Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
30.


__ADS_3

🌺


🍃


CKLEKKK


"Ya Allah kak Dinda ? Kenapa bisa gini sih ? Lukanya parah nggak ? Masih sakit nggak ? Terus masih bisa jalan nggak nantinya ?" Tanya Anis beruntun seperti rel kereta, karena dia kaget melihat keadaan Dinda.


"Ini mulut apa kereta api sih ?" Tanya Dinda balik,


"Tanya itu satu-satu, biar kakak gampang jawabnya ! Lagian kamu ngapain sih kesini, emang nggak capek ?"


"Hehe, tadi pas mau pulang kak Ririn telpon ke Anis ! Dia nyuruh Anis datang ke rumah sakit untuk menjenguk dan juga menjaga kak Dinda, kan kak Ririn belum bisa keluar rumah !" Sahut Anis menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kakak udah nggak apa-apa kok! Cuma luka dikit doang !" Dinda merasa diperhatikan oleh mereka, meskipun dia orang asing tapi mereka selalu bersikap baik dengannya.


Dan untuk Ririn yang belum bisa keluar rumah, memang saat ini dia sering mengalami morning sick bawaan kandungannya. Hingga badannya terasa lemas terus,


" Kak Dinda beneran nggak apa-apa ?" Tanya Anis lagi memastikan, dia meringis sendiri melihat kaki Dinda yang diperban.


"Iya nggak apa-apa ! Tadi juga udah di obati !"


"Emang siapa sih yang nabrak kak Dinda ? Apa jalanannya kurang lebar ? Sampai-sampai dia nabrak kakak ?"


"Emmmhhhh ! Namanya juga musibah Nis ! Siapa yang tahu, dan yang namanya tabrakan nggak harus di jalanan yang sempit !"


"Hehe iya sih ! Terus siapa orang yang udah nabrak kakak ?"


"Dia teman kakak kamu ! Itu si duda !"


"Haaaa, temannya mas Rendi ?"


"Heem"


"Tapi tadi diluar cuma ada sekertarisnya ! Si dudanya nggak ada !" Sahut Anis bingung, karena tidak melihat batang hidung si duda yang udah nabrak Dinda.


"Hahh serius ?" Tanya Dinda terkejut, dia terkejut karena dia tadi bicara yang jelek-jelek tentang si duda, keras lagi ngomongnya.


'Huhh biarinlah, biar di aduin sekalian ! Siapa suruh berurusan sama Dinda ?' Dengan tersenyum miring Dinda membatin.


"Ihh kak Dinda kenapa ? Senyum-senyum sendiri? Kesambet ?" Ujar Anis menggoyangkan tubuh Dinda.


"Ngawur kamu ! Dah lah, kakak mau pulang !"


"Eittsss, siapa yang menyuruh kakak pulang sekarang ? Kakak belum boleh pulang sekarang, karena kakak harus dirawat ! Oke ?"


"Siapa yang bilang ? Masa cuma luka kaya gini harus dirawat inap segala ?" Sahut Dinda kesal,


"Tadi ada suster yang bilang kalau 'Pasien ruang VIP nomer 08 atas nama Ny. Dinda belum oleh pulang !' Gitu !"

__ADS_1


"Tapi tadi dokternya nggak ada bilang !"


"Entahhh ! Katanya yang suruh tuan emmm, tuan siapa ya tadi ? Ah iya, tuan Aiden ! Iya iya !"


"Dasarrr si duda, emang dia pikir tidur di rumah sakit enak apa ?" Gerutu Dinda meremat-remat selimut yang di pakainya.


"Emang dia siapa kak ?" Tanya Anis polos, karena memang dia belum tahu siapa Aiden itu.


"Kamu tanya siapa dia ? Dia itu, si duda jelek itu !" Jawab dinda dengan kacak pinggang.


"OMG ! Dia bertanggung jawab bangett ! Care banget sama kakak ! Dikasih perawatan VIP lagi !! Jadi dia juga yang udah nabrak kakak ?


"Hemm" Sahut Dinda sekenanya, dia malas jika membahas tentang si duda.


🥀


🧚


Sampai di rumah, setelah mengantar Febi pulang kerumahnya. Elle masih saja mendiamkan Aiden, bahan Aiden dibuat bingung dengan sikap anaknya.


"Lhoh,,, lhohh ,,,, cucu Oma udah pulang ? Kok cemberut ? Kenapa ?" Tanya Neli saat berpapasan dengan Elle di undakan tangga.


