Hot Daddy, My Love

Hot Daddy, My Love
27.


__ADS_3

Diperjalanan menuju ke rumah sakit, Elle terus saja bersikap sinis pada Febi ! Bahkan setiap Febi berbicara pada Aiden, Elle langsung memotong pembicaraan mereka.


"Oh ya Ai ! Bisa nggak kamu nganter pulang aku dulu ?" Tanya Febi yang merasa tidak suka dengan kecemasan Aiden pada Dinda.


"E ,, !"


"Daddy ayo cepetan ! Kita ke lumah sakit, liat tante Dinda matana melem-melem !" Ujar Elle memotong pembicaraan Aiden.


"Tolong kamu jangan pejamkan mata kamu dulu ! Saya akan ngebut !" Sahut Aiden dengan nada yang penuh kecemasan.


Entah kenapa ? Saat melihat keadaan Dinda saat ini membuatnya merasa takut juga cemas. Tak biasa-biasa nya Aiden peduli dengan orang lain.


CKITTTT


"Susterrrr ! Susterrrrr !" Teriak Aiden berlari menggendong Dinda di lobi rumah sakit.


Sedangkan suster dan dokter saat teriakan Aiden langsung berjalan menghampirinya dengan tergesa.


"Sini tuan !" Ucap suster dan perawat laki-laki yang mendorong brankar.


"Cepat tangani dia !" Perintah Aiden dengan tubuh yang gemetar.


Bayangan - bayangan saat kejadian 4 tahun yang lalu tiba-tiba muncul saat melihat keadaan Dinda yang berubah pucat dan terus merintih kesakitan. Padahal tadi setelah kejadian, Dinda masih bisa menghibur Elle yang menangis. Namun saat diperjalanan, kondisi Dinda berubah drastis.


"Silahkan anda tunggu disini tuan !" Ucap suster yang akan menutup pintu IGD.


"Daddy !!" Elle mengelus lengan Aiden yang masih berbalut jas kantor. Bahkan dia tidak sadar jasnya terkena sedikit noda darah Dinda.


"Sayang !" Gumam Aiden memeluk tubuh anaknya dengan erat.


Sungguh Aiden sangat-sangat kangen sekali dengan almarhum istrinya. Kejadian hari ini membuatnya teringat lagi dengan kecelakaan mendiang istrinya.

__ADS_1


Flash Back on


Saat itu keadaan Nisa sedang mengandung 8 bulan, Nisa akan ke rumah sakit untuk cek kandungan tanpa ditemani Aiden. Karena memang saat itu, Aiden belum menyadari kehadiran cinta dihatinya untuk Nisa.


Namun naas, saat perjalanan pulang dari rumah sakit mobil yang dikendarai Nisa dan sopir tiba-tiba mengalami rem blong. Saat di simpang jalan, sang sopir tidak bisa mengendalikan mobil hingga tertabrak bis yang kebetulan dari lawan arah dengan kecepatan tinggi.


Mobil yang dinaiki Nisa terpental jauh hingga beberapa meter. Mobil-mobil yang kebetulan berkendara di lokasi tersebut berhenti, untuk menolong Nisa yang masih di dalam mobil.


"Halo pak ! dijalan xx ada kecelakaan, kirim ambulan sekarang!" Ujar seorang polisi yang sedang menelepon ambulan.


"Apa ada identitas diri pada nyonya dan sopirnya ini ?" Karena memang keadaan Nisa saat itu sangat parah, wajahnya penuh dengan darah sebab dahinya yang terluka.


"Ada Ndan !"


"Hubungi keluarganya sekarang !"


"Siap Ndan !"


Tutt...


Di kantor, Aiden selesai rapat menuju ke ruangannya. Dan karena ada panggilan dia memberhentikan langkahnya.


"Ada apa tuan ?" Tanya Vano yang mengekor dibelakangnya.


"Ada telepon dari Nisa !" Sahut Aiden, lalu mengangkat panggilan masuk dari Nisa.


"Iya Halo ! Ada apa ? Kan aku sudah bilang, kalau aku hari ini sibuk ! Kamu bisa periksa sendiri kan !" Ucap Aiden menahan kesal. Ya, Aiden merasa tidak suka saat Nisa meneleponnya.


"Maaf tuan ! Ini dengan kepolisian, kami menemukan hp korban di lokasi kecelakaan ! Dan kami ingin memberitahukan kalau nyonya yang punya hp ini mengalami kecelakaan di jalan xx !" Sahut polisi tadi.


"A apa ! Saya segera ke sana !" Ekspresi Aiden berubah khawatir dengan kondisi Nisa saat ini. Takut, terjadi apa-apa dengan Nisa dan juga anaknya.

__ADS_1


Sampai di lokasi kecelakaan, Aiden berlari mencari keberadaan Nisa.


"Tuan ! Apa anda keluarga dari korban ?" Tanya seseorang yang melihat Aiden kebingungan.


"Iya ! Dimana korbannya sekarang ?"


"Itu ada didalam ambulan mau dibawa ke rumah sakit dan ..!" Tunjuk orang tadi pada perawat yang sedang memasukkan Nisa kedalam ambulan.


Tanpa menuggu kelanjutan orang tadi berbicara, Aiden langsung berlari kearah ambulan yang ditunjukkan tadi.


"TUNGGUU ! Saya mau ikut !" Ujar Aiden masuk kedalam ambulan.


Aiden melihat tubuh Nisa yang lemah, wajahnya penuh dengan bekas darah yang sudah dilap dengan kapas. Bibirnya pucat, terus bergumam menahan rasa sakit pada perutnya.


"A a ai !" Panggil Nisa lirih.


"Iya ! Saya disini !" Sahut Aiden menggenggam tangan Nisa yang terasa dingin.


"A aku c..cint..a sa.sama ka..kamu ! To..tolong.. kamu j...ja..ga a..anak ki..ta! Dan be..ri.. nama di..a Mi..chele ! Saya..ngi di..dia !" Ucap Nisa dengan putus-putus.


"Tolong jangan bicara seperti itu ! Saya juga cinta sama kamu ! Bertahanlah, kita akan membesarkan anak kita bersama-sama! I Love You !" Sahut Aiden menciumi wajah Nisa tanpa memperdulikan bekas darah yang sudah dilap.


Kata-kata yang sangat ditunggu-tunggu oleh Nisa, akhirnya bisa dia dengar saat ini dan setelah mendengar ucapan suaminya tadi ! Nisa hanya bisa tersenyum dengan menahan rasa sakit pada perutnya.


Bersambung


Happy reading bestie 🥰


Jangan lupa kasih Like and votenya okee 👌🥰


Maaf baru bisa up 🙏🍃🥀🤗

__ADS_1


__ADS_2