengan video yang ditunjukkan Aiden, saat melihat wajah Elle di hp itu Dinda langsung merebut hpnya.


"Tuan ! I ini Elle kenapa ? kok wajahnya pucet banget !"


"Dia sakit, dan juga itu karena kamu !"


"Kok anda menyalahkan saya ?"


"Ya ! Gara-gara kamu, anak saya semalaman menangisi kamu !" Ucap Aiden menekankan.


"Hey tuan, waktu itu kan karena anda sendiri ! Kalau saja anda tidak mengusir saya, mungkin dia nggak akan sakit ! Oh ya, bahkan anda membentak anak anda sendiri !" Sahut Dinda karena tidak terima dituduh.


"Saya tidak mau tahu alasan kamu ! Kamu ikut saya ke rumah sekarang !"

__ADS_1


Dinda yang ditarik tangannya pun berjalan mengikuti Aiden melangkah. Bahkan Aiden melarang Dinda untuk berganti pakaian.


"Tuan, saya belum ganti pakaian ! Dan saya juga belum mandi !" Keluh Dinda saat sudah duduk di samping bangku kemudi.


"Tidak perlu mandi, mandi atau tidak kamu tetap saja jelek !" Enek Aiden.


"Apa yang anda bilang ? Jelek-jelek begini, banyak laki-laki yang mengantri, tapi selalu saya tolak !" Sahut Dinda menyombongkan dirinya.


"Hahah, percaya diri sekali kamu ! Bisa saja mereka mengantri karena pelet yang kamu gunakan !"


"Sorry ya tuan yang sok kegantengan ! Kecantikan saya ini murni dan alami, emangnya situ sudah tua bapak-bapak pula ! Heuhh !"


"Kamu bilang saya tua ?" Geram Aiden dengan meremas stir mobilnya.


"Iya, emang kenapa ? Anda kan memang sudah tua, dingin kaya kulkas berjalan dan juga wajah anda udah kaya kanebo kering ! Lecek !" Ucap Dinda menekankan kata-kata lecek, dari mulutnya.


"Kurang ajar kamu ini lama-lama !"


"Wlekkk, dasar tuan kulkas !"


"Assalamualaikum !" Ucap Dinda ayang disuruh masuk oleh Aiden, lalu menyalami Neli dan Putra yang masih menunggu cucu mereka.


"Maaf mengganggu waktu istirahat kamu Dinda ! Dan terima kasih karena kamu sudah sudi datang kesini !" Ucap Neli seraya memeluk tubuh Dinda.


"Sama-sama nyonya ! Maaf, tapi saya belum mandi !"


"Tidak masalah ! Kamu mandi aja di kamar mandi Elle, nanti bajunya biar aku ambilkan di kamar !"


"Iya nyonya !"


Neli dan Putra pun keluar dari kamarnya Elle, mereka kembali ke kamar mereka sendiri. Sedangkan Dinda, masih terkagum-kagum dengan kamar mandi yang dia tempati sekarang ! Ya karena maklum, di tempatnya tinggal tidak semewah ini.


Tok tok tok.

__ADS_1


"Hey kamu yang didalam ! Cepat buka pintunya, ini baju dari mama ! Cepat keluar !" Teriak Aiden yang kesal karena disuruh memberikan baju ganti untuk Dinda.


CKLEKKK


"Tuan !"


"Kamu !"


"Kenapa kamu hanya pakai handuk ?" Tanya Aiden memalingkan wajahnya.


"Maaf tuan, anda sendiri ngapain disini ?" Sahut Dinda dengan menutupi dada dan bagian bawahnya menggunakan tangan.


"Saya disuruh ngantar baju ganti kamu, nih !"


"Harusnya kamu tadi pakai bathroob !" Ucap Aiden lagi.


"Maaf tuan, tapi didalam tidak ada bathroob nya !"


Jawab Dinda yang mulai tidak nyaman karena Aiden yang masih berdiri didekat nya, meskipun memalingkan wajahnya.


"Tuan, bisakah anda keluar dulu !" Ucap Dinda,


"Kamu ngusir saya ?" Tanya Aiden kesal.


"Saya mau ganti baju tuan !"


Aiden yang sadar pun, akhirnya memilih keluar dari kamar anaknya. Setelah memakai pakaian, Dinda masih malu dan juga risih karena tanpa sengaja Aiden melihat dia saat menggunakan handuk saja.


Bersambung,


Happy reading bestie 🥰


Jangan lupa kasih Like and votenya 🤗🤗🤗

__ADS_1


Okeeee👌👌👌👌


__ADS_2