"Hemmhhh, Daddy nyeblin omaaaa !" Sahut Elle malah menangis saat menjawab omanya.


"Kok nangis ? Emang Daddy ngapain Elle ? Kok Elle sampai nangis ?"


"Bener itu Aiden ?" Tanya Neli menatap Aiden garang.


"Ya, tapi mama tenang aja ! Dia udah Aiden kasih perawatan yang layak kok ! Dan juga, Aiden udah nyuruh dokter untuk merawat inap dia !" Sahut Aiden tanpa mengalihkan pandangannya.


"Tu kannn Oma ! Daddy tu jahat, nda mau nolongin olang ! Daddy maunya sama tante jelek tadi tante jahat yang udah malah-malah tama Elle !"


"Kan tadi yang nakal Elle bukan tante Febi, jadi wajar kalau dia marah sama Elle !" Ujar Aiden menimpali ucapan anaknya.


"Tapi Elle nda suwka tama tante tadi ! Dia pelempuan jahat, jahat jahat jahat, pokona ! Hikss.. hikss !"


"ELLE ! Kamu ini kenapa sih ? Tante tadi itu temannya Daddy, jadi Elle harus sopan sama dia ! Nggak oleh anak kecil bilang seperti itu !" Bentak Aiden yang membuat Neli melebarkan matanya, dia tidak habis pikir dengan Aiden yang malah membela temannya daripada anaknya. Harusnya kan dimaklumi, namanya juga anak-anak.


"SIAPA YANG SURUH KAMU BENTAK CUCU KU HAAA ?" Bentak Neli balik, dia kasian dengan Elle yang menangis ketai setelah dibentak oleh Aiden.


"Dia udah nggak sopan sama teman aku ma ! Sahabat aku sendiri !" Sahut Aiden dengan nada melemah.


"Tapi apa harus dengan cara membentak kamu menasehatinya ?"


"Udah ! Malam ini Elle tidak sama papa dan mama ! Kamu temenin Dinda di rumah sakit !" Dengan menunjukkan jari telunjuknya, Neli memerintah.


"No ! Aiden nggak mau !" Tolak Aiden menggelengkan kepalanya.


"Berani membantah kamu sekarang ?" Geram Neli.

__ADS_1


"Hemmhhh, ya ! Nanti malam aku ke sana !"


'Pasrah ajalah ! Cari amannya aja, lagi-lagi ini karena perempuan itu' Batin Aiden kesal.


👻


SKIPP


Malamnya, Aiden benar-benar menuruti perintah Neli untuk menemani Dinda di rumah sakit. Sebenarnya dia tidak mau berlama-lama di sana, karena tidak nyaman dan juga karena tidak mau melihat wajah Dinda yang membuatnya emosi.


"Kenapa harus ada manusia seperti dia sih ?" Gumam Aiden menggedumel sendiri.


Canggung rasanya, kalau langsung masuk ! Tapi kalau harus mengetuk pintu dia gengsi, takut sebelum masuk dibilang sok perhatian lah ini lah itu lah.


Huffhhhh


Cklek


"Om siapa ?" Tanya Anis yang ternyata masih disana menemani dinda dan bahkan masih menggunakan seragam sekolah.


"Saya cuma disuruh menemani dia ! Jadi kamu lebih baik pulang aja !" Sahut Aiden datar.


"Enggak mau ! Enak aja, emang situ siapa ? Sok-sokan kenal, nyuruh-nyuruh pulang lagi ! Jangan-jangan om predator ya ?"


"Sembarang kalau ngomong ! Saya Aiden, orang yang sudah menabrak dia !"


"Oooo !"


emmhhhh


"Kenapa sih Nis ? Berisik banget !" Tanya Dinda menggeliatkan tubuhnya.


Saat memandang ke arah Anis, dia hanya mendapati mata Anis yang bergerak-gerak. Karena tidak paham Dinda malah kesal dengan kelakuan Anis.


"Kamu ini kenapa sihh ?" Lagi-lagi yang dia dapat hanya gerakan mata. Karena bingung juga, Aiden mengarahkan matanya ke arah pintu.


"Astaghfirullah !" Kaget Dinda yang melihat wajah datar Aiden di tengah-tengah pintu.


"Ngapain anda kesini ?"


"Kalau bukan karena mama saya ! Saya tidak Sudi datang ke sini !" Sahut Aiden berjalan ke arah sofa yang tersedia di ruang rawat VIP ini.


Bersambung


Happy reading bestie 🥰🤗


Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌🥰


See u 😘🥀🍃

__ADS_1


__ADS_2