
Jarum jam menunjukkan pukul 17.16, Dinda yang bersiap untuk pulang harus kembali membujuk si gembul. Tidak sesuai ucapannya, memang! Tadi pagi Elle sudah berjanji untuk mengizinkan Dinda pulang, namun nyatanya Elle kembali membuat drama.
"Sayang bukankah tadi pagi kamu sudah setuju ! Kenapa sekarang kamu kok tidak boleh dia pulang ?" Tanya Aiden dengan lembut, namun langsung menatap sinis pada Dinda dan Dinda melotot kan matanya.
"Tapi tekalang Elle belubah pikilan Daddy !" Jawab Elle dengan memainkan pita bajunya.
"Kan Elle sudah janji tadi pagi ! Kan janji tidak boleh diingkari !" Dengan penuh kasih sayang Aiden membujuk anaknya.
"Gimana kalau Elle ikut mengantar Tante Dinda aja ?" Usul mamanya yang langsung mendapat tatapan dari Aiden, namun dia acuhkan.
"Eemmmm ndak deh ! Elle mau te tamal aja !" Sahut anak itu yang mulai beranjak dari duduknya.
"Beneran nggak mau ikut anter tante?" Tanya Dinda memastikan.
"Hihihi iya, Elle mau main aja ma balbie di tamal !" Ucap Elle lagi dengan menahan air mata yang akan mengalir, lalu berlari ke kamarnya.
"Sayang! Elle !" Panggil Aiden dengan berlari mengikuti Elle ke kamarnya.
CKLEKKK
Aiden membuka pintu kamar Elle yang tidak tertutup rapat. Dan ia mendapati anaknya yang berusaha menghapus air mata yang terus mengalir, ia sadar, anaknya butuh seorang ibu yang baik dan bisa mendampinginya dengan penuh kasih sayang.
"Sayang !" Ucap Aiden, masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Daddy !" Dengan kaget Elle menoleh ke Daddy nya, lalu dengan kasar Elle menghapus air matanya dengan baju yang dia kenakan.
"Elle sedih ?" Tanya Aiden dengan berjalan kearah Elle yang duduk di kasurnya.
"Heheh, endak Daddy ! Atu tuma, lagi main jadi altis tama balbie !" Sahut Elle tersenyum, namun matanya berkaca-kaca. Dengan pelan, Aiden menarik tubuh Elle ke pelukannya.
"Kalau Elle merasa sedih karena mau ditinggal sama tante Dinda ! Elle boleh kok suruh tante Dinda nginap lagi disini !" Ujar Aiden mengelus-elus rambut Elle.
"Endak Daddy, atu tuma hikkss,, penen aja hiksss,,, talo hikss,,hikss,, tante Dinda telus ninap ditini ! Hiks,,, tapi tatian tante Dinda talo telus ditini !" Benteng pertahanan akhirnya jebol juga, Elle menangis di pelukan Daddy nya.
"Shuuttt,,, shutttt,,, udah jangan nangis lagi ya ! Sekarang, gimana kalau Elle ikut anter tante Dinda aja ?"
"Ndakk usah Daddy! Elle mau di tamal aja !" Tolak Elle.
Aiden pun beranjak dari kamar anaknya, dia berjalan menuruni tangga menuju keruang tamu dan disana masih ada papa, mama dan juga Dinda yang masih duduk dengan raut wajah yang khawatir.
"Elle sudah tenang di kamarnya, kalau kamu mau pulang silahkan ! Tidak usah, pamitan sama Elle !" Ujar Aiden datar.
"Tapi apa dia nanti tidak akan mencari saya ?" Tanya Dinda, yang masih khawatir.
"Tidak ! Tidak akan ! Dan lagi, jangan kamu datang ke hadapan anak saya ! Saya cuma tidak mau kalau anak saya terus-terusan menangis karena kamu !" Sungguh ucapan Aiden sangat menusuk hati Dinda, jika dia dulu tidak bertemu dengan Elle mungkin hal ini tidak akan terjadi.
Dinda pulang diantar oleh sopir, Dinda masih diam seribu bahasa ! Dia masih terus keingat dengan ucapan Aiden tadi. Dan Dinda sangat merasa bersalah dengan anak gembul itu, dalam hati sebenarnya Dinda berat meninggalkan Elle tadi.
__ADS_1
Dengan menghembuskan nafas kasarnya, Dinda telpon Ririn ! Mau ijin tidak kerja, meskipun hanya setengah hari saja.
Tuttttt
Tuttttt
"Halo ! Kenapa Din ?" Tanya Ririn diseberang telepon.
"Hari ini aku nggak masuk kerja !" Sahut Dinda dengan nada lesunya.
"Ehhhh kenapa ini ? Kok lemes gini !" Tanya Ririn bingung.
"Besok aku ceritain ! Ya udah, aku masih perjalanan pulang ini ! Bayyy !" Tuttt.
Ririn yang heran dengan suara sahabatnya, dia memutuskan untuk datang ke tempat Dinda. Karena tidak biasanya Dinda seperti ini,
Sedangkan di kediaman Alberto, mereka masih berkumpul diruang tamu ! Namun, masih kurang karena Elle tidak mau ikut bergabung disana !
Bersambung
happy reading bestie ku 🥰🥰🥰
jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌🥰🤗
__ADS_1