
Sampainya di rumah sakit, Nisa langsung dibawa ke UGD karena kondisinya yang sangat parah. Aiden terus saja mondar-mandir di depan ruang UGD, bibirnya terus komat-kamit mendoakan keselamatan untuk Nisa.
Setelah pemeriksaan, dokter keluar menemui Aiden untuk memberitahukan tindakan selanjutnya.
CKLEKKK
"Dokter ! Bagaimana kondisi Nisa sekarang ?" Tanya Aiden khawatir.
"Begini tuan ! Kondisi nyonya Nisa saat ini sangat lemah dan tidak ada kemungkinan untuk bisa melahirkan anaknya secara normal ! Jalan satu-satunya adalah operasi Caesar, jadi saya meminta persetujuan anda untuk melakukan tindakan selanjutnya !" Ucap dokter berterus terang.
"Iya ! Apapun tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya !" Pinta Aiden.
"Baik ! Kalau begitu saya permisi dulu !"
Setelah kepergian dokter tadi, Aiden menelepon mamanya untuk datang ke rumah sakit. Memang sempat mendapat omelan dari mamanya setelah mendengar ucapan Aiden karena, tadi pagi tidak mau mengantar Nisa ke rumah sakit.
Memang Aiden akui semua ini, jika saja tadi dia mau mengantarnya hal ini pasti tidak akan terjadi.
2 Jam lamanya Nisa berada di ruang operasi, Aiden dan keluarga menunggu di luar. Tak henti-hentinya mereka semua berdoa agar Nisa dan anaknya selamat.
"Kenapa mereka sangat lama sekali ?" Geram Aiden yang mulai emosi.
"Tenang Den ! Kamu jangan emosi, berdoa terus biar Nisa dan anak kalian selamat !" Nasihat Neli mengelus lengan anaknya.
"Tapi ! Mereka lama sekali maa ! Kalau saja, mereka gagal akan ku bongkar rumah sakit ini !" Sahut Aiden dengan meninju tembok didepannya.
CKLEKKK
Pandangan semua orang menuju ke arah pintu yang dibuka dari dalam. Melihat ekspresi dokter yang baru keluar dari ruang operasi membuat mereka semua cemas dengan hasil operasi Nisa saat ini.
__ADS_1
"Dokter ! Bagaimana dengan anak dan istri saya ? Mereka selamat kan ? Tidak terjadi apa-apa kan ?" Tanya Aiden beruntun.
"Alhamdulillah anak tuan Aiden terlahir dengan sehat, namun untuk nyonya Nisa kondisinya kritis dan akan segera dipindahkan ke ruang ICU !" Jelas dokter.
"Kritis ?"
"Iya tuan !"
"Apa saya boleh menjenguknya ?"
"Boleh tuan ! Tapi harus satu-satu, karena kondisi pasien yang tidak memungkinkan !"
Setelah Nisa dipindahkan keruang ICU, setelah mengadzankan anaknya Aiden segera ke ruang ICU tempat Nisa berada.
"Nisa ! Maaf ,,,, maafkan saya !" Ucap Aiden dengan bibir bergetar menahan tangis, dia genggam tangan itu lalu di ciumannya.
"Saya mohon bangunlahh,,,, !" Aiden terus saja menghujani wajah Nisa dengan ciuman.
"A a ai,,,,, !" Ucap Nisa yang mengerjapkan matanya.
"Ni nisa ! Kamu sudah sadar ? Akan saya panggilkan dokter sebentar !" Saat Aiden akan beranjak segera Nisa melarangnya.
"T to long ja ngan pe rgi !" Aiden pun kembali kesamping brankar Nisa berbaring.
"To long,, ja..ga an ak kita ! Ka sih dia ka sih sayang yang le bih ! A aku su dah tak bi sa ber sama ka lian lagi !"
"Tidak ! jangan bicara seperti itu, kita akan sama-sama membesarkan anak kita ! Jadi jangan bicara yang aneh-aneh !" Sahut Aiden memotong pembicaraan Nisa, sedangkan Nisa hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"A ai ! A aku cin ta sama ka mu !" Ujar Nisa lirih namun masih bisa didengar oleh Aiden.
__ADS_1
"Aku juga cinta sama kamu Nisa ! I Love You so much !" Balas Aiden dan ...
Tiiitttttttt.....
"Nisa... Nisa.... !"
"Dokter ..... Doterrrr.... !" Teriak Aiden dengan air mata yang mengalir deras di pipinya. Bahkan karena saking paniknya Aiden lupa jika di dalam ada tombol untuk memanggil dokter.
"Tuan tunggu diluar ! Biar nyonya Nisa kami periksa dulu !" Perintah dokter yang menangani Nisa tadi.
Dokter dan suster yang menangani Nisa didalam sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Nisa, Namun kehendak berkata lain Nisa tidak bisa diselamatkan.
"Maaf tuan ! Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyonya Nisa, namun Nyonya Nisa tidak bisa diselamatkan !" Ucap dokter tersebut menghampiri Aiden yang mondar-mandir.
"Apa anda bilang ! Jelas-jelas tadi dia sudah sadar ! Anda jangan main-main sama saya, atau akan saya bakar gedung ini !" Ucap Aiden marah dan akan memukul dokter tersebut.
"Aiden,,,,, Kamu tenang dulu ! Jangan emosi !" Teriak Putra menarik tangan Aiden yang hampir memukul wajah dokter.
"Paaa ! Dia mau main-main sama kita pa ! Dia bilang kalau Nisa tidak selamat, padahal tadi aku melihat sendiri kalau Nisa sudah sadar tapi... tapiii !" Sebelum selesai berbicara, Aiden langsung berlari masuk ke ruang ICU.
Flash Back off
Bersambung
Happy reading bestie π₯°π€
Jangan lupa kasih Like and votenya okee ππ₯°
See u ππ₯πΊπ
__ADS_1