Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
17.


__ADS_3

Dinda termenung di kamarnya, sungguh kemarin adalah hari tidak tenang untuk Dinda. Sedari semalam, Dinda kurang tidur setelah kepergian Ririn dari rumahnya. Dinda berasa bersalah karena menjadi penyebab nangisnya anak orang, apalagi Dinda belum terlalu kenal dengan keluarga Alberto.


"Kenapa aku merasa tidak tenang begini ?" Monolog Dinda dengan gusar.


"Harusnya, kemarin aku tolak aja ajakan si lobster !ehhh monster !" Kekeh Dinda tiba-tiba.


"Ya udahlah kalau memang aku tidak boleh ketemu sama anaknya, tidak masalah ! Tapi kalau nanti, anaknya sendiri yang mendekati ku ! Itu bukan salah aku !"


Drett


Drett


"Hemmm ! Kenapa telpon?" Tanya Dinda saat tahu siapa yang menelepon nya.


"Gimana keadaan lo?" Tanya Ririn.


"Lebih baik sekarang !" Sahut Dinda santai.


"Cepet banget ?"


"Ya emang lo mau gue gelisah terus ? Emmhhh, dasar !"


"Ya enggak ! Cuma, terlalu cepat aja lo ngubah situasi ! Kan secara tidak langsung lo ditolak sama pak duda ! He he he !"


"Gi*la lo ! Lo pikir gue ngejar-ngejar dia ! Iihhh, najis !"


"Ehhh najis katanya ! Jangan-jangan lo salting nih disana ?" Ejek Ririn tertawa terkekeh.


"Enak aja lo ! Nggak ! Gue nggak salting oke ? Dah, gue mau bersiap bayy!" Tut.

__ADS_1


"Eehhhhh, curuttt jangan dimatiin ! woyy !" Teriak Ririn karena sambungan dimatikan sepihak oleh Dinda.


Rendi yang mendengar suara istrinya teriak-teriak dengan kesal hanya menggelengkan kepalanya, dia sudah hafal jika mereka lagi telponan ! Bahkan jika mereka bersama, tak jarang juga seperti tom and Jerry.


Seperti itulah mereka, sudah layaknya saudara kandung dan bahkan Bu Heni dan pak Pendi, orang tua Ririn sudah memberikan rumah untuk Dinda tinggali. Karena Dinda yang tidak mau tinggal bareng mereka, dia takut merepotkan keluarga Ririn.


Sebenarnya dulu Dinda sudah mau ngontrak, namun dicegah sama Bu Heni. Dia kasian jika Dinda harus bayar kontrakan tiap bulan, karena gaji di kafe tidaklah banyak.


"Kenapa sih yankk ?" Tanya Rendi mendekati istrinya yang teriak tidak jelas di pagi hari.


"Hehehe, nggak papa kok yank ! Mandi yuk !" Ajak Ririn.


"Ngajak mandi bareng ?" Tanya Rendi menaik-turunkan alisnya.


"Apaan sihh ! Dasar mesum !"


"Ehh ehh, yank jangan pergi ! Kan tadi kamu sendiri yang ngajak !" Goda Rendi dengan menahan tangan Ririn yang akan beranjak ke kamar mandi.


Menjelang siang, di kafe Century ramai sekali oleh pengunjung. Bahkan para karyawan di sana sampai kewalahan melayani mereka. Karena hari ini Ririn lagi pergi ke acara tunangan adik iparnya, sedangkan Anis hari ini masih disekolah.


"Heyyy Dinda ! Ketemu lagi !" Sapa Reyhan yang baru muncul setelah pertemuan kemarin.


"Hemm !" Sahut Dinda acuh,


"Cuek amat sih ! Sibuk ya ?"


"Udah tahu sibuk ! Nyerocos muluk !" Sahut Dinda dengan berjalan ke sana kemari .


"Mau dibantuin ?" Tawar Rayhan.

__ADS_1


"Bagus deh kalau mau ! Nih,,,, !" DSetelah memberikan nampan pada Rayhan, Dinda kembali lagi kedalam untuk mengambil pesanan yang lain.


"Ini dianter kemana ?" Teriak Rayhan yang kebingungan saat melihat Dinda beranjak pergi.


"Ruang VIP nomer 08 !"


Setelah tahu tempatnya dimana, Rayhan berjalan menuju ruang VIP nomer 08 ! Karena baru pertama kali melakukan hal seperti ini, hampir saja minuman yang ada dinampan tadi tumpah karena Reyhan ditabrak oleh pengunjung cafe.


"Selamat menikmati !" Ucap Rayhan dengan meletakkan pesanan ke meja,


"Wahhh... wahhh ! Ternyata, tuan muda sekarang bekerja sebagai karyawan kafe sekarang !" Terdengar suara bariton seseorang yang tidak asing baginya, membuat Rayhan harus menatap orang tersebut.


"Heemm ! Ternyata ada tuan duda disini !" Sahut Rayhan dengan sinisnya.


"Apa perusahaan anda bangkrut ? Sampai-sampai, anda harus bekerja sebagai karyawan !"


Ya, orang itu adalah Aiden yang sedang ada pertemuan klien di cafe ini.


"Saya hanya mencoba-coba saja tuan ! Hahahaha ! Selamat menikmati, saya mau kembali melayani yang lain !" Dengan tersenyum miring, Rayhan akan berlalu.


"Oh ya ! Sampai lupa saya mau menyampaikan ! Saya disini sedang mengimcar seseorang yang kini sedang dekat dengan keponakan saya ! Haa !" Setelah mengatakan itu, Rayhan pergi dari sana.


Aiden yang mendengar ucapan Rayhan, dia terdiam mencerna apa yang dia dengar.


wahatttttt wahatttttt


who Is Rayhan 😱😱


Bersambung dulu bestiiii

__ADS_1


jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌👌🥰🤗🤗


__ADS_2