Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
26.


__ADS_3

Sore ini Dinda pulang terlebih dahulu, Dinda akan pergi ke bengkel untuk servis sepeda maticnya. Namun saat diperjalanan menuju bengkel nasib kurang baik menghampirinya, karena perjalanan yang sangat ramai Dinda ketabrak mobil mewah yang berjalan dibelakangnya.


BRUAKK...


CKITTTT


"Awssss ! Nasib banget sihhh !" Ringis Dinda yang kesulitan berdiri karena kakinya mengeluarkan darah yang tidak sedikit. Sedangkan sepedanya sebagian ada yang rusak.


"Astaga ! Pakek nabrak segala sih !" Gumam Aiden, ya ternyata yang menabrak Dinda itu Aiden. Karena hari ini Aiden mengendarai mobilnya sendiri, sedangkan Vano ada kepentingan yang lain.


"Daddyyy menablak olang !" Ucap Elle yang duduk disebelahnya.


"Elle tunggu disini dulu ya ! Daddy mau melihat keadaan orangnya !"


"Iya Dad !" Sahut Elle berdiri memandang Aiden yang berjalan menghampiri perempuan yang tergeletak di depannya.


"Elle itu yang ditabrak Daddy kamu laki-laki atau perempuan ?" Tanya Febi dengan lembut. Sedari tadi memang Febi terus mengikuti Aiden, karena dia masih rindu dengan sahabatnya.


"E em !" Sahut Elle acuh.


"Kenapa sih kamu kok nakal banget sama saya ha ?" Dengan mencekal pergelangan tangan Elle erat, Febi bertanya dengan pelan agar tidak terdengar dari luar.


"Aww, tenapa tante kok jahat sihh ! Lepasin, sakittttt !" Ringis Elle berusaha melepas tangannya.


"Nggak akan ! Sebelum kamu bersikap baik sama saya !" Sahut Febi dengan tersenyum jahat.


"Telnyata tante ini olang jahat ! Lepassss !" Teriak Elle berontak lalu menggigit tangan Febi. Setelah terlepas, Elle keluar dari mobil menuju Aiden berada. Febi hany acuh saat Elle keluar dari mobil, dia lanjut berselancar di media sosialnya.


"Daddyyyyy !" Teriak Elle menangis dengan kencang, Aiden yang tadinya sibuk membantu Dinda berdiri dia menolehkan kepalanya.

__ADS_1


"Elle menangis tuan !" Ujar Dinda yang juga melihat kearah Elle. Untung saja kerumunan sudah bubar, jadi jalannya terlihat senggang.


"Kamu duduk disini dulu saya mau menghampiri Elle !" Ucap Aiden datar, lalu memapah Dinda duduk di trotoar jalan.


"Kenapa sayang ?" Tanya Aiden menghampiri Elle yang masih menangis.


"Kenapa kok nangis ! Kan tadi Daddy menyuruh kamu tunggu didalam !"


"Tante jelek yang di dalam mobil jahat tama Elle !" Sahut Elle dengan sesenggukan.


"Tante jelek siapa ?" Tanya Aiden bingung.


"Temanna Daddy ! Jahatttt !" Teriakan Elle menjadi pusat perhatian orang-orang yang berkemudi.


"Shuttt...shutt.... ! Udah - udah, kita duduk dulu !" Aiden membawa Elle duduk disebelah Dinda yang masih meringis menahan rasa sakit.


"Princess kenapa nangis ?" Tanya Dinda dengan menahan rasa sakit.


"Ya ampun ! Tante tatinya beldalah ! Pati sakit ya ?Huff.. huffff !" Tangisannya berhenti saat melihat Dinda terluka. Bahkan Elle meniup-niup luka Dinda yang masih terbungkus oleh celana panjangnya.


"Nggak apa-apa sayang ! Nggak sakit kok !" Sahut Dinda mengelus kepala Elle.


"Benelan ?" Tanya Elle dengan menepuk kaki Dinda kaki Dinda yang terluka.


"Awsss !"


"Sayanggg ! Kenapa kamu pukul kakinya tante Dinda ?" Tanya Aiden kaget dengan apa yang dilakukan anaknya.


"Tante sakit yaaa ! Maapp ! Tadi tan, tante bilang talau nda sakit !" Tanya Elle kembali menangis lagi.

__ADS_1


"Eh eh ! Cup cup, sayang udah-udah ! Cuma perih aja kok ! Elle tenang yaaa !"


"Tapi maapin Elle !"


"Iya - iya ! udah tante maafkan kok ! Udah ya, Elle tenang !" Jawab Dinda menenangkan.


"Daddy ayo bawa tante Dinda telumah sakit ! Tasian !" Ajak Elle menarik-narik jas yang digunakan Aiden.


"Iya ! Ayo saya bawa ke rumah sakit !" Sahut Aiden.


"Tapi bagaimana dengan mobil saya ?" Tanya Dinda memandang kearah sepeda yang sudah dipinggirkan.


"Udah ! Nanti, biar orang saya yang ngurus !"


Dengan tiba-tiba Aiden mengangkat tubuh Dinda dan hal itupun membuat Dinda memekik kaget. Sedangkan Elle yang mendengar kekagetan Dinda malah tertawa cekikikan.


"Hik hik hik ! Tante kaget !" Ucap Elle yang berjalan di samping Daddy nya.


"Tuan ! Turunkan saya !" Perintah Dinda memukul-mukul dada bidang Aiden.


"Diam ! Apa kamu bisa berjalan jika saya turunkan ?" Sahut Aiden dengan datar.


Akhirnya Dinda pasrah digendong Aiden, dengan menahan rasa sakit di kakinya Dinda memejamkan matanya yang menghadap dada Aiden.


Bersambung


Happy reading bestie ku 🥰🤗


Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌🥰

__ADS_1


See u 😘🥀🍃


( ˘ ³˘)♥


__ADS_2