
"Tante tantik !!!" Suara lengkingan anak kecil membuat semua orang yang berada di mall menolehnya, termasuk Dinda.
Dinda yang pernah melihat anak itu, hanya diam karena dia tidak tahu siapa yang dipanggil. Dengan berlari anak itu menghampiri Dinda yang masih memandanginya.
"Tante tantik ! Juda disini ?" Tanya anak itu yang tak lain si Elle.
"I iya sayang ! Kamu ngapain disini ?"
"Atu mau belanja butu balu ! talena atu mau tetolah !" sahut Elle tersenyum lucu.
"Benarkah ? udah mau cekolah ternyata ! oh iya, nama kamu siapa ?" Dengan menoel - noel pipi gembul Elle.
"Nama tu Elle ! nama Tante siapa ?" Dengan lucu Elle mengulurkan tangannya.
"Nama Tante Dinda !"
"Inda !"
Ririn yang melihat sahabatnya hanya diam dan iku tersenyum mendengar suara Elle. Dia merasa gemas dengan suara dan tingkah nya Elle.
"Ya ampun Elle ! Kamu kemana saja sayang ! Daddy cari kemana-mana tadi !" Tiba-tiba ada yang menghampiri dan memeluk Elle membuat Dinda kembali ke posisi semula.
"Tadi Elle, duga cali Daddy ! Tapi Ndak ada !"
__ADS_1
Semua orang yang ada disana kembali meneruskan kegiatan masing-masing. Sedangkan Dinda dan Ririn yang akan pergi kembali dipanggil sama Elle.
"Tante Inda !"
"Iya sayang, kenapa ?" Tanya Dinda dengan membalikkan tubuhnya menghadap Aiden dan Elle berdiri.
"Tapan-tapan kita jalan baleng ! Boleh ?" Tanya Elle tiba-tiba, Dinda yang merasa bingung memandang kearah Aiden namun Aiden hanya meperlihatkan wajah dinginnya, akhirnya dengan berat hati Dinda mengiyakan ajakan Elle.
"Dasar kulkas !" Sungut Dinda dalam hati dengan kesal.
Akhirnya mereka pulang, Aiden yang memangku Elle tak henti-hentinya dia menciumi kepalan anaknya, dia takut kehilangan anaknya.
"Sayang ! Besok-besok kalau mau kemana aja harus bilang dulu ! Daddy khawatir sama kamu !" Perintah Aiden khawatir.
"Yes Daddy !" Dengan menganggukkan kepala Elle bersandar di dada bidang Aiden.
"Tapikan kita nggak kenal sama Tante tadi sayang ! Siapa tahu aja dia orang jahat ! Terus bagaimana kalau dia beneran orang jahat dan ngejahatin Elle ?" Sahut Aiden, karena Aiden nggak mau terjadi apa-apa sama Elle.
"Udah sekarang Elle tidur di pelukan Daddy ya ? Kan Elle baru sembuh ! Elle nggak mau sakit lagi kan ?" Dengan cemberut Elle menggelengkan kepalanya tapi juga menurut perintah Daddy nya.
Sampai di rumah, mereka disambut oleh Neli sedangkan barang - barang yang mereka beli dibawa masuk supirnya.
"Tidur ?" Tanya Neli saat melihat cucunya bersandar di dada Aiden, lalu Aiden hanya mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Ya udah kamu bawa ke kamar aja, kasian ! Diakan juga baru sembuh !"
"Iya ma, aku ke kamar dulu, !" Dengan lirih Aiden pamit ke kamar.
Melihat Aiden menggendong Elle ke kamarnya, Neli menuju dapur untuk membuat cake kesukaan Elle dan Aiden, sudah lama rasanya dia tidak membuat cake black forest.
Dret ... drett..
Saat melihat siapa yang memanggil, Neli langsung mengangkatnya.
"Iya Halo pa ! Kenapa ?" Tanyanya saat muncul wajah orang diseberang telepon.
"Gimana ! Elle sudah sembuh ?" Tanya Putra suami Neli.
"Udah kok pa ! tadi juga udah dari mall beli perlengkapan sekolah Elle ?"
"Syukurlah! Mama lagi ngapain sih ? sibuk banget kelihatannya ?" Tanya Putra penasaran.
"Mama mau buat cake kesukaan Elle Sam Aiden pa ! mumpung mama masih disini !"
Sesudah panggilan berakhir, Neli melanjutkan kegiatannya dan setelah matang dia menunggu Elle bangun.
Bersambung
__ADS_1
Sampai jumpa di episode selanjutnya 🤗 🍃💚🌺
Jangan lupa kasih Like dan votenya ♥️