
~HAPPY READING BESTIE 🥰~
POV Cafe Centauri
Dinda Dwi Kanya umur 21 tahun, anak yatim piatu yang sedang berjuang mencari uang di Cafe. Sekolah yang hanya tamatan SMK membuat ia harus menerima pekerjaan apa adanya yang terpenting halal. Ia sadar lulusan SMK tidak ada kemungkinan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar di kota.
"Din ! Kapan ada rencana kawin ?" Tanya Ririn menggoda Dinda.
"Kawin-kawin ! Emang gue ayam !" Sahut Dinda melototkan matanya sebal dengan pertanyaan teman sekaligus bosnya.
"Mentang-mentang, lho udah kawin !" Timpalnya lagi.
"Hhh. Ya kan gue udah nikah ! Jelaslah gue kawin !" Ucap Ririn dengan tertawa.
"Sayang jangan ganggu Dinda ! Diakan jomblo makannya nggak nikah-nikah,..." Ucap Rendi menimpali ucapan istrinya.
"Hhhhhh, makanya kalau ada yang deketin jangan langsung lari !" Ririn pun tertawa puas bisa meledek Dinda.
Dinda dan ririn sudah berteman selama 3 tahun sebelum Ririn menikah. Dinda merasa beruntung bisa bertemu Ririn saat itu, mungkin kalau tidak ada Ririn dia sudah menjadi gelandangan karena semua yang Dinda bawa telah dicopet. Apalagi waktu itu Dinda baru datang dari desa dan langsung mampir ke pasar malam tanpa mencari kost-kostan terlebih dahulu.
"Oh ya Din ! Minggu depan kita mau datang ke acara ulangtahun perusahaan teman gue ! Lo mau ikut nggak ?" Tanya Rendi ketika ingat acara Minggu depan.
__ADS_1
"Emmm, nggak tahu gue ! Kalau entar gue nggak mager gue ikut !" Sahut Dinda singkat.
"Ikut aja kenapa sihh ! Sekalian cari jodoh,,,, ha ha ha!" Ucap Ririn menggoda Dinda.
"Dari tadi Lo itu ngomong Jodoh jodoh melulu, mau nikah lagi emangnya ?" Setelah menjawab ucapan Ririn, Dinda pergi ke kasir.
"Beneran kamu mau nikah lagi yank ?" Tanya Rendi dengan tatapan horornya.
"Ihhh, nggak kok yank! Aku tuh cuma ngeledek Dinda aja ! Beneran !" Sahut Ririn mengacungkan kedua jarinya.
Sedangkan di Kasir Dinda sedari tadi sibuk melayani pengunjung kafe yang lumayan ramai. Bahkan para pelayan, bolak balik ke dalam mengambil pesanan pengunjung dan juga yang order. Cafe Centauri ini terbilang cafe yang selalu ramai akan pengunjung, apa lagi pas malam Minggu banyak para pemuda - pemuda bahkan pasangan suami istri menghabiskan malam dengan nongkrong di cafe ini, meskipun cafe hanya akan buka sampai jam 9 malam.
"Kak Dinda ! Perlu bantuan nggak ?" Tanya Anis adiknya Ririn.
"Beneran ?"
"Iya, udah sana masuk belajar aja!" Usir Dinda pada Anis.
"Kenapa sih kalian tuh selalu nyuruh Anis belajar terus ?" Tanya Anis dengan kesal,
"Ya kan biar tambah pintar !" Dinda yang gemas pun mencubit kedua pipi Anis. Anis yang masih sekolah SMA kelas 2 paling disayang sama kakak-kakaknya termasuk Dinda yang sudah menganggap Anis sebagai adiknya sendiri.
__ADS_1
"Tapi, Anis kan udah pintar ! ngapain harus belajar lagii,,, isshhh keselll." Dengan cemberut Anis masuk kedalam. Dinda yang melihat tingkah laku Anis hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.
Tiba-tiba...
" Halo Tante tantik, atu mau bayal!" Ucap anak kecil yang mengalihkan pandangan Dinda.
"Halo juga anak cantik ! Mau bayar pakai uang atau pakai kartu ?" Tanya Dinda berjongkok menyamakan tinggi dengan anak kecil itu.
"Patek taltu ! ini !"
"Oke, Tante pinjam dulu ya kartunya !" Setelah mendapat anggukan, Dinda langsung melakukan transaksi pembayaran.
"Sudah selesai ! Terimakasih !" Ucap Dinda lalu mengembalikan kartu tersebut.
"Tama-tama,,"
Bersambung
Sampai jumpa di episode selanjutnya 🤗.
Jangan lupa kasih Like dan votenya ♥️
__ADS_1
Saranghaeyo 😍😍